RAPI TERINTEGRASI Permudah Monitoring Perizinan Tenaga Kesehatan
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah RAPI TERINTEGRASI atau Registrasi dan Administrasi Praktik Mandiri Terintegrasi. Inovasi ini mengintegrasikan monitoring data jejaring dan perizinan tenaga kesehatan serta tenaga medis melalui sistem pengingat otomatis. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan kolaboratif antara Dinas Kesehatan dan puskesmas. Media komunikasi yang populer seperti WhatsApp turut dimanfaatkan sebagai sarana kontrol kinerja, sementara dashboard visual digunakan untuk membantu proses evaluasi secara cepat. RAPI TERINTEGRASI diharapkan mampu mengatasi persoalan registrasi dan perizinan praktik mandiri tenaga medis maupun tenaga kesehatan yang sebelumnya belum terintegrasi secara optimal.GRESS Percepat Proses Rujukan Pasien
Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir juga menghadirkan GRESS atau Gerakan Rujukan Ekspres Sigap. Inovasi ini menggunakan format digital maupun manual untuk mempercepat proses rujukan pasien, terutama dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. GRESS menyediakan informasi mengenai ketersediaan layanan dan tempat tidur secara real-time sehingga tenaga kesehatan dapat menentukan fasilitas rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien. Sistem tersebut juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data dengan melibatkan fasilitas kesehatan, lintas sektor, dan masyarakat. Melalui GRESS, waktu tunggu atau response time dalam penanganan kasus rujukan diharapkan dapat ditekan. Pasien juga dapat diarahkan menuju fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya sehingga koordinasi antarfasilitas kesehatan menjadi lebih efektif.TEKO-SP Buka Akses Konsultasi Dokter Spesialis
Kondisi geografis Kabupaten Ogan Ilir yang memiliki banyak wilayah pedesaan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Sejumlah wilayah masih memiliki akses yang cukup jauh menuju Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau rumah sakit. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik. Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir mengembangkan TEKO-SP atau Telekonsultasi Spesialis.
Layanan ini memanfaatkan aplikasi KOMEN Kementerian Kesehatan yang memungkinkan tenaga kesehatan melakukan komunikasi dan konsultasi melalui fitur percakapan maupun panggilan video.
Melalui sistem tersebut, konsultasi dengan tenaga spesialis dapat dilakukan tanpa selalu mengharuskan pasien melakukan perjalanan jauh ke rumah sakit.
Data rekam medis pasien dalam layanan tersebut juga terintegrasi dengan platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan sehingga pengelolaan informasi kesehatan pasien dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda