• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Berita

PKH VS PBI BPJS: Mengapa Tidak Semua Penerima PKH Mendapatkan PBI BPJS?

RedaksiPenulisRedaksi
5 Oktober 2024
in Berita
Waktu Membaca:2 menit membaca
A A
0
351
BAGIKAN
2.1k
DILIHAT
Share on FacebookWhatsappShare on TwitterPrint PDF
Gambar 1. Wawancara dengan Ibu Soumi R. Hasibuan (Keluarga penerima PKH dan PBI BPJS)

JurnalPost.com – Bantuan sosial di Indonesia merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka menciptakan negara yang sejahtera, pemerintah menerapkan kebijakan melalui Program PKH dan PBI BPJS. PKH adalah program bantuan sosial yang dirancang untuk keluarga yang hidup dalam kemiskinan.

Program ini memberikan bantuan finansial dengan syarat yang menngharuskan penerima untuk memenuhi kriteria tertentu. Sedangkan PBI (Penerima Bantuan Iuran) BPJS adalah program yang menyediakan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu dengan membiayai iuran BPJS Kesehatan dengan tujuan memastikan bahwa masyarakat yang kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan tanpa mengkhawatirkan biaya.

Meskipun terdapat dua program bantuan sosial, ternyata tidak semua masyarakat yang kurang mampu dapat mengakses kedua program tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Mengapa tidak semua masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan kedua jenis bantuan ini? Oleh karena itu, tiga mahasiswa semester 5 dari prodi Kesejahteraan Sosial FISIP USU yang beranggotakan Rachel Yohana Vatreciya Purba (220902040). Aisya Maharani (220902014), dan Karina Olivia Pricila Harahap (220902088) melalui mata kuliah Asuransi dan Jaminan Sosial (kelompok 18) dengan dosen pengampu Dra. Berlianti M.SP dan Dr. Hairani Siregar S.Sos., M.SP ingin mengulik apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

“Saya merasa beruntung sebagai penerima PKH dan PBI BPJS. Karena dengan adanya bantuan tersebut kehidupan saya sangat terbantu. Apalagi dalam urusan kesehatan. Sejauh ini saya merasa nyaman saat klaim BPJS tersebut untuk penangan sakit penyakit saya, tidak ada hambatan maupun biaya yang harus saya keluarkan” ujar Ibu Soumi R. Hasibuan, Sabtu (05/10/2024).

Gambar 2. Wawancara dengan Ibu Muliani (Keluarga penerima PKH namun tidak menerima PBI BPJS)

“PKH sejujurnya membantu kali untuk kami yang miskin ini. Tapi sedih kali aku, orang lain ku lihat dapat keduanya PKH dan PBI BPJS. Ibu Cuma dapat yang PKH nya aja. Sementara orang lain yang dapat keduanya itu beberapa masih tergolong mampu. Tapi gini pun ku syukuri juganya memang”, ujar Ibu Muliani, Sabtu (05/10/2024).

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah kami lakukan, kami menemukan dua keluarga yang sama-sama memiliki penghasilan di bawah garis kemiskinan. Keluarga A mendapatkan bantuan PKH dan PBI BPJS, sementara keluarga B tidak. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam akses bantuan sosial, diantara masyarakat kurang mampu. Perasaan iri dan ketidakadilan muncul terutama dilingkungan di mana orang-orang saling mengenal satu sama lain.

Tidak dapat dipungkiri, banyak masyarakat kurang mampu yang memenuhi syarat untuk PBI BPJS tetapi tidak terdaftar sebagai PKH. Sebaliknya, ada juga yang menerima PKH namun tidak mendapat PBI BPJS. Namun hal ini terjadi bukan tanpa sebab, salah satu penyebab masalah ini adalah terdapat perbedaan kriteria antara penerima PKH dengan PBI BPJS. Penyebab lainnya juga bisa berasal dari proses pendataan yang tidak konsisten. Meskipun kedua program ini menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai acuan, mekanisme verifikasi dilapangan seringkali berbeda sehingga terjadi ketidakakuratan data dalam penentuan kriteria.

Maka pemerintah perlu memastikan bahwa warga yang benar-benar dalam kondisi kurang mampu yang berhak mengakses bantuan yang diperlukan. Penting untuk melakukan evaluasi secara rutin terhadap pendataan dan mekanisme verifikasi guna mengatasi kesenjangan tersebut.

Bagikan140MengirimTweet88BagikanPrint PDF
Sebelumnya

Menolak Lupa, SMA Negeri 1 Sapeken-Sumenep Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila Dan Nobar Film G30s/Pki Guna Memperingati Sejarah Bangsa

Berikutnya

Desa Karangayu Sosialisasikan Energi Ramah Lingkungan dari Limbah Pertanian

Baca Juga

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

PenulisKristiana Ina Dai Manu
29 Desember 2025
0

Singosari, JurnalPost.com – Kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada momen libur akhir...

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

PenulisRosyidatuzzahro Anisykurlillah
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Tim dosen Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, budaya, dan politik, UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian...

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

PenulisRedaksi
16 September 2025
0

Fajar Kebanggaan di Hotel Narita Hotel Narita Surabaya, sebuah venue yang dikenal dengan kemegahan dan elegansi klasiknya, pada hari Minggu,...

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

PenulisRedaksi
8 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada sebuah pagi yang cerah, Minggu, 7 September 2025, suasana kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan, sebuah...

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

PenulisRedaksi
3 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada tanggal 31 Agustus 2025, sebuah momentum bersejarah terjadi di ranah pendidikan, khususnya bagi sivitas akademika IKIP Widya...

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.