Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  2. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  5. Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Demonstrasi di Jakarta: Sudahkah Kita Memahami Hak dan Kewajiban?

Demonstrasi di Jakarta: Sudahkah Kita Memahami Hak dan Kewajiban?

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
04 September 2026, 13.07 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Suasana Pembelajaran Jarak Jauh
Suasana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Tarakanita 1 Jakarta melalui Zoom. Peserta didik mengikuti pembelajaran interaktif mengenai hak dan kewajiban warga negara dengan memanfaatkan teknologi digital.

Penulis: Yosua Charis Setyawan, S.Pd., Gr.
SMP Tarakanita 1 Jakarta – Pendidikan Pancasila

JurnalPost.com - Situasi Jakarta yang dinamis pada pertengahan Agustus 2026 menghadirkan pengalaman tersendiri bagi dunia pendidikan. Adanya aksi demonstrasi di sekitar gedung DPRD, disertai kondisi lalu lintas dan keamanan yang perlu mendapat perhatian, membuat SMP Tarakanita 1 Jakarta mengambil kebijakan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

IKLAN

Keputusan tersebut bukan sekadar memindahkan kegiatan belajar dari ruang kelas ke rumah. Lebih dari itu, kebijakan PJJ menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap keselamatan, kenyamanan, serta keberlangsungan proses pendidikan bagi peserta didik.

Intan Fitri Ardinasari
Baca Juga

Menjadi Warga Negara Cerdas dan Bertanggung Jawab melalui Pemahaman Hukum Tata Negara

Menariknya, situasi yang terjadi justru memberikan konteks nyata dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada materi mengenai hak dan kewajiban warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Peristiwa di sekitar peserta didik dapat menjadi media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hak dan kewajiban warga negara tidak lagi dipahami sebatas konsep yang tertulis di dalam buku pelajaran, melainkan sesuatu yang dapat diamati dan dirasakan langsung dalam kehidupan bermasyarakat.

Menghubungkan Materi dengan Realitas Kehidupan

Pembelajaran dilaksanakan melalui Zoom dengan memanfaatkan berbagai perangkat digital. Meski peserta didik mengikuti pelajaran dari rumah masing-masing, guru tetap berupaya membangun suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan interaktif.

Pada awal pembelajaran, guru terlebih dahulu menjelaskan alasan sekolah menerapkan PJJ. Peserta didik kemudian diajak memahami situasi yang sedang berlangsung di Jakarta secara proporsional.

Kontribusi HTN
Baca Juga

Kritis Bernalar, Matang Berkewarganegaraan: Kontribusi HTN dalam Membentuk Warga Negara yang Baik dan Cerdas di Indonesia

Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan pemantik. Peserta didik diajak berpikir mengenai hak apa saja yang dimiliki warga negara serta kewajiban apa yang harus dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam diskusi, peserta didik mengidentifikasi berbagai bentuk hak warga negara. Beberapa di antaranya adalah hak memperoleh pendidikan, hak menyampaikan pendapat, serta hak mendapatkan perlindungan.

Di sisi lain, mereka juga membahas sejumlah kewajiban, seperti menaati hukum, menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan bersama.

Dari sini, peserta didik mulai memahami bahwa hak dan kewajiban tidak dapat dipisahkan.

Siti Azzahra
Baca Juga

Kontribusi Hukum Tata Negara dalam Mewujudkan Smart and Good Citizenship di Indonesia

Hak Menyampaikan Pendapat Harus Disertai Tanggung Jawab

Pembelajaran menjadi semakin relevan ketika materi dikaitkan dengan realitas demokrasi.

Peserta didik diajak memahami bahwa menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari kehidupan demokratis. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan pandangannya.

Namun, penggunaan hak tersebut juga harus disertai tanggung jawab.

Kebebasan menyampaikan pendapat perlu dilaksanakan dengan tetap menghormati hukum, ketertiban umum, keselamatan, serta hak warga negara lainnya.

Dari pembahasan tersebut, peserta didik memperoleh pemahaman bahwa hak dan kewajiban merupakan dua unsur yang berjalan beriringan. Seseorang tidak dapat hanya menuntut pemenuhan hak tanpa menyadari tanggung jawab dan kewajibannya dalam kehidupan bersama.

Pembelajaran seperti ini menjadi penting karena Pendidikan Pancasila pada dasarnya tidak berhenti pada kemampuan menghafal pasal atau konsep kewarganegaraan.

