
Desa Bawang, 2 Agustus 2024, JurnalPost.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam memantau pertumbuhan anak, mahasiswa UNDIP mengadakan pelatihan mengenai pengukuran antropometri dan pembacaan grafik perkembangan balita menurut standar WHO diadakan di Desa Bawang. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mendeteksi serta mencegah stunting melalui pengukuran yang akurat dan interpretasi data pertumbuhan.
Acara yang berlangsung di PAUD ini dihadiri oleh kader kesehatan. Materi pelatihan meliputi teknik pengukuran antropometri, yang mencakup tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala, serta cara pembacaan grafik perkembangan balita menurut standar WHO.
Pengukuran antropometri sendiri merupakan metode dasar dalam menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam pelatihan ini, para kader diperkenalkan dengan teknik yang tepat untuk mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LILA).
Selain itu, para kader dilatih cara mengukur lingkar kepala balita dengan pita pengukur yang lembut, memastikan pengukuran dilakukan pada titik yang tepat di atas alis dan tengkorak.
Pembacaan Grafik WHO: Memahami Perkembangan Balita
Setelah pengukuran, para kader dilatih dalam pembacaan grafik WHO yang digunakan untuk memantau pertumbuhan anak. Grafik ini digunakan untuk menentukan apakah seorang anak berkembang sesuai dengan standar internasional atau mengalami kekurangan gizi yang bisa mengarah pada stunting.
Pelatihan ini mengajarkan cara menggunakan grafik pertumbuhan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dari pengukuran antropometri. Peserta diberikan pengetahuan tentang berbagai indikator, seperti berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, dan lingkar kepala menurut umur. Grafik ini memberikan panduan visual tentang pertumbuhan anak dan memungkinkan kita untuk melakukan intervensi lebih awal jika diperlukan.
Dampak dan Harapan
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan pengukuran dan analisis pertumbuhan anak. Dengan keterampilan yang diperoleh, para kader diharapkan dapat lebih efektif dalam mendeteksi masalah stunting dan memberikan intervensi yang tepat waktu.
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan anak dan mengurangi prevalensi stunting di Desa Bawang yang masih menghadapi tantangan dalam bidang gizi. Diharapkan bahwa pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam perbaikan status gizi anak di seluruh wilayah.
Penulis: Aisyah Nurizki Wulandari (Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro)




