Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

  2. Nasabah BRI Bojonegoro Ungkap Kemudahan Cicil Emas Lewat BRImo, Praktis dan Fleksibel

  3. Mahasiswa Untag Surabaya Amati Jalannya Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

  4. Simulasi Cicil Emas BRImo dan Galeri 24, DP 15 Persen dengan Tenor 12 Bulan, Berapa Angsurannya?

  5. Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Getah Mentah Tak Lagi Cukup, Gambir Muba Bersiap Naik Kelas

Getah Mentah Tak Lagi Cukup, Gambir Muba Bersiap Naik Kelas

Foto profil Alvin Pradana
Editor: Alvin Pradana
01 Oktober 2026, 11.03 WITA • Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Gambir Naik Kelas
Suasana diskusi daring bertajuk “Gambir Naik Kelas: Potensi Pengembangan dan Hilirisasi Gambir Muba” yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, petani, dan pemangku kepentingan terkait pengembangan komoditas gambir di Kabupaten Musi Banyuasin. Foto: Dok. Tim AgraCantika

SEKAYU, JurnalPost.com – Gambir bukan sekadar getah mentah. Di balik proses panjang sejak daun dipetik, direbus, diperas, diendapkan, hingga dikeringkan, tersimpan potensi ekonomi yang jauh lebih besar apabila komoditas ini mampu diolah menjadi produk bernilai tambah.

Upaya mendorong gambir agar tidak berhenti sebagai bahan mentah menjadi pembahasan utama dalam diskusi bertajuk “Gambir Naik Kelas: Potensi Pengembangan dan Hilirisasi Gambir Muba” yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Rabu (30/9/2026).

IKLAN

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Tim AgraCantika. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, regulator, dan pelaku usaha untuk memetakan potensi gambir Muba sekaligus merumuskan langkah hilirisasi agar komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi, termasuk katekin dan tanin.

Harga Bawang Merah Naik
Baca Juga

Harga Bawang Merah Naik-Turun, Pembeli Tak Bisa Berpaling

Tiga narasumber hadir dalam diskusi tersebut, yakni Prima Luna selaku Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah Obat dan Aromatik (BRMP TROA) Kementerian Pertanian, Sari Romayana dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang, serta Ruri Arimbi, pelaku usaha sekaligus pemilik PT Raksasi Ruri Arimbi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Capstone Project Tim AgraCantika dalam program SDG Academy Indonesia 2026. Program tersebut berangkat dari gagasan peningkatan taraf hidup petani gambir melalui penambahan nilai produk, di antaranya lewat pengembangan kriya dan sabun berbahan gambir.

Gagasan tersebut juga berkaitan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain pengurangan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penguatan industri dan inovasi, serta penerapan produksi yang bertanggung jawab.

Kolaborasi antarpihak yang dibangun dalam forum tersebut juga sejalan dengan semangat kemitraan dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Nilam Andalia Kurniasari
Baca Juga

PIPTP UNAIR Bagikan Praktik Baik Inovasi Pendidikan Berkelanjutan di Forum Internasional India

Mewakili Tim AgraCantika, Andi Azhar mengatakan persoalan utama gambir bukan terletak pada kualitas bahan baku, melainkan pada terbatasnya kesempatan, pengetahuan, dan akses menuju pasar yang lebih luas.

“Gambir tidak kekurangan kualitas. Yang selama ini belum cukup kita berikan adalah kesempatan, ilmu, dan jalan menuju pasar yang lebih luas,” kata Andi Azhar.

Menurutnya, mutu, standar keamanan, dan akses pasar merupakan tiga unsur yang harus berjalan bersamaan. Dengan pengolahan dan standar yang tepat, getah gambir dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Ia juga menekankan pentingnya menempatkan petani sebagai bagian penting dalam rantai nilai, bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah.

Sekolah Vokasi IPB University
Baca Juga

Penanaman Cabai di Lahan Biochar, Prodi TMP SV IPB University Lanjutkan Pengabdian Masyarakat di Mulyaharja

Dari sisi pelaku usaha, Ruri Arimbi membagikan pengalamannya dalam mengembangkan manufaktur kosmetik natural dan organik bersama petani kecil.

“Sebagai praktisi di manufaktur kosmetik natural organik selaras alam yang bekerja bersama petani kecil, adalah tugas kami untuk berinovasi dan menambah nilai guna dari hasil budidaya petani,” ujarnya.

Ruri menjelaskan, gambir selama ini banyak dikenal sebagai bahan pewarna tekstil dan penyamakan kulit. Padahal, komoditas tersebut juga memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan dalam industri kosmetik natural karena kandungan antioksidannya.

Gambir yang telah melalui proses ekstraksi, menurut dia, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk perawatan diri dan kesehatan, seperti sabun, sampo, losion, hingga serum.

Pengembangannya dapat memadukan riset ilmiah, kearifan lokal, dan pendekatan produksi yang lebih ramah lingkungan.

Potensi Ekspor Gambir Indonesia

Peluang pengembangan gambir juga terlihat dari data yang disampaikan Kepala BRMP TROA Kementerian Pertanian, Prima Luna.

Nilai ekspor gambir Indonesia pada 2023 tercatat sekitar 74,80 juta dolar AS dengan volume mencapai 20,08 ribu ton.

IKLAN

Meski demikian, ekspor gambir Indonesia masih terkonsentrasi pada satu negara tujuan dan sebagian besar produk yang dikirim masih berupa getah mentah dengan kualitas yang beragam.

Sumatera Selatan termasuk dalam lima provinsi sentra gambir nasional. Namun, skala produksinya masih jauh di bawah Sumatera Barat.

Berdasarkan Buku Statistik Perkebunan 2023–2024, luas areal gambir di Sumatera Selatan tercatat sekitar 177 hektare dengan produksi sebanyak 8 ton.

Menurut Prima, kondisi tersebut justru memperlihatkan masih besarnya ruang untuk pengembangan komoditas gambir, termasuk di Kabupaten Musi Banyuasin.

Produk olahan gambir juga memiliki pasar yang cukup luas, mulai dari industri pangan dan minuman, farmasi dan nutraceutical, kosmetik, hingga penyamakan kulit.

Namun, pengembangannya membutuhkan konsistensi mutu yang harus dijaga sejak proses budidaya di tingkat kebun.

Standar Mutu Jadi Kunci Hilirisasi

Aspek keamanan dan mutu produk turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.

Sari Romayana dari BBPOM di Palembang menjelaskan pentingnya penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) bagi produsen yang ingin mengembangkan gambir menjadi produk kosmetik.

CPKB merupakan pedoman yang harus dipenuhi produsen agar proses pembuatan kosmetik dapat berlangsung secara konsisten dan menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu serta keamanan.

Sari juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPOM, gambir dari Musi Banyuasin telah dimanfaatkan sebagai bahan obat bahan alam.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi gambir menuju produk yang berada dalam pengawasan regulator bukan sekadar gagasan, tetapi memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Kepala DPM-PTSP Muba, Jonni Martohonan, menegaskan bahwa diskusi tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk membangun ekosistem gambir yang lebih kuat.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi awal, bukan akhir. Harapannya, ada pelatihan bagi petani untuk memperkuat sisi hulu gambir, serta kemitraan untuk mengembangkan hilirisasi menjadi produk bernilai tinggi seperti katekin dan tanin, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Muba,” ujarnya.

Sementara itu, pendamping petani gambir Nanang Taat Suyudana menyambut positif forum tersebut. Ia berharap pembahasan yang telah dilakukan dapat segera dilanjutkan dengan langkah konkret di lapangan.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah aksi nyata di lapangan, secepatnya,” katanya.

Melalui diskusi ini, penyelenggara berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, lembaga pengawas, pelaku usaha, dan petani dapat semakin diperkuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun rantai pengembangan gambir Muba yang lebih utuh, mulai dari peningkatan kualitas bahan baku, pengolahan, pemenuhan standar, hingga pemasaran.

Bagi Tim AgraCantika, forum ini menjadi langkah awal untuk menghubungkan ilmu pengetahuan, standar mutu, pelaku usaha, serta akses pasar dalam satu ekosistem hilirisasi.

Jika proses tersebut dapat berjalan konsisten, gambir Muba berpeluang tidak lagi sekadar keluar dari daerah sebagai getah mentah, tetapi berkembang menjadi berbagai produk bernilai tinggi yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani dan masyarakat.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/getah-mentah-tak-lagi-cukup-gambir-muba-bersiap-naik-kelas/97921/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 20.54 WITA

  • ##SDGs
  • #Ekonomi Petani
  • #Gambir Muba
  • #Hilirisasi Gambir
  • #Musi Banyuasin
  • #Produk Bernilai Tambah
  • #pertanian

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

Nasabah BRI Bojonegoro Ungkap Kemudahan Cicil Emas Lewat BRImo, Praktis dan Fleksibel

Simulasi Cicil Emas BRImo dan Galeri 24, DP 15 Persen dengan Tenor 12 Bulan, Berapa Angsurannya?

Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kampus Ramah, Mahasiswa Aman: Dosen UPN Veteran Jatim Edukasi 200 Mahasiswa Baru tentang Pencegahan Kekerasan

Etika Komunikasi Publik dan Integritas Bangsa: Catatan Kritis Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Sekolah Vokasi IPB University Gelar Edukasi Gizi di Mulyaharja

Pilihan Editor

  1. 1 Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas
  2. 2

    Komunikasi Gender di Lingkungan Mahasiswa: Stereotip, Interaksi Akademik, dan Negosiasi Identitas

  3. 3

    Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

  4. 4

    Sampah Sudah Dibuang, Masalahnya Belum: Ada yang Keliru dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia

  5. 5

    Kampus Ramah, Mahasiswa Aman: Dosen UPN Veteran Jatim Edukasi 200 Mahasiswa Baru tentang Pencegahan Kekerasan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.