OGAN ILIR, JurnalPost.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir terus memperkuat pengelolaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan melalui sejumlah inovasi monitoring yang memanfaatkan teknologi sederhana namun terstruktur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya daerah merespons sejumlah isu strategis Kementerian Kesehatan, mulai dari transformasi digital sektor kesehatan, peningkatan akuntabilitas data fasilitas kesehatan, ketersediaan data secara real-time untuk mendukung pengambilan kebijakan, peningkatan mutu pelayanan Puskesmas, hingga penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis teknologi.
Untuk mempercepat proses tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir mengembangkan inovasi GEMOI PAK atau Gerakan Monitoring ASPAK Puskesmas.
Program ini menggunakan Digital Monitoring System berupa dashboard monitoring ASPAK berbasis Google Spreadsheet maupun aplikasi sederhana. Sistem tersebut memungkinkan data diperbarui secara berkala oleh masing-masing Puskesmas.
Selain pembaruan data, GEMOI PAK dilengkapi dengan reminder system berupa pengingat rutin melalui WhatsApp Group, bot sederhana, serta notifikasi jadwal penginputan data. Dinas Kesehatan juga melakukan supervisi aktif untuk memastikan proses pembaruan dan validasi data berjalan secara konsisten.
“GEMOI PAK dikembangkan dengan pendekatan yang sederhana, tetapi sistematis. Data dapat dipantau secara berkala, Puskesmas mendapatkan pengingat untuk melakukan pembaruan, dan supervisi dapat dilakukan secara lebih aktif,” demikian keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir.
MAS-PHI Perkuat Monitoring Alat Kesehatan
Selain GEMOI PAK, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir juga menghadirkan inovasi MAS-PHI atau Monitoring Alkes SOPHI.
MAS-PHI dirancang untuk memperkuat monitoring alat kesehatan melalui sistem manual terstruktur dan terintegrasi. Berbeda dengan pola sebelumnya yang cenderung dilakukan secara sporadis, monitoring kini dilaksanakan secara terjadwal dengan menggunakan instrumen yang baku.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat proses pendataan, pemantauan kondisi alat kesehatan, hingga evaluasi kebutuhan fasilitas menjadi lebih sistematis.
“Monitoring tidak lagi dilakukan secara sporadis. MAS-PHI menghadirkan pola pemantauan yang terintegrasi, terjadwal, dan menggunakan instrumen baku sehingga kondisi alat kesehatan dapat diketahui dan dievaluasi dengan lebih baik,” jelas Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir.
Sistem yang lebih terstruktur juga membantu pengelola fasilitas kesehatan memperoleh gambaran mengenai kondisi sarana dan alat kesehatan secara lebih akurat. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas perencanaan maupun pengambilan keputusan.
Kolaborasi melalui KOLASE
Penguatan pengelolaan sarana kesehatan di Ogan Ilir juga didukung inovasi KOLASE atau Kolaborasi Spesialis.
Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, berbagai unsur terkait didorong untuk bekerja bersama dalam mendukung peningkatan kualitas pengelolaan fasilitas serta pelayanan kesehatan.

Kehadiran GEMOI PAK, MAS-PHI, dan KOLASE menunjukkan bahwa transformasi pengelolaan pelayanan kesehatan tidak selalu harus dimulai dengan sistem teknologi yang kompleks dan berbiaya besar.
Pemanfaatan perangkat yang relatif sederhana seperti Google Spreadsheet, WhatsApp, sistem pengingat, serta instrumen monitoring terstruktur justru dapat memberikan dampak apabila diterapkan secara konsisten dan terintegrasi.
“Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pengelolaan data sarana dan prasarana kesehatan, tetapi juga meningkatkan kinerja organisasi dan memberikan dampak nyata terhadap pelayanan kepada masyarakat,” lanjut Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir.
Pada akhirnya, pengelolaan data yang lebih tertib dan sistem monitoring yang lebih baik diharapkan membantu pemerintah daerah mengetahui kondisi fasilitas kesehatan secara lebih cepat.
Informasi tersebut menjadi penting untuk menentukan kebutuhan sarana, melakukan evaluasi, serta mengambil langkah perbaikan secara tepat.
Dengan pengelolaan fasilitas yang semakin efektif, masyarakat Kabupaten Ogan Ilir diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal, cepat, dan berkualitas.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda