PANGKEP, JURNALPOST.COM - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meresmikan rehabilitasi pembangunan Bendung Tabo-tabo yang pernah mengalami kerusakan parah tahun 2014 lalu, Rabu (24/2).
Syahrul, mejelaskan, pada tahun 2013 terjadi banjir besar yang mengakibatkan tanggul sebelah kiri Bendung Tabo-tabo jebol dan air sungai terus mengalir keluar dan tidak dapay masuk ke saluran irigasi. Sehingga, dilakukan tindakan darurat dengan membuat tanggul sementara menggunakan kantong pasir yang pada bagian luarnya diperkuat dengan bronjong.
"Bangunan tanggul sementara berfungsi baik dan musim tanam 2013 berhasil. Tetapi, pada awal Januari 2014 terjadi lagi banjir sehingga kondisi bendung makin parah, bendung Tabo-Tabo jebol, bahkan hancur. Inilah kita perbaiki dan teknisnya juga semakin bagus. Sekarang sudah ada speel way sehingga air mengalir dengan baik," jelas Syahrul.
Syahrul berharap, Bendung Tabo-tabo ini bisa menjadi sumber air rakyat hingga 50 tahun atau 100 tahun ke depan. Ia juga berpesan agar penjaga pintu air mengatur air dengan baik. Pemerintah Kabupaten Pangkep juga diharapkan bisa membuat tambak untuk budidaya ikan, dan juga mengelola bendung Tabo-Tabo menjadi tempat wisata.
Syahrul juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah membuat empat bendungan besar di Sulsel.
"Sekarang kita lagi buat empat dam besar, masing-masing di Jeneponto, Takalar, Luwu Utara, dan Wajo. Besarnya hampir sama dengan Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan, proyek peningkatan Bendung Tabo-tabo Kabupaten Pangkep ini merupakan tanggungjawab Balai Besar Pompengan Jeneberang dan dikerjakan oleh PT Bumi Karsa sebagai kontraktor pelaksana. Untuk Anggarannya, bersumber dari APBN sebesar Rp30,7 miliar.
"Pekerjaan ini untuk mengembalikan fungsi Bendung Tabo-tabo agar dapat mengairi areal irigasi sebagaimana sebelum terjadi kerusakan," kata Darmawan, di sela peresmian Bendung Tabo-Tabo.
Darmawan menjelaskan, luas potensial Bendung Tabo-tabo mencapai 7.483 hektare. Sedangkan, luas fungsionalnya 6.815 hektare.
"Sebelumnya, bendung ini sudah dua kali jebol akibat banjir. Semoga dengan rehabilitasi ini, bendung bisa berfungsi dengan baik, khususnya dalam mengairi areal sawah," ujarnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda