
Oleh : Siti Badriyatul Kholila, S.H
Dosen Pengampu : Dr. Muhammad Husni. M.Pd
JurnalPost.com – Dalam proses pembelajaran, para siswa banyak mengalami kecenderungan kurang termotivasi dalam belajar. Dalam kesempatan ini observafator hendak menguraikan beberapa strategi atau upaya dalam menejemen pendidikan yang dilakukan oleh Lembaga Madrasah untuk meningkatkan kembali minat belajar siswa. Karena minat belajar siswa merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan proses pendidikan. Tanpa adanya minat yang tinggi untuk belajar, maka siswa akan cenderung kurang termotivasi untuk mengikuti pelajaran sehingga tidak dapat mencapai hasil yang optimal. Minat belajar merupakan prasyarat yang harus diwujudkan sehingga tercipta proses pembelajaran yang efektif di dalam kelas. Minat tersebut dapat dilihat dari aspek respek peserta didik terhadap pembelajaran, partisipasi, kedisiplinan, motivasi, dan seterusnya. Peningkatan minat belajar memiliki relasi yang kuat terhadap kreativitas dan inovasi guru dalam mendesain pembelajaran. .Maka dari itu, perlu menerapkan yang namanya menejemen efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Berikut beberapa faktor yang dapat mengurangi minat belajar siswa sesuai dengan hasil wawancara langsung terhadap Kepala Madrasah MTs Nurul Fata yaitu Bapak Khairul Iman Prasetyo M.Pd. diantaranya adalah :
– Kegiatan belajar mengajar yang monoton dan kurang interaktif dapat membuat para siswa bosan dan juga kurang termotivasi, atau bahkan tidak dapat mencerna atau memahami terhadap materi terkait.
– Siswa juga cenderung menganggap bahwa materi ajar yang kurang relevan dengan kegiatan sehari-hari atau bahkan masa depan mereka, sehingga mereka kurang atau bahkan tdak minat terhadap materi ajar tersebut.
– Guru yang kurang terampil dalam menggunakan metode pengajaran yang menarik dan interaktif, sehingga terasa sulit untuk memotivasi para siswa.
– Juga dari faktor kurangnya dukungan dari pihak orang tua dan juga lingkungan, yang mengakibatkan siswa tidak semangat dalam belajar.
– Kurangnya fasilitas belajar, adanya keterbatasan akses sumber daya belajar seperti buku, dan teknologi sebagai media pembelajaran. Karena teknologi merupakan salah satu media ajar yang sering digunakan untuk menarik minat belajar siswa, seperti yang terjadi dilembaga MTs Nurul Fata ini yang berada dalam lingkup Pesantren.
” Diskusi langsung kepada kepala Madrasah Tsanawiyah Nurul Fata Lumutan Botolinggo Bondowoso ”
Minat belajar atau dorongan untuk belajar didapat dari suasana pembelajaran yang akan memberikan motivasi dan kebebasan dalam mengeksplorasi atau menganalisis pengalaman belajar. Desain pembelajaran yang kondusif akan memberikan kebebasan mengekspresikan ide dan motivasi belajar mandiri. Ditinjau dari beberapa faktor permasalahan yang disebut diatas, pihak lembaga mulai menerapkan menejemen efektif untuk menarik minat belajar para siswa. Diantara strategi atau upaya yang diterapkan oleh lembaga Madrasah ialah :
1. Menerapkan metode pengajaran yang Inovatif dan bervariasi, seperti halnya pembelajaran berbasis proyek ( praktik langsung ) dan penggunaan toknologi dalam penyampaian materi pembelajaran.
2. Melakukan pengembangn kurikulum, dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi dan dunia kerja pada saat ini, sehingga siswa akan merasa apa yang mereka pelajari kelak akan bermanfaat.
3. Melaksanakan pelatihan pengembangan guru, yang hal ini merupakan poin utama dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Karen guru yang lebih kompeten dan memiliki kemampuan mengajar yang baik akan lebih mampu menarik minat belajar siswa.
4. Melakukan komuniasi langsung terhadap orang tua para siswa, yaitu melibatkan orang tua dalam berbagai kegiatan madrasah, agar mereka dapat senantiasa berpartisipasi dan mendukung para siswa untuk lebih giat dalam belajar dan menjalankan kebijakan madrasah yang telah diterapkan.
5. Kemudian melengkapi sarana prasarana pembelajaran, seperti laboratorium computer, media pembelajaran SAINS ( mikroskop, kerangka manusia, hewan dan lain-lain ) serta perlengkapan praktikum kerajinan tangan lainnya.

Dengan adanya beberapa penerapan strategi tersebut, sangat diharapkan untuk meningkatkan minat belajar siswa, sehingga lembaga MTs Nurul Fata dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Karena dalam suatu pendidikan, seorang guru memiliki tanggung jawab penuh untuk mencerdaskan bangsa dalam suatu bentuk lembaga pendidikan. Setiap usaha yang dilakukan juga tidak akan pernah lepas dari suatu factor penghambat dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Guru merupakan factor dominan dalam menentukan keberhasilan kegiatan proses belajar mengajar. Seorang guru tidak hanya berperan sebagai fasilitator dan juga mediator, melainkan juga dituntut untuk menjadi motivator yang dapat membangkitkan semangat terhadap siswa dalam belajar, dengan memanfaatkan keterampilan seorang guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga dapat menunjang pembentukan kompetensi dasar siswa yang lebih baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikapnya.
DAFTAR PUSTAKA
Trismayanti, S. (2019). Strategi Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 17(2). Universitas Islam Riau Pekanbaru.
Susanto, H. (2006). Meningkatkan Konsentrasi Peserta didik Melalui Optimalisasi Modalitas Belajar Peserta didik. Jurnal Pendidikan Penabur, 5(6), 46-51.




