OGAN ILIR, JurnalPost — Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir terus mendorong transformasi pelayanan dan tata kelola pemerintahan melalui pengembangan inovasi di lingkungan organisasi. Salah satunya dilakukan Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) dengan menghadirkan dua inovasi, yakni BETAJI atau Belajar Tambah Aji dan SIGODAS SDK atau Sistem Google Drive Bidang Sumber Daya Kesehatan.
Meski dikembangkan untuk menjawab persoalan yang berbeda, kedua inovasi tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta membangun sistem kerja yang lebih efektif, efisien, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
BETAJI Dorong Budaya Belajar Tenaga Kesehatan
BETAJI dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan. Program ini berangkat dari sejumlah tantangan dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi, seperti keterbatasan kuota pelatihan, biaya, lokasi, hingga jadwal kegiatan yang terkadang berbenturan dengan tugas pelayanan.
Di sisi lain, lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir memiliki banyak tenaga kesehatan dengan pengalaman, keahlian, dan praktik baik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi pegawai lainnya.
Potensi tersebut kemudian dikembangkan melalui BETAJI sebagai model pembelajaran yang mengoptimalkan sumber daya internal organisasi.
Melalui program ini, tenaga kesehatan tidak hanya berperan sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi narasumber untuk membagikan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, maupun praktik baik kepada rekan kerja lainnya.
Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan melalui pertemuan daring, diskusi kasus kesehatan, hingga kegiatan berbagi pengetahuan atau knowledge sharing yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kesehatan di lapangan.
Pemanfaatan teknologi membuat proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan dapat menjangkau tenaga kesehatan di berbagai wilayah, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan konvensional.
Dalam penerapannya, kegiatan BETAJI diarahkan berlangsung secara rutin dan terjadwal sehingga pengembangan kompetensi tidak hanya bergantung pada pelatihan eksternal.
Program tersebut juga diarahkan untuk membangun budaya belajar dan berbagi pengetahuan di lingkungan kerja. Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut terlibat dalam proses transfer pengetahuan di dalam organisasi.
Penerapan BETAJI turut mendorong terbentuknya kegiatan pembelajaran daring yang lebih terstruktur, meningkatnya keterlibatan ASN sebagai narasumber internal, serta tersedianya materi pembelajaran yang berasal dari pengalaman dan praktik kerja di lapangan.
Dengan pola tersebut, proses peningkatan kapasitas pegawai diharapkan dapat berjalan lebih berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
SIGODAS SDK Digitalisasi Pengelolaan Dokumen
Selain pengembangan kompetensi sumber daya manusia, Bidang SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir juga melakukan pembenahan dalam pengelolaan administrasi melalui inovasi SIGODAS SDK.
SIGODAS SDK dikembangkan untuk mengatasi pengelolaan dokumen yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional dan belum sepenuhnya terintegrasi.
Berbagai dokumen, seperti pengajuan renovasi puskesmas, data sarana dan prasarana, laporan kegiatan, serta dokumen pendukung lainnya sebelumnya tersimpan di sejumlah media berbeda.
Kondisi tersebut berpotensi membuat proses pencarian, penelusuran, dan distribusi dokumen membutuhkan waktu lebih lama. Penyimpanan yang tersebar juga meningkatkan risiko dokumen sulit ditemukan, rusak, atau tidak tersedia saat dibutuhkan.
Melalui SIGODAS SDK, dokumen Bidang Sumber Daya Kesehatan mulai dikelola secara digital menggunakan Google Drive sebagai media penyimpanan terpusat.
Dokumen disusun menggunakan struktur folder dan klasifikasi yang lebih sistematis sehingga pegawai dapat menyimpan, mencari, mengakses, serta mendistribusikan dokumen dengan lebih mudah sesuai kewenangan dan kebutuhan masing-masing.
Implementasi SIGODAS SDK dilakukan secara bertahap, mulai dari penjaringan gagasan, penyusunan sistem, uji coba, hingga penerapan yang lebih luas.
Monitoring dan evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penggunaan sistem. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk melakukan penyempurnaan pengelolaan dokumen secara berkelanjutan.
Penerapan SIGODAS SDK telah mendorong perubahan pada pola pengarsipan di Bidang SDK. Dokumen yang sebelumnya tersebar mulai terdigitalisasi dan ditempatkan dalam penyimpanan terpusat dengan struktur yang lebih terstandar.
Akses terhadap dokumen pun dapat dilakukan dengan lebih cepat dan secara real-time oleh pihak yang memiliki kewenangan, sehingga membantu memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpegawai.
Digitalisasi tersebut juga mendukung pengurangan penggunaan dokumen berbasis kertas serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan arsip dan data.
SIGODAS SDK sekaligus menjadi salah satu bentuk dukungan Bidang SDK terhadap penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir.
Dua Inovasi untuk Mendukung Transformasi Dinkes Ogan Ilir
Kehadiran BETAJI dan SIGODAS SDK menunjukkan bahwa inovasi dalam sektor kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Pengembangan kualitas sumber daya manusia serta pembenahan tata kelola internal juga menjadi unsur penting dalam membangun organisasi pelayanan kesehatan yang profesional, efektif, dan berkelanjutan.
BETAJI berfokus pada peningkatan kompetensi serta pembentukan budaya belajar tenaga kesehatan, sedangkan SIGODAS SDK diarahkan pada digitalisasi administrasi dan pengelolaan dokumen.
Kedua inovasi tersebut saling melengkapi dalam mendukung peningkatan efektivitas kerja Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir.
Melalui inovasi yang sederhana dan tepat guna, Bidang SDK berupaya menciptakan lingkungan kerja yang semakin adaptif, kolaboratif, serta memanfaatkan teknologi dalam proses administrasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Pengembangan BETAJI dan SIGODAS SDK diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi organisasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Ogan Ilir.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda