Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Dibalik Tekanan Akademik, Kesehatan Mental Mahasiswa Menjadi Isu yang Terabaikan

Dibalik Tekanan Akademik, Kesehatan Mental Mahasiswa Menjadi Isu yang Terabaikan

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
13 Juni 2026, 13.11 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Tekanan Akademik

JurnalPost.com - Di prestasi akademik dan jadwal kuliah yang padat, jutaan mahasiswa menanggung beban yang tidak terlihat, sendirian dalam diam.

Saat alarm berbunyi di pagi hari, banyak mahasiswa terbangun bukan dengan semangat – melainkan dengan kecemasan yang sudah menunggu sejak malam sebelumnya. Tenggat tugas kuliah, ekspektasi orang tua, tekanan nilai akademik, dan tidak lupa dengan ketakutan akan masa depan menyatu menjadi beban yang sulit untuk diungkapkan apalagi ditanggung bersama.

IKLAN

Universitas kerap digambarkan sebagai fase untuk menentukan dalam kehidupan seseorang. Namun dibalik narasi “masa muda yang penuh potensi”, terdapat banyak realita tersembunyi yang jarang disorot: kesehatan mental mahasiswa sedang berada dalam krisis yang sunyi.

Tim FK UNNES
Baca Juga

Tim FK UNNES Edukasi Ergonomi Pekerja UMKM Donat di Blora

Di kampus, mahasiswa terbiasa mengukur segalanya dari segi nilai, IPK, jumlah SKS, hingga waktu wisuda. Tapi ada satu hal yang hampir tidak pernah kita hitung – seberapa banyak mahasiswa yang sesungguhnya tidak baik-baik saja.

Berita ini adalah upaya untuk mendengar apa yang selama ini tidak terucap. Untuk memberi ruang bagi suara-suara yang terlalu lama hanya bergema di kepala sendiri.

Di balik tuntutan akademik dan kehidupan kampus yang padat, isu terkait kesehatan mental mahasiswa semakin menjadi isu yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data Badan Konseling Mahasiswa (BKM) FISIP UI tahun 2024, sebanyak 36,5 % mahasiswa mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari kecemasan tingkat tinggi, depresi berat, hingga ke level sangat tinggi.

Kondisi tersebut diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Universitas Mulawarman pada tahun 2025 yang menunjukkan bahwa sekitar 15,5 juta remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, termasuk didalamnya mahasiswa.

FK UNNES
Baca Juga

FK UNNES Edukasi Pekerja Rentan soal Bahaya Paparan Industri

Masa perkuliahan yang seharusnya menjadi fase tempat mahasiswa mengembangkan diri, mendapatkan pengalaman dan mencari relasi justru sering kali diiringi dengan tekanan dan kecemasan yang dipendam sendiri oleh para mahasiswa. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesehatan mental di lingkungan pendidikan tidak lagi bisa dianggap sebagai isu sepele, dikarenakan dampaknya bisa sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan mahasiswa.

Tekanan Akademik

IKLAN

Faktor penyebab yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa cukup beragam. Salah satunya adalah beban akademik yang berat, seperti tugas, proyek, presentasi, dan ujian dengan tenggat waktu ketat yang dapat menyebabkan stres dan kelelahan mental. Selain itu, ekspektasi tinggi dari keluarga dan masyarakat membuat mahasiswa merasa takut gagal dan kehilangan rasa percaya diri.

“Persoalan mental health pada mahasiswa tidak bisa dipandang sebagai masalah individu semata. Fenomena kompleks ini dipengaruhi juga oleh tekanan sosial, psikologis, dan struktural yang saling berkaitan,” ujar Dr Yulina Eva Riani sebagai Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) Universitas IPB.

KKN Universitas Warmadewa
Baca Juga

KKN Universitas Warmadewa Perkuat Smart Village di Desa Mekar Bhuwana

“Tentunya faktor lain menambah tekanan akademis entah dari keluarga ataupun organisasi juga ekspektasi sosial sendiri membuat saya sangat tertekan bahkan lebih tertekan daripada ekspektasi dalam kegiatan akademik,” ucap salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam wawancara singkat pada Minggu (10/5/2026).

Persaingan antar mahasiswa juga menjadi faktor penting karena lingkungan yang kompetitif dan pengaruh media sosial sering membuat mahasiswa membandingkan diri dengan orang lain. Kurangnya kesadaran tentang kesehatan mental serta stigma untuk mencari bantuan profesional membuat banyak mahasiswa memendam masalah mereka sendiri. Di sisi lain, tekanan finansial akibat biaya kuliah dan kebutuhan hidup yang tinggi juga dapat menambah stres dan mengganggu fokus akademik mahasiswa.

Tekanan dan tantangan yang dialami mahasiswa ini dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka. Banyak mahasiswa yang mengalami stress, anxiety, dan burnout akibat tekanan yang terus menerus yang kemudian berdampak pada psikologis dan perilaku mereka, seperti overthinking, ketakutan akan kegagalan, kehilangan motivasi, dan kesulitan berkonsentrasi. Beberapa orang juga cenderung menunda-nunda pekerjaan atau menarik diri dari interaksi sosial karena merasa kelelahan secara mental dan emosional akibat terus menerus menghadapi tekanan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit mental yang lebih serius seperti depresi. Karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran akan kesehatan mental serta menyediakan akses ke layanan dukungan emosional untuk membantu mahasiswa menjaga kesehatan mental mereka serta mengatasi tekanan akademik dengan lebih efektif. Hal ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Good Health and Well-Being dan SDG 4 tentang Quality Education karena kesehatan mental yang baik merupakan bagian penting bagi suatu individu dalam menempuh proses pendidikan yang optimal.

Seiring meningkatnya tekanan akademik di perguruan tinggi, sejumlah universitas di Indonesia mulai mengadakan program dukungan sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap kesehatan mental mahasiswa. Di antara jajaran universitas tersebut meliputi Universitas Negeri Semarang, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Raharja. Adapun program-program yang dilakukan seperti layanan konseling gratis, pelatihan mindfulness, dan ruang relaksasi. Adanya program layanan ini diharapkan mampu mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.

“Menurut saya, di kampus saya sudah ada beberapa layanan kesehatan gratis yang diperuntukan untuk mahasiswa yang membutuhkan konseling. Seperti contohnya Fisip Wellnes Unit (FWU) yang fokus pada kesehatan mental dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus khususnya di UNDIP,” ujar salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) pada wawancara singkat Minggu (10/5/2026). UNNES, dll

Kesehatan mental bukanlah hal yang dapat dianggap remeh di tengah tekanan akademik dan kehidupan kampus yang padat. Faktor-faktor seperti beban tugas, ekspektasi keluarga, persaingan sosial, hingga tekanan finansial dapat menjadi penyebab masalah kesehatan mental pada mahasiswa. Kondisi ini menyebabkan banyak mahasiswa di Indonesia mengalami stres, anxiety, burnout, kehilangan motivasi, hingga gangguan mental yang lebih serius. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, dukungan dari lingkungan kampus, serta tersedianya layanan kesehatan mental menjadi hal yang penting untuk membantu mahasiswa menghadapi tekanan akademik.

Penulis: 1. Meisya Nabila Diyaana (2302040036) 2. Yasmin Alan Nooraliya (2302040041) 3. Fina Mazaya Zulfa (2302040048) 4. Refadina Putri Paramita (2302040059) 5. Hasanah Salsabila Rizkia (2302040063) 6. Clarida Zukhruf Miftahul Faza (2302040072) 7. ⁠Lutfiah Farah Rabani Lassintha (2302040180)

Organisasi: Universitas Negeri Semarang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dibalik-tekanan-akademik-kesehatan-mental-mahasiswa-menjadi-isu-yang-terabaikan/94424/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.15 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Universitas Negeri Semarang

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan
  2. 2

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  3. 3

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  4. 4

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  5. 5

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.