
JurnalPost.com – Pengabdian Mahasiswa pada Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah. Pengolahan minyak jelantah bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari aktivitas pembuangan minyak jelantah secara sembarangan. Minyak jelantah kemudian diubah menjadi lilin aromaterapi agar memiliki manfaat dan nilai jual yang akan memberikan keuntungan bagi UMKM di Desa Sidomulyo.
Tahapan pelaksanaan kegiatan sosialisasi diawali dengan menjelaskan pengertian dari limbah minyak jelantah yang dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai dampak negatif minyak jelantah jika digunakan secara berulang-ulang setelah itu penyampaian informasi terkait cara pengelolaan limbah tersebut, yang salah satunya adalah dapat diolah menjadi lilin aromaterapi, melakukan praktek pembuatan dan juga kami menyampaikan materi mengenai packaging dan pemasaran produk.
Pelaksanaan sosialisasi ini diselenggarakan di Balai Desa sidomulyo dengan ibu-ibu PKK sebagai audiens. Pengetahuan ibu-ibu PKK mengenai pemanfaatan minyak jelantah masih tergolong minim. Oleh karena itu pada kegiatan ini kami tidak hanya memaparkan materi, namun kami juga langsung melakukan uji coba pembuatan bersama ibu-ibu pkk untuk dapat memberikan pemahaman yang jelas mengenai pemanfaatan minyak jelantah.

Diketahui, ide dari program kerja ini dicetuskan oleh Ajrina Noor Aprilia yang juga menjadi koordinator kelompok. Ajrina mengatakan, ide pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dipilih karena limbah minyak jelantah mudah didapatkan. Selain itu, bahan dan alat yang dibutuhkan pun tersedia di pasaran. Dapat dibeli secara langsung maupun melalui toko online.
“Dalam proses pembuatan, kami juga memberikan kebebasan untuk ibu-ibu yang hadir dapat memilih wangi dari essential oiluntuk dimasukkan ke lilin yang nantinya akan dibawa pulang,” paparnya.
“Setelah selesai memilih essential oil, kami memberikan kesempatan untuk ibu-ibu dapat menuangkannya ke dalam lilin dan mengaduknya. Nanti saat sudah beku dan dapat dihidupkan, wangi dari essential oiltersebut dapat tercium dengan jelas,” imbuhnya.
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi peluang bisnis bagi warga yang ingin berwirausaha.




