
JurnalPost.com – Tim KKNT Inovasi IPB menggelar acara Sarasehan di Balai Desa Tanggul Angin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah pada hari Rabu, 24 Juli 2024. Mengangkat tema Kesehatan Pertanian dan Peternakan, acara Sarasehan menghadirkan narasumber ahli dalam bidang kesehatan hewan, farmakologi, dan proteksi tanaman dari IPB University.
drh. Ronald selaku dosen koordinator wilayah KKN Tematik Inovasi IPB Kab. Lampung Tengah menuturkan bahwa tahun ini adalah tahun pertama mahasiswa IPB melakukan KKN di Lampung Tengah. Tahun ini sebanyak 50 mahasiswa ditempatkan di 2 kecamatan yang tersebar menjadi 5 desa. Terkhusus di Kecamatan Punggur, terdapat 24 mahasiswa dari 10 program studi berbagai program kerja sudah dirancang, khususnya di bidang pertanian dan peternakan yang menjadi komoditas unggulan di Kecamatan Punggur.
Sebanyak tiga orang narasumber dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University dihadirkan secara luring untuk menjawab pertanyaan petani dan peternak di Kecamatan Punggur, di antaranya adalah Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc., Dr. Agr. drh. Ronald Tarigan, M.Si., dan Dr. drh. Anisa Rahma, S.K.H., M.Si. Sementara itu, sebanyak dua narasumber dihadirkan secara daring, diantaranya Dr. drh.. R. Harry Soehartono, M.App.Sc. dari SKHB IPB dan Bonjok Istiaji, S.P., M.Si. dari Fakultas Pertanian IPB.
Topik hangat yang menjadi pembahasan peternakan dari peserta sarasehan yaitu Pak Sartono yang juga pengurus kelompok Sekolah Peternakan Rakyat mengajukan pertanyaan mengenai vaksinasi PMK pada sapi dengan poin penting dari narasumber adalah bahwa vaksin tidak sama dengan obat, vaksin dimasukkan ke dalam tubuh untuk menggertak dan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang akan membunuh virus tersebut serta tubuh membutuhkan waktu untuk memproduksi antibodi.
Sorotan utama di bidang pertanian adalah terkait nanas dengan gejala pucuk merah yang menyebabkan nanas mengalami kekeringan hingga mengecil yang diduga kuat disebabkan oleh virus dan menyebar melalui serangga. Hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit pucuk merah, namun dapat dilakukan pencegahan dengan pemilihan bibit yang baik dan pemberian pupuk yang optimal.
Koordinator Kecamatan Punggur KKN-T Inovasi IPB University, Kemal menambahkan, “Alhamdulillah antusiasme masyarakat terhadap Sarasehan ini cukup tinggi terlihat dari banyaknya peserta yang datang. Semoga acara Sarasehan ini bisa menjadi manfaat untuk petani dan peternak di Kecamatan Punggur”
Diadakannya acara ini diharapkan dapat menambahkan dan meluruskan pemahaman di bidang pertanian dan peternakan serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang dialami oleh petani dan peternak di Kecamatan Punggur. Selain itu, pemaparan aplikasi Digitani diharapkan dapat menjadi sarana lainnya bagi masyarakat untuk konsultasi dengan ahli dari IPB University setelah acara ini selesai.




