JurnalPost.com – Kelompok Keilmuan Literasi Budaya Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (KKLBV FSRD ITB) mengadakan dua kegiatan pelatihan mengenai motivasi berprestasi dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam menyusun penulisan karya ilmiah di MA Persis 85 Kota Banjar, Kabupaten Banjar, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 5 Agustus 2025 yang bertujuan meningkatkan literasi ilmiah sekaligus memotivasi siswa untuk bersemangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pelatihan dibuka dengan motivasi berprestasi bertajuk “Pelatihan Motivasi Berprestasi untuk Meningkatkan Minat Melanjutkan Pendidikan pada Siswa Pesantren Persis Kota Banjar”. Materi tersebut disampaikan RR. Sri Wachyuni, M.Psi., yang mengajak para peserta untuk mengenali diri sendiri agar mengetahui kendala dan potensi masing-masing.
“Kita harus mengetahui akar permasalahan dari diri sendiri karena hanya kita sendiri yang bisa mengatasinya,” jelas Yuni. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi tentang kendala dan potensi kemudian dipresentasikan ke seluruh peserta. Peserta tampak antusias dan kemudian berhasil mengungkapkan kekurangan dan potensi yang mereka miliki ke peserta lainnya.
Program pelatihan pertama tersebut diketuai oleh Harifa Albar Siregar, Ph. D yang beranggotakan Prof. Dr. Acep Iwan Saidi, S.S., M.Hum., RR. Sri Wachyuni, M.Psi., Dr. Ruly Darmawan, M.Sn Muchsonah, M.Ed.App.Ling., Lusia Marliana Nurani, Ph.D.., Evi Azizah Vebriyanti, M. Hum. dan Ananda Bintang Purwaramdhona, M. Hum.
Setelah pelatihan pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan kedua. Pelatihan kedua berfokus pada penulisan ilmiah. Pelatihan ini dibuka oleh Dr. Dana Waskita, M.AppLing yang membagikan materi tentang cara menulis karya ilmiah dengan memanfaatkan akal imitasi (AI). Menurut Dana, meskipun AI itu memudahkan tetapi terdapat beberapa konsekuensi dalam penggunaan AI, salah satunya adalah bahasa yang terlalu umum. “Agar hasilnya tidak umum, tuliskan prompt yang lebih spesifik,” jelas Dana yang juga menjadi ketua program pelatihan kedua.

Program pelatihan kedua ini beranggotakan Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A., Dr. Tri Sulistyaningtyas, M.Hum., Yani Suryani, S.S., M.Hum., Untari Gunta Pertiwi, S.Pd., M.Pd., Linda Handayani Sukaemi, M.Hum., Sira Kamila, M.Hum., dan Ghina Zoraya Azhar, S.Pd. M.Ds.
Setelah pemaparan dari pelatihan kedua, Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A. kemudian menekankan bahwa jangan sepenuhnya menyerahkan diri pada AI karena itu justru tidak akan meningkatkan kemampuan kita dalam hal apapun.
“Saya pernah menggunakan AI dalam penerjemahan, tetapi saya tidak sepenuhnya menyerahkan diri. ChatGPT itu adalah alat yang kita gunakan pada hal-hal yang eksploratif, tetapi peran yang menganalisis itu harus kita sendiri sebagai manusia. Jangan sampai kita kehilangan pikiran sendiri karena AI,” pungkas Yasraf.
Setelah pematerian dari Dana Waskita dan Yasraf Amir Piliang, pelatihan dilanjutkan dengan konsultasi secara langsung mengenai karya ilmiah yang sudah dirancang sendiri oleh para peserta sebelum pelatihan. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang diisi oleh dosen untuk diberikan arahan terkait karya tulis ilmiah yang telah mereka rancang.
Kepala Sekolah MA Persis 85 Kota Banjar, Drs. Dadan Sholihin Nur Rohman merasa bahwa kegiatan ini perlu diadakan kembali karena dapat memberikan motivasi sekaligus mengajarkan cara menulis karya ilmiah yang baik dengan benar. “Sebenarnya selain siswa, guru-guru kami juga jadi belajar mengenai penulisan karya ilmiah, dengan demikian saya berharap ITB mengadakan program serupa lagi, karena kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat” katanya.




