Bojonegoro, Aktualita.co — Kehadiran platform digital Pasar.id dinilai membuka peluang baru bagi pedagang pasar tradisional di Bojonegoro untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Namun, manfaat digitalisasi tersebut dinilai belum otomatis berbanding lurus dengan peningkatan omzet pedagang.
Jasman, salah satu pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, mengatakan pemanfaatan platform digital merupakan langkah positif untuk memperkenalkan pasar tradisional kepada masyarakat yang kini semakin terbiasa menggunakan teknologi.
“Kalau untuk memperkenalkan pasar ke masyarakat yang lebih luas memang bagus. Sekarang banyak orang sudah terbiasa menggunakan aplikasi dan pembayaran digital. Tapi untuk pedagang pasar tradisional, hasilnya belum tentu langsung terasa,” ujar Jasman.
Menurutnya, sebagian besar pembeli yang datang ke lapaknya masih merupakan pelanggan tetap yang memilih bertransaksi secara langsung.
Bagi sebagian konsumen, berbelanja di pasar tidak hanya berkaitan dengan membeli kebutuhan. Mereka juga ingin melihat kondisi barang secara langsung, membandingkan produk, hingga berinteraksi dengan pedagang.
Kebiasaan tersebut menjadi salah satu alasan transaksi konvensional masih mendominasi aktivitas jual beli di pasar tradisional.
Kemampuan Digital Pedagang Jadi Tantangan
Jasman menilai tantangan digitalisasi pasar tidak berhenti pada tersedianya aplikasi. Kemampuan pedagang dalam menggunakan teknologi juga menjadi faktor penting.
Tidak semua pedagang terbiasa mengoperasikan aplikasi, mengelola pesanan daring, maupun menggunakan sistem pembayaran digital.
“Pedagang yang sudah terbiasa menggunakan telepon pintar mungkin lebih mudah menyesuaikan diri. Tapi bagi pedagang yang usianya sudah lanjut, tentu perlu pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan,” katanya.
Menurut dia, pendampingan dibutuhkan agar digitalisasi tidak hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil pedagang yang telah terbiasa dengan teknologi.
Tanpa pelatihan yang memadai, kesenjangan kemampuan digital berpotensi membuat pemanfaatan platform belum berjalan maksimal.
Internet, Pengiriman, dan Promosi Juga Menentukan
Selain kemampuan pedagang, keberhasilan digitalisasi pasar juga bergantung pada sejumlah faktor pendukung.
Jaringan internet yang stabil, sistem pengiriman barang, kemudahan pembayaran, hingga promosi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transaksi digital.
Jika aspek tersebut belum berjalan optimal, platform digital dikhawatirkan hanya menjadi fasilitas tambahan tanpa memberikan dampak signifikan terhadap penjualan pedagang.
Di sisi lain, digitalisasi dinilai tetap memiliki potensi untuk memperluas jangkauan pasar, terutama bagi konsumen yang tidak memiliki waktu untuk datang langsung ke pasar.
Platform digital juga dapat menjadi alternatif bagi pasar tradisional untuk beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengandalkan layanan daring.
Digitalisasi Diharapkan Tak Hilangkan Karakter Pasar
Jasman berharap pengembangan digitalisasi pasar tetap memperhatikan karakter khas pasar tradisional.
Menurutnya, inovasi teknologi seharusnya menjadi sarana untuk menambah pelanggan dan mempermudah transaksi, bukan menggantikan sepenuhnya pola interaksi yang selama ini menjadi daya tarik pasar.
“Inovasi tersebut akan lebih bermanfaat apabila mampu membantu pedagang memperoleh pelanggan baru tanpa menghilangkan karakter khas pasar tradisional yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka,” ujarnya.
Digitalisasi pasar pada akhirnya membutuhkan proses adaptasi, baik dari sisi pedagang maupun konsumen. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada keberadaan aplikasi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan ekosistem pendukung di lapangan.
Bagi pedagang di Bojonegoro, kehadiran Pasar.id menjadi peluang yang masih terus diuji. Harapannya, pemanfaatan teknologi tersebut nantinya tidak hanya meningkatkan akses pasar, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pendapatan pedagang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda