Surabaya, JurnalPost.com - Persoalan sampah plastik di kawasan pesisir menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar dosen Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur di kawasan ekowisata mangrove Surabaya Timur, Kamis (16/7/2026).
Melalui kegiatan bertajuk International Community Service, para dosen bersama mahasiswa, peserta internasional, dan pengelola kawasan mangrove melakukan aksi pembersihan sampah sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama International Office UPN “Veteran” Jawa Timur tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam menghadapi persoalan lingkungan, khususnya pencemaran sampah yang dapat mengancam kelestarian ekosistem mangrove.
Sampah Plastik Menjadi Ancaman bagi Ekosistem Mangrove
Sebelum memulai aksi pembersihan, peserta mengikuti pengarahan dan sesi edukasi mengenai dampak sampah terhadap lingkungan mangrove.
Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman tentang bagaimana sampah, terutama plastik, dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir.
Sampah yang terbawa arus air dan tersangkut di antara akar mangrove berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman, mengganggu kehidupan biota pesisir, serta menurunkan kualitas lingkungan.
Selain berdampak terhadap ekosistem, penumpukan sampah juga dapat mengurangi kenyamanan pengunjung dan daya tarik kawasan mangrove sebagai destinasi ekowisata.
Setelah sesi edukasi, peserta turun langsung ke sejumlah area mangrove untuk memungut sampah menggunakan sarung tangan dan karung yang telah disiapkan.
Sampah yang ditemukan kemudian dikumpulkan dan dipilah untuk penanganan lebih lanjut. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya dengan memungut sampah, tetapi juga perlu disertai kebiasaan mengurangi, memilah, dan membuang sampah secara bertanggung jawab.
Mendorong Kepedulian Lingkungan yang Berkelanjutan
Aksi pembersihan kawasan mangrove ini tidak hanya berfokus pada kondisi kebersihan lingkungan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran jangka panjang.
Tim pengabdian berharap pengalaman turun langsung ke lapangan dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap persoalan sampah, khususnya di wilayah pesisir.

Keterlibatan peserta internasional juga memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan memperluas pemahaman mengenai pentingnya pelestarian lingkungan.
Dari perspektif keilmuan akuntansi, kegiatan tersebut turut membuka peluang pengembangan pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Sampah yang telah dipilah, misalnya, berpotensi dikelola melalui sistem pencatatan dan pengelolaan nilai ekonomi secara lebih terstruktur. Pendekatan ini dapat menjadi salah satu peluang pemberdayaan masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat dikaitkan dengan pengelolaan sumber daya dan pengembangan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan pembersihan sampah dan edukasi lingkungan di kawasan mangrove Surabaya Timur juga berkaitan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui kegiatan edukasi, peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung tentang perlindungan lingkungan, yang sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Upaya mengurangi sampah di kawasan pesisir turut mendukung SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Sementara itu, edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah berkaitan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Menjaga kebersihan kawasan mangrove juga memiliki hubungan dengan SDG 14 (Ekosistem Lautan) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) karena ekosistem mangrove merupakan habitat penting bagi berbagai jenis organisme pesisir.
Adapun kerja sama antara perguruan tinggi, pengelola kawasan mangrove, dan peserta internasional mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Menjadi Sarana Pembelajaran Mahasiswa di Luar Kampus
Selain membawa manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa melalui pengalaman langsung di masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan sejalan dengan semangat Indikator Kinerja Utama (IKU) 2, yang menekankan pengalaman belajar di luar kampus.
Partisipasi dosen dalam program pengabdian kepada masyarakat juga berkaitan dengan IKU 3, sedangkan potensi pemanfaatan hasil kegiatan oleh masyarakat dan pengakuan di tingkat internasional memiliki relevansi dengan IKU 5.
Kolaborasi bersama pengelola mangrove dan International Office turut memperkuat kemitraan yang berkaitan dengan IKU 6. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama mencerminkan pendekatan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif sebagaimana ditekankan dalam IKU 7.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan, tetapi juga berkesempatan menghadapi persoalan nyata di masyarakat.
Aksi pembersihan sampah di kawasan mangrove Surabaya Timur sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Kesadaran untuk menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab menjadi langkah penting agar kawasan mangrove tetap terjaga sebagai habitat pesisir dan ruang ekowisata bagi masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda