Desa Panekan, JurnalPost.com, (24/07/2024) – Mahasiswa KKN Tim II Universtias Diponegoro tahun ajaran 2023/2024 berhasil melaksanakan program kerja yang berjudul ‘Penyuluhan Pemberantasan Jentik Nyamuk di Lingkungan Keluarga sebagai Pencegahan Penyakit DBD’. Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaraan masyarakat bahaya DBD dean mendorong masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
DBD merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala demam tinggi, nyeri otot dan sendi. Melihat tingginya angka kasus DBD di Desa Panekan, Mahasiswa KKN Tim II Unoversitas Diponegoro memaparkan mulai dari pengertian, gejala, pencegahan dan bahaya DBD. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingya upaya pencegahan DBD melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). DBD akan berakibat fatal apabila tidak segera ditangani, misalnya terjadi perdarahan hingga terjadi kematian.
Dalam pertemuan bersama kader kesehatan yang dilaksanakan di balai desa, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro menekankan kepada para kader bahwa PSN merupakan hal yang paling efektif untuk memberantas sarang nyamuk. Hal ini dikarenakan nyamuk aedes aegypti berkembang biak di genangan air bersih yang sering ditemukan di lingkungan rumah tangga. 3M juga ditenkankan oleh mahasiswa kepada kader kesehatan dalam upaya pencegahan DBD di Desa Panekan.
Kader kesehatan berperan krusial dalam menyebarkan informasi dan mendorong masyarakat untuk melaksanakan langkah-langkah pencegahan DBD. Pada penyuluhan ini, mahasiswa KKN melatih kader kesehatan dalam mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kader kesehatan juga dilatih untuk melakukan pemantauan rutin di lingkungan mereka dan melaporkan peningkatan kasus DBD ke puskesmas setempat.
Lewat program ini, mahasiswa KKN berharap bisa berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman DBD di Desa Panekan. Dengan adanya kerjasama yang baik antara kader kesehatan, masyarakat, dan pihak berwenang, diharapkan jumlah kasus DBD di desa ini bisa berkurang, sehingga warga dapat hidup lebih aman dan sehat.
Penulis: Diana Catur Wulandari (Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro)
DPL: Muhammad Ramdan, S.H., M.H., Gani Nur Pramudyo, S.IP., M.Hum., Dr. Dian Agus Widiarso, S.T., M.T
Lokasi KKN: Desa Panekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri





