Penulis: Deni Frans Sakka, M.Biotech.
Takalar, JurnalPost.com – Upaya meningkatkan produktivitas padi melalui pendekatan bioteknologi terus dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Salah satunya dilakukan melalui penelitian kerja sama antara King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Mulawarman (UNMUL) yang dilaksanakan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Penelitian bertajuk “Optimasi Dosis dan Strategi Aplikasi Biostimulan Berbasis Spirulina untuk Meningkatkan Produktivitas Padi” ini dipimpin oleh Prof. Dr. Alimuddin Ali, M.Si dari Universitas Negeri Makassar. Tim penelitian juga melibatkan Mohammad Padri, Ph.D dari KAUST dan Ananda Nuryadi Pratama, Ph.D dari Universitas Mulawarman.
Kegiatan penelitian dilaksanakan di Pa’bentengan, Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Bioteknologi UNM secara langsung dalam berbagai tahapan penelitian.
Salah satu aspek menarik dari penelitian ini adalah pemanfaatan ekstrak Spirulina sebagai biostimulan tanaman. Spirulina selama ini lebih dikenal sebagai mikroalga yang memiliki kandungan nutrien dan senyawa bioaktif. Dalam penelitian ini, potensinya dikaji lebih lanjut sebagai bahan biostimulan yang dapat membantu mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi.
Berbeda dengan pendekatan yang hanya berfokus pada pemberian unsur hara, biostimulan diarahkan untuk membantu meningkatkan proses fisiologis tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara lebih optimal. Karena itu, penelitian ini tidak hanya melihat apakah biostimulan dapat memberikan pengaruh terhadap tanaman, tetapi juga berupaya menentukan dosis dan strategi aplikasi yang paling sesuai.
Menghubungkan Bioteknologi dengan Pertanian
Penelitian ini menjadi salah satu contoh bagaimana ilmu bioteknologi dapat diterapkan secara langsung pada sektor pertanian. Pemanfaatan sumber daya biologis seperti Spirulina membuka peluang untuk mengembangkan pendekatan budidaya yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Melalui penelitian ini, tim berupaya memperoleh informasi mengenai respons tanaman padi terhadap aplikasi ekstrak Spirulina pada kondisi lapangan. Pengamatan dilakukan secara sistematis untuk melihat perkembangan tanaman dan berbagai parameter pertumbuhan serta produksi.
Kegiatan lapangan juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa. Mahasiswa Bioteknologi UNM tidak hanya terlibat sebagai pengamat, tetapi ikut menjalankan berbagai aktivitas penelitian, mulai dari aplikasi biostimulan, pengambilan data, pengamatan pertumbuhan tanaman hingga analisis di laboratorium.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami bahwa penelitian bioteknologi tidak berhenti di laboratorium. Hasil dan konsep yang diperoleh dari laboratorium perlu diuji dan dikembangkan dalam kondisi nyata agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi Internasional dan Penguatan Kompetensi Mahasiswa
Kolaborasi antara KAUST, UNM, dan UNMUL dalam penelitian ini juga menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas riset. Keterlibatan peneliti dari institusi yang berbeda memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pendekatan dalam pengembangan teknologi biostimulan.
Bagi mahasiswa, kolaborasi tersebut memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam lingkungan penelitian yang lebih luas. Mereka dapat terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari tahap aplikasi di lapangan hingga pengolahan dan analisis data.
Pengalaman seperti ini penting bagi mahasiswa Bioteknologi karena mempertemukan berbagai bidang ilmu, mulai dari biologi, mikrobiologi, biokimia, hingga penerapan teknologi hayati dalam bidang pertanian.
Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Penelitian ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui tiga aspek utama. Pemanfaatan biostimulan berbasis Spirulina untuk meningkatkan produktivitas padi sejalan dengan SDG 2: Zero Hunger, khususnya dalam mendukung pertanian produktif dan berkelanjutan serta ketahanan pangan.
Keterlibatan mahasiswa Bioteknologi UNM dalam aplikasi, pengamatan, pengambilan data, hingga analisis laboratorium mendukung SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis riset dan pengalaman langsung di lapangan. Sementara itu, kolaborasi KAUST, UNM, dan UNMUL mencerminkan SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan jejaring riset, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi lintas institusi dan negara. Dengan demikian, penelitian ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan riset, pendidikan, inovasi, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Dari Takalar untuk Pertanian Berkelanjutan
Pelaksanaan penelitian di Takalar menjadi langkah penting untuk menguji inovasi bioteknologi dalam kondisi pertanian nyata. Melalui optimasi dosis dan strategi aplikasi, penelitian ini diharapkan menghasilkan informasi mengenai potensi ekstrak Spirulina sebagai biostimulan untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas padi.
Lebih dari sekadar penelitian, kegiatan ini mempertemukan bioteknologi, pendidikan, dan kolaborasi internasional. Keterlibatan mahasiswa Bioteknologi UNM memberikan pengalaman langsung dari lapangan hingga laboratorium, sementara kolaborasi KAUST, UNM, dan UNMUL memperkuat jejaring riset. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan bioteknologi dari laboratorium ke sawah untuk pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda