Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Keterampilan Menyimak, Berbicara, Membaca, dan Menulis

Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Keterampilan Menyimak, Berbicara, Membaca, dan Menulis

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
22 April 2026, 01.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Berdiferensiasi

Oleh: Agus Wanto, Siti Samhati, Edi Suyanto Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Lampung

JurnalPost.com - Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas pada hakikatnya tidak pernah benar-benar seragam. Dalam satu ruang kelas, guru berhadapan dengan siswa yang memiliki kemampuan menyimak yang berbeda, keberanian berbicara yang tidak sama, tingkat pemahaman membaca yang beragam, serta keterampilan menulis yang berkembang pada kecepatan yang berlainan. Namun, praktik pembelajaran bahasa masih sering mengandaikan bahwa semua siswa dapat belajar dengan cara, materi, dan tempo yang sama. Pola pembelajaran semacam ini bukan hanya tidak realistis, melainkan juga berpotensi mengabaikan kebutuhan belajar sebagian besar siswa. Di sinilah pembelajaran berdiferensiasi menjadi relevan dan mendesak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran.

IKLAN

Pembelajaran berdiferensiasi berangkat dari pengakuan bahwa setiap siswa unik. Perbedaan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar bukan hambatan, melainkan realitas pedagogis yang harus direspons secara sadar. Dalam pembelajaran bahasa, diferensiasi dapat diwujudkan melalui tiga aspek utama, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk. Diferensiasi konten berkaitan dengan variasi bahan ajar yang disesuaikan dengan tingkat kesiapan siswa. Diferensiasi proses menyangkut cara siswa mengolah dan memaknai pembelajaran, sedangkan diferensiasi produk berkaitan dengan bentuk hasil belajar yang dihasilkan siswa.

Kemerdekaan
Baca Juga

Kemerdekaan Belum Usai di Ruang Kelas

Pada keterampilan menyimak, diferensiasi konten dapat dilakukan dengan menyediakan bahan simakan yang setara secara tujuan, tetapi berbeda dari segi kompleksitas. Dalam praktik kelas, guru dapat menyiapkan dua versi teks audio dengan topik yang sama, tetapi kecepatan tuturan dan tingkat kosakata yang berbeda. Siswa dengan kesiapan awal diberi teks yang lebih sederhana, sedangkan siswa yang lebih siap mendapat teks yang lebih kompleks. Diferensiasi proses tampak pada variasi tugas, baik berupa menjawab pertanyaan literal maupun menyusun simpulan kritis dari bahan simakan.

IKLAN

Dalam keterampilan berbicara, diferensiasi menjadi penting karena berkaitan erat dengan faktor afektif siswa. Tidak semua siswa memiliki keberanian yang sama untuk berbicara di depan kelas. Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan memberi pilihan bentuk aktivitas berbicara, baik melalui diskusi kelompok kecil, presentasi berpasangan, maupun rekaman video. Dengan cara ini, siswa tetap berlatih berbicara, baik secara lisan langsung maupun melalui media, sesuai dengan tingkat kepercayaan diri dan gaya belajarnya.

Berdiferensiasi

Keterampilan membaca pun menuntut pendekatan yang fleksibel. Diferensiasi konten dapat dilakukan melalui pemilihan teks dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, sedangkan diferensiasi proses tampak pada strategi membaca yang digunakan. Sebagian siswa terbantu dengan panduan pertanyaan sebelum membaca, sementara yang lain mampu melakukan pembacaan mandiri dan analitis. Tujuan pembelajaran tetap sama, yaitu pemahaman teks, tetapi jalur pencapaiannya dapat berbeda.

El Niño
Baca Juga

El Niño Sangat Kuat, Sultra Tak Boleh Menunggu Sawah Mengering

Adapun dalam keterampilan menulis, diferensiasi produk menjadi sangat relevan. Siswa dapat diberi pilihan topik atau bentuk teks yang berbeda dengan tujuan keterampilan yang sama. Siswa yang masih kesulitan dapat dibimbing melalui kerangka tulisan dan contoh model teks, sedangkan siswa yang lebih mahir diberi tantangan untuk mengembangkan gagasan secara lebih kompleks. Pada tahap ini, asesmen berdiferensiasi menjadi kunci. Penilaian tidak hanya berfokus pada produk akhir, tetapi juga pada proses menulis, seperti perencanaan, revisi, dan refleksi diri siswa.

Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam keterampilan berbahasa memang tidak lepas dari tantangan struktural, seperti jumlah siswa yang besar, keterbatasan waktu, serta tuntutan administrasi dan asesmen yang seragam. Namun, jika diferensiasi dipahami sebagai perubahan cara pandang dari mengajar materi menuju melayani kebutuhan belajar siswa maka langkah-langkah kecil sudah bermakna dan realistis untuk dilakukan. Pada akhirnya, pembelajaran berdiferensiasi dalam keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis bukan sekadar tuntutan kurikulum, melainkan juga upaya menghadirkan keadilan pedagogis. Dengan menghargai keberagaman siswa, pembelajaran bahasa Indonesia dapat menjadi ruang belajar yang lebih inklusif, manusiawi, dan bermakna bagi semua.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/implementasi-pembelajaran-berdiferensiasi-pada-keterampilan-menyimak-berbicara-membaca-dan-menulis/92380/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.26 WITA

  • #Opini Dosen
  • #Universitas Lampung

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan
  2. 2

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  3. 3

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. 4

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  5. 5

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.