Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  2. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Digitalisasi Pasar Lewat Pasar.id, Pedagang Bojonegoro Masih Menanti Dampak pada Omzet

Digitalisasi Pasar Lewat Pasar.id, Pedagang Bojonegoro Masih Menanti Dampak pada Omzet

L
Penulis: Lizza Arnofia Choirunisa
07 Oktober 2026, 14.11 WITA Editor: Rafi Adinata
4 menit baca
Digitalisasi Pasar

Bojonegoro, Aktualita.co — Kehadiran platform digital Pasar.id dinilai membuka peluang baru bagi pedagang pasar tradisional di Bojonegoro untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Namun, manfaat digitalisasi tersebut dinilai belum otomatis berbanding lurus dengan peningkatan omzet pedagang.

Jasman, salah satu pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, mengatakan pemanfaatan platform digital merupakan langkah positif untuk memperkenalkan pasar tradisional kepada masyarakat yang kini semakin terbiasa menggunakan teknologi.

IKLAN

“Kalau untuk memperkenalkan pasar ke masyarakat yang lebih luas memang bagus. Sekarang banyak orang sudah terbiasa menggunakan aplikasi dan pembayaran digital. Tapi untuk pedagang pasar tradisional, hasilnya belum tentu langsung terasa,” ujar Jasman.

Pasar Tradisional
Baca Juga

Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

Menurutnya, sebagian besar pembeli yang datang ke lapaknya masih merupakan pelanggan tetap yang memilih bertransaksi secara langsung.

Bagi sebagian konsumen, berbelanja di pasar tidak hanya berkaitan dengan membeli kebutuhan. Mereka juga ingin melihat kondisi barang secara langsung, membandingkan produk, hingga berinteraksi dengan pedagang.

Kebiasaan tersebut menjadi salah satu alasan transaksi konvensional masih mendominasi aktivitas jual beli di pasar tradisional.

Kemampuan Digital Pedagang Jadi Tantangan

Jasman menilai tantangan digitalisasi pasar tidak berhenti pada tersedianya aplikasi. Kemampuan pedagang dalam menggunakan teknologi juga menjadi faktor penting.

pedangan
Baca Juga

Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

Tidak semua pedagang terbiasa mengoperasikan aplikasi, mengelola pesanan daring, maupun menggunakan sistem pembayaran digital.

“Pedagang yang sudah terbiasa menggunakan telepon pintar mungkin lebih mudah menyesuaikan diri. Tapi bagi pedagang yang usianya sudah lanjut, tentu perlu pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan,” katanya.

Menurut dia, pendampingan dibutuhkan agar digitalisasi tidak hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil pedagang yang telah terbiasa dengan teknologi.

IKLAN

Tanpa pelatihan yang memadai, kesenjangan kemampuan digital berpotensi membuat pemanfaatan platform belum berjalan maksimal.

QRIS Shopping at Pasar.id
Baca Juga

Belanja Sayur dan Kebutuhan Dapur Kini Bisa Lewat Pasar.id, Pembayaran Lebih Praktis dengan QRIS

Internet, Pengiriman, dan Promosi Juga Menentukan

Selain kemampuan pedagang, keberhasilan digitalisasi pasar juga bergantung pada sejumlah faktor pendukung.

Jaringan internet yang stabil, sistem pengiriman barang, kemudahan pembayaran, hingga promosi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transaksi digital.

Jika aspek tersebut belum berjalan optimal, platform digital dikhawatirkan hanya menjadi fasilitas tambahan tanpa memberikan dampak signifikan terhadap penjualan pedagang.

Di sisi lain, digitalisasi dinilai tetap memiliki potensi untuk memperluas jangkauan pasar, terutama bagi konsumen yang tidak memiliki waktu untuk datang langsung ke pasar.

Platform digital juga dapat menjadi alternatif bagi pasar tradisional untuk beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengandalkan layanan daring.

Digitalisasi Diharapkan Tak Hilangkan Karakter Pasar

Jasman berharap pengembangan digitalisasi pasar tetap memperhatikan karakter khas pasar tradisional.

Menurutnya, inovasi teknologi seharusnya menjadi sarana untuk menambah pelanggan dan mempermudah transaksi, bukan menggantikan sepenuhnya pola interaksi yang selama ini menjadi daya tarik pasar.

“Inovasi tersebut akan lebih bermanfaat apabila mampu membantu pedagang memperoleh pelanggan baru tanpa menghilangkan karakter khas pasar tradisional yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka,” ujarnya.

Digitalisasi pasar pada akhirnya membutuhkan proses adaptasi, baik dari sisi pedagang maupun konsumen. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada keberadaan aplikasi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan ekosistem pendukung di lapangan.

Bagi pedagang di Bojonegoro, kehadiran Pasar.id menjadi peluang yang masih terus diuji. Harapannya, pemanfaatan teknologi tersebut nantinya tidak hanya meningkatkan akses pasar, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pendapatan pedagang.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/digitalisasi-pasar-lewat-pasarid-pedagang-bojonegoro-masih-menanti-dampak-pada-omzet/98047/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #Bojonegoro
  • #Digitalisasi Pasar
  • #Pasar Tradisional
  • #Pasar.id
  • #Pedagang
  • #ekonomi digital
  • #omzet

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  3. 3

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  4. 4

    Biaya yang Tak Masuk Inflasi

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.