Pendidikan Pancasila juga diharapkan mampu membentuk kesadaran peserta didik untuk menjadi warga negara yang kritis, bertanggung jawab, serta mampu menghargai kepentingan orang lain.

Pentingnya Sikap Kritis di Media Sosial

Situasi yang dinamis juga tidak dapat dilepaskan dari derasnya arus informasi di media sosial.

Berbagai informasi mengenai demonstrasi, kondisi keamanan, rekayasa lalu lintas, maupun kejadian lain dapat tersebar dalam hitungan detik. Tidak seluruh informasi tersebut selalu memiliki sumber yang jelas atau dapat dipertanggungjawabkan.

IKLAN

Karena itu, peserta didik diingatkan agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang mereka temukan.

Mereka diarahkan untuk memeriksa sumber informasi, membandingkan dengan pemberitaan atau keterangan yang kredibel, serta memahami konteks sebelum mengambil kesimpulan.

Kemampuan tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan kewarganegaraan pada era digital.

Menjadi warga negara yang bertanggung jawab saat ini tidak hanya berarti menaati aturan dalam kehidupan nyata, tetapi juga menunjukkan perilaku yang bijak dalam ruang digital.

Kahoot Membuat PJJ Lebih Interaktif

Untuk menjaga antusiasme peserta didik selama pembelajaran jarak jauh, guru menggunakan Kahoot sebagai media kuis interaktif sekaligus sarana evaluasi.

Peserta didik menjawab sejumlah pertanyaan melalui perangkat masing-masing secara langsung. Kehadiran unsur permainan dalam Kahoot membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Peserta didik juga terdorong untuk lebih aktif mengikuti pembelajaran karena dapat melihat perkembangan skor dan menjawab pertanyaan secara real time.

Bagi guru, hasil kuis tidak hanya menjadi nilai evaluasi. Data tersebut juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah memahami materi serta mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu diperkuat.

Dengan cara tersebut, penggunaan teknologi tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi benar-benar menjadi bagian dari strategi pembelajaran.

PJJ Tetap Memiliki Tantangan

Meski teknologi memberikan banyak kemudahan, pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh tetap memiliki tantangan tersendiri.

Kualitas jaringan internet setiap peserta didik tidak selalu sama. Ada pula perbedaan perangkat yang digunakan serta kondisi lingkungan rumah yang dapat memengaruhi konsentrasi selama proses belajar berlangsung.

Situasi tersebut membutuhkan fleksibilitas dari guru.

Toleransi terhadap kendala teknis serta penyediaan alternatif pembelajaran menjadi penting agar setiap peserta didik tetap memperoleh hak yang sama untuk mengikuti proses pendidikan secara optimal.

Pengalaman ini sekaligus menunjukkan bahwa adaptasi merupakan salah satu kemampuan penting dalam dunia pendidikan.

Perubahan situasi tidak seharusnya membuat proses pembelajaran berhenti. Justru dalam kondisi yang tidak biasa, sekolah dan guru ditantang untuk menemukan pendekatan pembelajaran yang paling sesuai.

Pemanfaatan Zoom dan Kahoot di SMP Tarakanita 1 Jakarta memperlihatkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk menjaga interaksi antara guru dan peserta didik.

Namun, keberhasilan pembelajaran tetap bergantung pada bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk membangun proses belajar yang aktif, reflektif, dan bermakna.

Pada akhirnya, pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam situasi tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara.

Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi ruang untuk menanamkan sikap kritis, tanggung jawab, toleransi, kemampuan menghormati hak orang lain, serta kepedulian terhadap kehidupan bersama.

Pelaksanaan PJJ di SMP Tarakanita 1 Jakarta menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat terus berlangsung dalam berbagai kondisi selama guru mampu beradaptasi, memanfaatkan teknologi secara tepat, dan menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan realitas kehidupan peserta didik.

Melalui pengalaman nyata seperti inilah Pendidikan Pancasila dapat menjadi lebih dari sekadar mata pelajaran. Ia dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar memahami dirinya sebagai bagian dari masyarakat dan sebagai warga negara yang memiliki hak sekaligus kewajiban.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/demonstrasi-di-jakarta-sudahkah-kita-memahami-hak-dan-kewajiban/97577/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.06 WITA

  • #Demonstrasi Jakarta
  • #Hak dan Kewajiban
  • #Pembelajaran Jarak Jauh
  • #Pendidikan Kewarganegaraan
  • #Pendidikan Pancasila
  • #SMP Tarakanita 1
  • #Warga Negara

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Pilihan Editor

  1. 1 KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga
  2. 2

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  3. 3

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.