
Penulis: St. Aisyah Humairah
JurnalPost.com – Pada Selasa, 23 Juli 2024, Tim Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 71 Gelombang 5 mengadakan sosialisasi mengenai literasi digital dan kesadaran akan hoaks bersama ibu-ibu PKK saat acara pertemuan rutin Dasa Wisma di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kelompok PMM yang beranggotakan 5 orang ini diantaranya St. Aisyah, Endah Mahrani, Sekar Lathifah, Malik Ramadhani, dan Muda Maestro memulai ide kegiatan sosialisasi dengan berangkat dari keresahan yang mereka alami sendiri ketika menggunakan media sosial dalam beberapa bulan terakhir. Kegiatan Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko dunia digital, khususnya dalam penggunaan media sosial bagi para orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka pada masa kini. “Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Sosialisasi ini menekankan tentang bahaya penyebaran hoaks yang sangat cepat di dunia digital dan bagaimana cara mengenalinya. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih dan berpotensi menjadi modus penipuan, seperti kloning suara dan Deepfake yaitu sebuah teknik pembuatan konten yang dapat memanipulasi foto, audio, dan video dengan berbagai macam tujuan tertentu. Teknologi ini sering kali memungkinkan penipu untuk menciptakan peniruan yang sangat meyakinkan, sehingga sulit bagi Masyarakat awam untuk membedakan antara konten asli dan palsu, membuat mereka lebih rentan terhadap penipuan.
Selain memberikan penjelasan, Kelompok 71 Gelombang 5 juga membagikan brosur yang berisi panduan mengaktifkan kontrol orang tua pada smartphone, memudahkan masyarakat dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka di dunia digital. Brosur tersebut juga berisi tips memerangi hoaks, seperti mengenali media berita yang terpercaya serta aplikasi yang dapat digunakan untuk memeriksa keaslian informasi. Tak hanya itu, kelompok ini juga memberikan panduan mengenai situs web yang bisa digunakan untuk mengecek keaslian sebuah berita.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan tim PMM, berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan digital sehari-hari, serta memperoleh saran praktis tentang cara mengajarkan anak-anak mereka agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman para ibu PKK mengenai pentingnya literasi digital dalam melindungi keluarga dari ancaman digital.
Tim PMM UMM Kelompok 71 juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam dunia digital anak-anak mereka. Dengan semakin mudahnya akses internet bagi anak-anak, peran orang tua menjadi sangat krusial dalam mengawasi dan membimbing mereka agar tidak terjebak dalam konten yang tidak sesuai atau bahkan berbahaya. Para peserta pun diajak untuk selalu proaktif dalam mencari informasi yang valid dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Selanjutnya Kelompok 71 juga memperkenalkan fitur “Kontrol Orang Tua” kepada peserta sosialisasi sebagai salah satu solusi efektif untuk mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak. Fitur ini memungkinkan orang tua untuk membatasi akses anak ke situs web tertentu, mengatur waktu penggunaan perangkat, serta memantau aktivitas online anak secara real-time.
Melalui sosialisasi ini, Tim PMM UMM berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Torongrejo, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital, kewaspadaan terhadap hoaks, dan menciptkan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak. Mereka juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengadakan program serupa, guna menciptakan masyarakat yang lebih bijak dan tanggap terhadap perkembangan dunia digital.




