Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. HAM: Inspirasi atau Sekadar Simbol di Tengah Kasus Perundungan?

HAM: Inspirasi atau Sekadar Simbol di Tengah Kasus Perundungan?

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
27 Oktober 2025, 23.50 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
HAM

Oleh: Marsella Puspa Mahasiswa Pendidikan Matematika UIN Raden Intan Lampung

JurnalPost.com - Hak asasi manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu tanpa memandang usia, ras, agama, maupun status sosial. HAM seharusnya menjadi kompas moral bagi setiap bangsa, termasuk Indonesia. Namun, ironi kerap terjadi. Pertanyaannya, apakah HAM bagi kita benar-benar menjadi inspirasi, atau hanya sekadar simbol yang kehilangan makna di tengah berbagai kasus pelanggaran?

IKLAN

Tragedi Timothy dan Luka Perundungan di Kampus Kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Sosiologi Universitas Udayana, adalah contoh nyata betapa perundungan bisa berakibat fatal. Timothy ditemukan terkapar di halaman gedung FISIP setelah melompat dari lantai empat gedung fakultas itu pada Rabu (15/10/25). Timothy dinyatakan meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kondisi Timothy saat itu tersebar di grup Whatsapp sebagian mahasiswa yang tergabung di himpunan mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Alih-alih bersimpati dan berempati, para mahasiswa di grup tersebut malah mengolok-olok. Mengingat respons para mahasiswa di grup tersebut mengolok-olok Timothy, hal tersebut menjadi isu bahwa perundungan menjadi akibat kematian Timothy. Jika benar demikian, ini adalah tragedi yang mencoreng dunia pendidikan kita. Kampus, yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar dan mengembangkan diri, justru menjadi arena kekerasan verbal dan fisik.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

IKLAN

Perundungan, dalam bentuk apa pun, adalah pelanggaran HAM. Setiap orang berhak atas rasa aman, bebas dari rasa takut, dan berhak untuk mengembangkan diri tanpa gangguan dari orang lain. Perundungan merampas hak-hak dasar ini. Ironisnya, kasus perundungan sering kali dianggap sebagai masalah sepele atau hanya dianggap kenakalan remaja biasa. Padahal, dampaknya bisa sangat besar, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi pelaku dan lingkungan sekitarnya.

HAM Sebagai Inspirasi: Lebih dari Sekadar Retorika Jika HAM benar-benar menjadi inspirasi, maka kita seharusnya tidak hanya berhenti pada retorika dan seminar-seminar tentang HAM. Kita harus Internalisasi nilai-nilai HAM dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, hingga lingkungan kerja. Pendidikan HAM harus dimulai sejak dini, agar generasi muda memahami hak-haknya dan hak orang lain, serta memiliki kesadaran untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Selain itu, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu. Kasus-kasus perundungan harus diusut tuntas, dan pelaku harus dihukum sesuai dengan perbuatannya. Jangan biarkan impunitas (kekebalan hukum) menjadi budaya yang terus melanggengkan praktik perundungan.

Refleksi: Kasus Timothy adalah alarm bagi kita semua. HAM seharusnya bukan hanya menjadi simbol yang terpampang indah dalam buku-buku teks atau pidato-pidato seremonial. HAM harus menjadi ruh yang menggerakkan kita untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, Humanis, dan beradab. Mari kita jadikan HAM sebagai inspirasi luhur untuk melawan segala bentuk perundungan dan kekerasan. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang, di mana setiap individu dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan begitu, HAM tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi realitas yang kita rasakan bersama.

kebakaran hutan di Kalimantan
Baca Juga

Hutan Kalimantan Terbakar: Bencana Alam atau Ada Campur Tangan Manusia?

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ham-inspirasi-atau-sekadar-simbol-di-tengah-kasus-perundungan/87395/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.20 WITA

  • #HAM
  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  3. 3

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  4. 4

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. 5

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.