Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Era Disrupsi Digital: Hambatan dan Strategi Guru dalam Pembelajaran Bahasa & Sastra Indonesia

Era Disrupsi Digital: Hambatan dan Strategi Guru dalam Pembelajaran Bahasa & Sastra Indonesia

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
19 April 2026, 12.56 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Era Disrupsi Digital

Oleh: Nurul Karimah, Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Lampung

JurnalPost.com - Pembelajaran bahasa Indonesia tidak sekadar mengajarkan teori, tetapi membentuk empat keterampilan utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Namun, realitas di banyak kelas SMP masih menunjukkan pola pembelajaran satu arah yaitu guru menjelaskan, siswa mencatat. Kebiasaan seperti ini bukan hanya membosankan, tetapi juga mematikan daya kritis siswa. Akibatnya, siswa menjadi pasif dan kurang mampu mengolah informasi secara mendalam. Dampaknya terlihat nyata pada rendahnya kemampuan literasi, yang tercermin dari hasil asesmen internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih menempatkan kemampuan membaca siswa Indonesia pada posisi yang tertinggal.

IKLAN

Memasuki era disrupsi digital, tantangan semakin nyata. Siswa hidup dalam arus informasi yang serba cepat dan instan. Mereka lebih akrab dengan TikTok daripada teks bacaan, lebih cepat menyalin daripada memahami. Budaya “salin-tempel” juga semakin menguat, menggantikan proses berpikir kritis dan reflektif. Di sisi lain, tidak semua guru siap memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran yang berakibat pada teknologi justru menjadi distraksi, bukan solusi.

SMAN 7 Bekasi
Baca Juga

FIKOM Universitas Mercu Buana Dorong Siswa SMAN 7 Bekasi Bijak Bermedia Digital

IKLAN

Dalam konteks ini, kehadiran Kurikulum Merdeka sebenarnya menawarkan peluang besar. Kurikulum ini menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, kontekstual, dan berbasis proyek. Namun, kebijakan yang baik tidak akan berdampak tanpa keberanian guru untuk mengubah paradigma mengajar. Di titik inilah guru dihadapkan pada pilihan penting: beradaptasi atau tertinggal. Beradaptasi tidak selalu berarti harus menjadi ahli teknologi. Yang lebih penting adalah kemauan untuk mengubah pendekatan. Pembelajaran bisa mulai diarahkan menjadi lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai jembatan, bukan penghalang. Guru tidak lagi cukup menjadi penyampai materi, tetapi harus berperan sebagai fasilitator yang mampu merancang pengalaman belajar yang bermakna.

Pada pembelajaran sastra, inovasi juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan platform digital seperti Padlet sebagai ruang apresiasi. Puisi tidak lagi sekadar tugas yang dikumpulkan, tetapi menjadi karya yang dipublikasikan dan diapresiasi. Siswa belajar bahwa menulis bukan hanya untuk dinilai, tetapi untuk dibaca dan dimaknai oleh orang lain. Guru perlu berani menggeser fokus dari “produk akhir” ke “proses belajar”. Dalam praktiknya, banyak pembelajaran masih berorientasi pada nilai, bukan pada pengembangan kompetensi. Padahal, di era digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi jauh lebih penting daripada sekadar hasil tes.

Tentu, perubahan ini tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada guru. Dukungan dari sekolah, pemerintah, dan lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan, terutama dalam penyediaan pelatihan dan fasilitas. Namun, langkah kecil dari guru tetap menjadi kunci awal perubahan. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia tidak boleh tertinggal di tengah kemajuan zaman. Justru sebaliknya, mata pelajaran ini memiliki potensi besar untuk membentuk generasi yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga kritis, kreatif, dan adaptif. Jika ruang kelas tidak berubah, maka yang tertinggal bukan hanya metode, tetapi juga masa depan peserta didik.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/era-disrupsi-digital-hambatan-dan-strategi-guru-dalam-pembelajaran-bahasa-sastra-indonesia/92299/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.09 WITA

  • #Digitalisasi Pendidikan
  • #Era Disrupsi Digital
  • #Universitas Lampung

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah
  2. 2

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  3. 3

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  4. 4

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.