
JEMBER | JURNALPOST – Dalam agenda program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif #3, sebanyak 16 Mahasiswa dari berbagai peguruan tinggi di Jawa Timur melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Kota Jember. (07/08/2024)
Program KKN Kolaboratif #3 yang berlangsung selama 1 bulan lebih 5 hari tersebut, mempunyai tujuan untuk mendukung terjadinya transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bertahan di era industri 4.0 bahkan 5.0.
Kelompok 73 terlibat aktif dalam merumuskan program unggulan untuk mendukung terjadinya transformasi digital UMKM di Desa Jatisari. Kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi dengan perangkat desa mengenai lokasi UMKM yang ada. Kemudian melakukan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan diskusi dengan pelaku UMKM terkait kendala yang dihadapi.
Data yang terkumpul, menjadi dasar bagi mereka menentukan bantuan yang bisa diberikan, diantaranya pembuatan banner, plang usaha, re-branding logo, foto produk, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, serta aktivasi e-commerce dan media sosial.
Di era industri 4.0 saat ini, penting bagi UMKM untuk meningkatkan daya saingnya dengan melakukan digitalisasi. Berdasarkan data dari Kemendag tahun 2023, nilai transaksi melalui digital atau e-commerce berada diangka Rp533 triliun. Nilai tersebut meningkat drastis dari tahun sebelumnya, sebesar Rp476 triliun.
Keberadaan platform digital, membantu UMKM dalam mempromosikan produknya secara kreatif, efektif, efisien, dan membuka berbagai peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan digitalisasi, UMKM juga dapat menentukan strategi pemasaran yang efektif dan tepat sasaran, sehingga meminimalisir kerugian secara masif.
Kelompok 73 berhasil membantu terwujudnya digitalisasi pada 5 UMKM berbeda di Desa Jatisari. Salah satunya adalah UMKM Tas Batik bernama Artcadia, berlokasi di Dusun Sukosari, Desa Jatisari. Artcadia merupakan usaha yang berfokus pada produksi tas dengan berbagai model dan motif batik yang menarik.
Pak Sarkam pemilik dari Tas Batik Artcadia, mengungkapkan bahwa usahanya tidak memiliki identitas merek yang kuat, bahkan tidak mempunyai nama produk.
“Dari dulu memang tidak ada nama usaha sih mas, orang-orang tahu ya penjual tas. Saya juga tidak kepikiran mas buat label atau semacam itu, bagi saya yang penting tas saya laku,” jelasnya.
Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya strategi pemasaran digital, membuat Pak Sarkam bingung mengembangkan usahanya.
Tas Batik Artcadia berdiri sejak tahun 2003. Selama 20 tahun lebih berdiri, tas batik ini masih menggunakan metode pemasaran konvensional melalui sistem konsinyasi dari toko ke toko, bahkan berkeliling ke pasar. Kondisi tersebut menginisiasi kelompok 73 membuat akun media sosial dan e-commerce, serta mendaftarkan alamat mereka di Google Maps sebagai bentuk strategi pemasaran digital.

Tidak hanya itu, kelompok 73 juga melakukan foto produk, pembuatan label, dan logo yang nantinya dimasukkan ke dalam platform e-commerce dan media sosial. Pak Sarkam merasa sangat terbantu dengan adanya program ini, karena mendapatkan ilmu baru juga tentang media digital.
“Saya terharu dan merasa sangat terbantu. Teman-teman KKN di sini membantu saya belajar banyak hal tentang pemasaran digital. Saya yang tidak mengerti teknologi, bersyukur sekali bisa menerima manfaat dari program ini, apalagi sampai dibuatkan banner, logo, label, dan pemotretan produk,” ungkapnya.
Program Go-Digital ini, secara intensif juga melatih para pelaku UMKM untuk mengenal dan memahami penggunaan teknologi digital. Mahasiswa secara perlahan-lahan mengenalkan kepada para pelaku UMKM tentang penggunaan media sosial dan e-commerce untuk pemasaran, serta mempertahankan branding.
Program unggulan dari kelompok 73 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif keberlanjutan bagi UMKM di Desa Jatisari. Pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM diharapkan dapat memperluas pasar dan meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap usaha mereka.
Penulis: Elang Apriliansyah Putra Nusantara
#Desa Jatisari #Kecamatan Jenggawah #Jember #KKN Kolaboratif 3 #Jember Keren #Branding UMKM




