JurnalPost.com – Dalam upaya untuk menanggulangi kecanduan gadget di kalangan anak-anak dan meningkatkan minat baca, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro meluncurkan program kerja bertajuk CERIA: Corner Edukasi dengan Buku dan Rekreasi Interaktif. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan pojok literasi, tetapi juga menyajikan rekreasi interaktif yang mendukung perkembangan kognitif dan sosial anak-anak di Desa Panekan.

Kecanduan gadget menjadi salah satu isu serius di kalangan generasi muda saat ini, terutama di daerah pedesaan yang mulai terpapar teknologi secara masif. Anak-anak dan remaja di Desa Panekan tidak terkecuali dari trend ini, dengan semakin banyak dari mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gadget. Contoh dampak negatif dari penggunaan gadget yang berlebihan, seperti menurunnya kemampuan sosialisasi, berkurangnya minat baca, hingga gangguan kesehatan, menjadi perhatian utama dari pemerintah setempat. Sejalan dengan visi Kecamatan Eromoko yang sangat peduli terhadap dampak penggunaan gadget, program CERIA hadir sebagai solusi inovatif. Pengadaan pojok literasi dan rekreasi ini tidak hanya menyediakan sarana tambahan yang sangat dibutuhkan, tetapi juga mendorong anak-anak dan remaja untuk berinteraksi secara positif tanpa ketergantungan pada gadget.

Pojok literasi yang diinisiasi oleh tim mahasiswa KKN ditempatkan di salah satu sudut strategis Balai Dusun Gedong yang dapat diakses anak-anak satu desa. Pojok ini dilengkapi dengan berbagai macam buku bacaan, mulai dari buku cerita anak, buku pengetahuan umum, hingga buku panduan kreatifitas yang disesuaikan dengan usia pembaca. Selain itu, pojok ini juga menyediakan permainan edukatif yang dirancang untuk mengasah kecerdasan dan keterampilan sosial, seperti puzzle, catur, dan permainan tradisional lainnya. Pojok literasi ini dirancang agar dapat diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat, dan diharapkan dapat menjadi tempat yang menyenangkan dan mendidik bagi anak-anak untuk belajar dan bermain.
Untuk menarik minat anak-anak dan remaja, program CERIA juga melibatkan berbagai kegiatan interaktif yang diadakan secara rutin. Kegiatan ini meliputi sesi belajar, bermain, dan lainnya yang melibatkan permainan edukatif. Antusiasme warga, terutama anak-anak, sangat tinggi terhadap pojok literasi ini. Banyak dari mereka yang mengungkapkan rasa senang karena memiliki tempat baru yang bisa menjadi alternatif dari penggunaan gadget. “Saya senang sekali dengan adanya tempat ini, bisa main sambil belajar dan ketemu teman-teman,” ujar seorang anak yang cukup rutin mengunjungi pojok literasi.
Dengan adanya CERIA: Corner Edukasi dengan Buku dan Rekreasi Interaktif, diharapkan anak-anak dan remaja di Desa Panekan dapat lebih termotivasi untuk mengembangkan kebiasaan membaca dan berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya. Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan mereka pada gadget dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif. Program CERIA merupakan langkah konkret dari mahasiswa KKN dalam memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan pendidikan dan sosial anak-anak di Desa Panekan. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Panekan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menciptakan ruang-ruang yang mendukung literasi dan interaksi sosial yang sehat bagi generasi muda.




