
Desa Kaliwulu, JurnalPost.com – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat dan pencegahan stunting pada balita, dilaksanakan penyuluhan yang bertajuk “Semangat Hadirkan Asupan yang Tepat dan Ideal” (SEHATI). Penyuluhan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu Anggrek dan Posyandu Wijaya (23 Juli 2024).
Kegiatan penyuluhan di Posyandu Anggrek dilaksanakan pada tanggal 10 Juli, sedangkan di Posyandu Wijaya berlangsung pada tanggal 20 Juli. Acara ini dihadiri oleh Ibu Bidan Kaliwulu dan difokuskan pada ibu-ibu yang memiliki balita. Materi penyuluhan disampaikan oleh Syahla Maitsaa Shafira dan Bellinda Almira Noer Islamy, mahasiswa gizi IPB.
Penyuluhan diawali dengan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai MPASI dan stunting. Setelah itu, peserta diberikan materi penyuluhan yang mencakup prinsip-prinsip pemberian MPASI, dampak MPASI yang tidak sesuai, serta cara mengatasi anak yang susah makan.
Materi MPASI
Dalam materi MPASI, peserta dikenalkan dengan makanan atau minuman selain ASI yang diberikan kepada bayi berusia sekitar 6 bulan. MPASI harus diberikan tepat waktu, adekuat, dan aman. Prinsip pemberian MPASI meliputi pemberian makanan ketika bayi berusia 6 bulan, memperhatikan sinyal dan nafsu makan anak, serta memastikan makanan bersih dan steril.
Materi juga mencakup dampak dari MPASI yang tidak sesuai, seperti gangguan pencernaan, kekurangan gizi, dan perkembangan otak yang terhambat. Tips untuk mengatasi anak yang tidak mau makan antara lain menawarkan jenis makanan baru, tidak memaksa anak untuk makan, dan menyajikan makanan bersama dengan makanan yang disukai anak.
Materi Stunting pada Balita
Materi mengenai stunting pada balita menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan saraf anak terhambat akibat kekurangan gizi kronis. Dampak stunting sangat serius, termasuk penurunan sistem imun tubuh, pertumbuhan fisik yang terhambat, penurunan fungsi pengembangan saraf dan kognitif, serta peningkatan risiko penyakit kronis di masa dewasa.
Pemberian MPASI yang tepat waktu, adekuat, dan aman sangat penting untuk mencegah stunting. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga berperan penting dalam pencegahan stunting. Kondisi sanitasi yang buruk dapat mempengaruhi penyerapan zat gizi penting dan menyebabkan stunting. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih sangat dianjurkan.
Penutup Kegiatan
Setelah penyuluhan, peserta kembali mengerjakan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai MPASI dan stunting. Selain materi edukasi yang disampaikan, peserta juga diberikan booklet yang berisi informasi seputar MPASI dan 9 resep MPASI lengkap dengan informasi kandungan gizinya.
Program SEHATI yang digagas oleh Syahla Maitsaa Shafira ini merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan stunting di Desa Kaliwulu. Dengan kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya MPASI yang tepat dan pencegahan stunting semakin meningkat, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh dengan sehat dan optimal.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan ibu-ibu balita di Desa Kaliwulu dapat lebih memahami pentingnya pemberian MPASI yang tepat dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah stunting. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi posyandu lainnya dalam melakukan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan balita di Desa Kaliwulu dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari masalah gizi seperti stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.




