BOJONEGORO, JurnalPost.com – Digitalisasi pasar tradisional melalui platform New Pasar.id dinilai membuka peluang baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran platform yang menghubungkan pedagang dan pembeli secara daring tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk lokal tanpa hanya bergantung pada penjualan langsung di lapak pasar.
Pelaku UMKM makanan ringan asal Kecamatan Kalitidu, Susi Liniswati, menilai keberadaan platform digital seperti New Pasar.id dapat menjadi alternatif pemasaran yang menjanjikan bagi usaha kecil.
Menurutnya, selama ini masih banyak pelaku UMKM yang mengandalkan penjualan dari pelanggan sekitar maupun pesanan langsung.
“Kalau produk UMKM bisa masuk platform digital seperti New Pasar.id, tentu peluang pasarnya lebih luas. Pembeli tidak harus datang langsung ke toko atau pasar, tetapi bisa melihat produk melalui aplikasi. Ini menjadi kesempatan bagi usaha kecil untuk dikenal lebih banyak konsumen,” ujar Susi, Kamis (1/10/2026).
Pemilik usaha rempeyek kacang tersebut menambahkan, digitalisasi juga mendorong pelaku usaha untuk lebih tertib dalam mengelola produk, mulai dari pengemasan hingga ketersediaan stok barang.
Selain itu, pelaku UMKM dituntut terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar digital yang lebih terbuka.
Pendapat serupa disampaikan Mafianto, pedagang kelontong di Pasar Banjarejo, Bojonegoro. Menurutnya, platform digital memberi peluang tambahan bagi pedagang karena penjualan tidak lagi hanya mengandalkan konsumen yang datang langsung ke pasar.
“Kalau diibaratkan, pedagang memiliki dua toko sekaligus, yaitu toko fisik dan toko virtual. Jadi peluang transaksi bisa datang dari pembeli yang berada di luar pasar. Bagi pedagang maupun UMKM, ini tentu menguntungkan karena jangkauan pelanggan menjadi lebih luas,” katanya.
Mafianto menilai perubahan perilaku konsumen yang semakin akrab dengan transaksi digital perlu direspons oleh pedagang dan pelaku UMKM.
Dengan memanfaatkan platform digital, pelaku usaha berpeluang menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit diakses melalui pola penjualan konvensional.
Selain memperluas pasar, keberadaan platform digital juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi transaksi. Pembeli dapat melakukan pemesanan dengan lebih praktis, sementara pedagang memperoleh alternatif saluran pemasaran yang berpotensi meningkatkan omzet usaha.
Bagi UMKM di Bojonegoro, peluang tersebut cukup besar mengingat daerah ini memiliki beragam produk unggulan, mulai dari makanan olahan, kerajinan, hingga produk rumah tangga yang selama ini sebagian besar dipasarkan secara lokal.
Kehadiran marketplace berbasis pasar tradisional diharapkan dapat menjadi jembatan bagi produk-produk tersebut untuk dikenal oleh konsumen yang lebih luas.
Meski demikian, para pelaku usaha berharap pendampingan dan sosialisasi mengenai penggunaan platform digital terus dilakukan.
Langkah tersebut dinilai penting agar semakin banyak UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, baik dalam pemasaran, pengelolaan usaha, maupun pelayanan kepada konsumen.
Dengan semakin terbukanya akses pasar melalui platform digital, UMKM Bojonegoro diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pelanggan yang sudah ada, tetapi juga menjangkau konsumen baru serta meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda