Bandung, JurnalPost.com - Di pagi yang sejuk di Kota Bandung, halaman Masjid PUSDAI berubah menjadi titik awal solidaritas. Lebih dari 300 pelari berkumpul dalam suasana spiritual, mengenakan jersey merah-hijau bercorak Palestina. Inilah Palestina Run Chapter Bandung, sebuah bentuk dukungan kreatif dan elegan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Digagas oleh QUPRO Indonesia dan Masjid Runners Bandung, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Palestina Run 2025 yang dilaksanakan serentak di Depok, Bandung, dan secara virtual di berbagai wilayah di Indonesia. Bandung menjadi istimewa karena event ini tumbuh dari inisiatif komunitas, bukan mobilisasi formal. Masyarakat merespons dengan antusias: bukan hanya karena ingin berlari, tapi karena ingin peduli, dengan cara yang damai, modern, dan berkelas.
"Kami melihat betapa kuatnya resonansi dari masjid. Maka kami tak ragu menggandeng Masjid Runners, komunitas yang punya nafas spiritual dan kedekatan sosial,” ujar Ali Amril, CEO QUPRO Indonesia.
“Spirit Palestina tidak harus selalu diekspresikan lewat orasi. Bisa juga melalui langkah, niat, dan narasi positif.” tambah Ali Amril
Kolaborasi QUPRO Indonesia x Masjid Runners : Dari Spirit Masjid ke Ruang Publik
PUSDAI Jadi Titik Temu Spirit dan Aksi
Start dan finish dilakukan di Masjid PUSDAI Bandung, ikon keislaman dan kebudayaan Jawa Barat. Lokasi ini menjadi simbol kuat bahwa solidaritas terhadap Palestina bisa lahir dari spirit masjid dan bergerak ke ruang publik secara konstruktif. Tak ada spanduk politis. Tak ada pekikan ekstrem. Hanya semangat, doa, dan peluh yang menyatu dalam keheningan yang kuat maknanya.
Ketua Komunitas Masjid Runners Bandung, Kang Tedi, menyampaikan:
"Kami menyambut hangat kolaborasi ini. Pelari-pelari yang hadir selain berlari untuk sehat, namun juga membawa pesan, membawa kepedulian, dan membawa Gaza dalam hati mereka.”
Format Baru Solidaritas Umat
Event ini adalah bentuk baru partisipasi umat yang menyentuh, mengajak, dan menyadarkan, bahwa kepedulian bisa hadir dalam banyak format, dan bahwa masjid hari ini menegaskan akan selalu menjadi pusat penggerak solidaritas global.
“Inilah bentuk dakwah publik yang damai, elegan, dan berdampak. Dari masjid ke ruang publik. Dari Bandung untuk Palestina,” tutup Ali Amril.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda