Pamekasan, JurnalPost.com — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan menggelar kegiatan BAKTI CITA yang diisi dengan doa bersama dan santunan anak yatim di Sekretariat HMI Cabang Pamekasan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus penghormatan terhadap para alumni HMI yang telah wafat. Melalui agenda ini, HMI Cabang Pamekasan berupaya mempererat silaturahmi antarkader, mengenang jasa para pendahulu, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Doa bersama dilaksanakan untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi para alumni HMI yang telah meninggal dunia. Selain menjadi momentum mengenang perjuangan generasi sebelumnya, kegiatan ini juga mengingatkan para kader bahwa nilai-nilai perjuangan organisasi perlu terus dijaga dan diwariskan.
Sementara itu, santunan kepada anak yatim menjadi bagian dari upaya HMI Cabang Pamekasan untuk menumbuhkan empati dan solidaritas sosial. Bantuan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga sebagai pengingat bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Penjabat (Pj.) Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan, Jaka Suma Ramadhani, mengatakan bahwa BAKTI CITA merupakan salah satu upaya mengaktualisasikan nilai-nilai Insan Cita dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, HMI tidak seharusnya hanya menjadi tempat berhimpun, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan intelektual. Organisasi mahasiswa juga perlu hadir melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Bagi kami, HMI bukan sekadar tempat untuk berproses dan berorganisasi, melainkan ruang untuk belajar mengabdi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Melalui doa bersama, kita mengenang perjuangan para alumni yang telah mendahului kita, sedangkan melalui santunan anak yatim, kita belajar bahwa nilai perjuangan harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ungkap Jaka.
Ia juga mengingatkan seluruh kader HMI Cabang Pamekasan agar tetap berpegang pada khittah perjuangan organisasi serta menjaga komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sebagai kader.
Jaka menilai bahwa mempertahankan keberlangsungan organisasi perjuangan membutuhkan keikhlasan, kesabaran, serta kesediaan untuk mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran.
“Karena menghidupi organisasi perjuangan tidak semudah mencari hidup di dalam organisasi. Ada waktu, tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan yang harus diberikan. Namun, perjuangan sejati bukan tentang seberapa banyak yang kita peroleh, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu kita berikan kepada sesama,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana BAKTI CITA, Taupik, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia ingin nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para kader.
Menurut Taupik, penguatan nilai keislaman, solidaritas, dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa, khususnya kader HMI.
“Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan intelektual dan kepemimpinan kader, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan kepedulian kepada masyarakat,” ungkap Taupik.
Melalui BAKTI CITA, HMI Cabang Pamekasan ingin menempatkan pengabdian sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas organisasi. Doa bersama menjadi sarana mengenang dan menghargai perjuangan para pendahulu, sedangkan santunan anak yatim menjadi salah satu bentuk penerapan nilai kemanusiaan.
Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa semangat perjuangan mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui gagasan dan diskusi, tetapi juga melalui tindakan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda