OGAN ILIR, JurnalPost.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Kesehatan terus mendorong inovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memperkuat tata kelola sumber daya manusia kesehatan, serta memberikan akses pelayanan yang semakin mudah dan cepat bagi masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui tiga inovasi utama, yakni CEKAT OI, LEMPOK-ES, dan NGEGAS DOK. Ketiganya dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan berbagai persoalan yang ditemukan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Kabupaten Ogan Ilir.
CEKAT OI Permudah Aktivasi Kepesertaan JKN
CEKAT OI atau Cek Kepesertaan JKN dan Aktivasi Terpadu dikembangkan untuk mengatasi masih ditemukannya masyarakat dengan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak aktif. Meski cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Ogan Ilir telah mendekati target Universal Health Coverage (UHC), sebagian masyarakat masih mengalami kendala status kepesertaan akibat persoalan administrasi, ekonomi, keterbatasan akses di wilayah desa, hingga belum optimalnya integrasi data kependudukan dengan data kepesertaan JKN. Status JKN yang tidak aktif berpotensi menjadi hambatan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan. Melalui CEKAT OI, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir menerapkan pendekatan jemput bola, integrasi data, serta kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pengecekan dan proses aktivasi kepesertaan. Dengan sistem tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya tercatat sebagai peserta JKN, tetapi juga memiliki status kepesertaan aktif sehingga manfaat jaminan kesehatan dapat digunakan saat membutuhkan layanan medis.LEMPOK-ES Digitalisasi Data Sumber Daya Kesehatan
Selain meningkatkan akses masyarakat terhadap jaminan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir juga melakukan pembenahan dalam tata kelola data dan dokumen melalui inovasi LEMPOK-ES. Inovasi ini dikembangkan untuk menciptakan sistem pengelolaan data dan dokumen sumber daya kesehatan yang lebih efektif, tertib, terstruktur, serta mudah diakses. Sebelumnya, pendataan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan masih dilakukan secara manual. Dinas Kesehatan harus meminta data secara langsung kepada UPT Puskesmas di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Mekanisme tersebut membuat proses pengumpulan, pencarian, pembaruan hingga penyajian informasi membutuhkan waktu dan koordinasi yang relatif panjang. LEMPOK-ES kemudian menghadirkan sistem pengelolaan dokumen secara digital dengan mengoptimalkan platform Google Drive. Digitalisasi tidak hanya diterapkan untuk memindahkan dokumen dari bentuk manual ke elektronik. Dinas Kesehatan juga membangun tata kelola dokumen yang lebih terstandar melalui klasifikasi folder secara sistematis, penamaan dokumen yang seragam, serta pembagian hak akses berdasarkan kewenangan pengguna. Dengan mekanisme tersebut, dokumen dapat disimpan secara lebih rapi, mudah ditelusuri serta diakses dengan cepat dan real-time sesuai kebutuhan. LEMPOK-ES sekaligus memperkuat kolaborasi antarpersonel karena dokumen dapat dikelola bersama oleh pegawai sesuai kewenangannya. Pengelolaan data pun tidak lagi bergantung kepada satu orang atau satu pihak. Sistem ini juga diharapkan meningkatkan akuntabilitas, mengurangi risiko kehilangan maupun duplikasi dokumen, sekaligus mempermudah proses pembaruan informasi.NGEGAS DOK Dorong Pengembangan Spesialisasi Dokter
Pengelolaan data sumber daya kesehatan yang semakin baik selanjutnya menjadi salah satu dasar dalam menyusun kebutuhan dan pengembangan tenaga kesehatan di Kabupaten Ogan Ilir. Dalam konteks tersebut, Dinas Kesehatan menghadirkan inovasi NGEGAS DOK atau Ngembangin Gelar dan Spesialisasi Dokter. Program tersebut dirancang untuk mendorong dokter meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, pengembangan gelar akademik, maupun pendidikan spesialisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan daerah. Ketersediaan dokter dengan kompetensi dan spesialisasi yang tepat dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, pengembangan dokter perlu dilakukan secara terencana, mulai dari identifikasi kebutuhan daerah, pendataan dokter, penyediaan informasi mengenai pendidikan dan spesialisasi, fasilitasi komunikasi hingga pemantauan perkembangan dokter yang sedang mengikuti pendidikan. Melalui NGEGAS DOK, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir berupaya menyelaraskan pengembangan kapasitas masing-masing dokter dengan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di daerah. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan dan spesialisasi tidak semata menjadi kebutuhan pengembangan individu dokter, tetapi sekaligus menjadi bagian dari strategi daerah dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan.Tiga Inovasi Saling Terintegrasi
CEKAT OI, LEMPOK-ES, dan NGEGAS DOK memiliki fokus berbeda, namun saling mendukung dalam membentuk sistem pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi.
CEKAT OI diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap jaminan kesehatan melalui peningkatan keaktifan kepesertaan JKN. LEMPOK-ES memperkuat pengelolaan data dan dokumen sumber daya kesehatan berbasis digital. Sementara NGEGAS DOK berorientasi pada peningkatan kompetensi dan spesialisasi dokter berdasarkan kebutuhan daerah.
Sinergi ketiga inovasi tersebut membuat pengembangan pelayanan kesehatan di Ogan Ilir tidak hanya berfokus pada pelayanan langsung kepada masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola, digitalisasi data dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan.
Inovasi tersebut sekaligus mendukung pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sumber daya manusia, mendorong transformasi digital serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, implementasinya juga selaras dengan nilai-nilai BerAKHLAK.
Orientasi pelayanan diterapkan melalui kemudahan masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Akuntabilitas diperkuat melalui pengelolaan data dan dokumen yang tertib. Nilai adaptif diterapkan melalui pemanfaatan teknologi digital, sementara aspek kolaboratif dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan, institusi pendidikan, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui CEKAT OI, LEMPOK-ES, dan NGEGAS DOK, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang mudah diakses, cepat, terintegrasi, berbasis data serta didukung tenaga kesehatan yang semakin kompeten.
Pengembangan inovasi secara berkelanjutan dan kolaboratif diharapkan mampu memberikan perubahan nyata dalam tata kelola kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Ogan Ilir.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda