Semarang, JurnalPost.com – Enam mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program SKM Penggerak Pendidikan Kesehatan di Sekolah di SDN Plalangan 01, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Kegiatan yang mengusung tagline “Menggerakkan Sekolah, Membangun Generasi Sehat” tersebut berlangsung selama empat pekan, mulai 7 September hingga 2 Oktober 2026.
Program ini merupakan bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dirancang untuk mendorong mahasiswa berkolaborasi dengan sekolah dasar dalam mengembangkan pendidikan serta perilaku kesehatan sesuai kebutuhan dan potensi sekolah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi mengenai kesehatan. Mereka juga berperan sebagai fasilitator pemberdayaan dengan melakukan identifikasi kebutuhan, menentukan prioritas masalah bersama pihak sekolah, menyusun intervensi, hingga mendampingi warga sekolah dalam membangun kapasitas dan kemandirian di bidang kesehatan.
Tim SKM Penggerak 23 terdiri atas enam mahasiswa dari sejumlah peminatan, yaitu Braina Brilliana dari Epidemiologi, Zaenal Abidin dan Luna Anisa Purnomo dari Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Safira Ni’matul Ulya dari Biostatistik dan Kependudukan, Shafira Al-Fatin Salsabila dari Kesehatan Lingkungan, serta Irene Mayzi Colline Br Manurung dari Promosi Kesehatan.
Perpaduan latar belakang keilmuan tersebut memungkinkan persoalan kesehatan di lingkungan sekolah ditinjau dan ditangani melalui berbagai pendekatan.
Diawali Pemetaan Kondisi Kesehatan Sekolah
Rangkaian kegiatan dimulai pada 7–9 September 2026 melalui koordinasi bersama pihak SDN Plalangan 01. Pada tahap awal, mahasiswa melakukan perkenalan, penyepakatan jadwal kegiatan, serta pembagian peran selama program berlangsung.
Tahap berikutnya dilaksanakan pada 10–13 September dengan melakukan pemetaan dan asesmen kondisi sekolah. Mahasiswa mengamati lingkungan sekolah, mengumpulkan data awal, serta berkomunikasi dengan guru dan siswa untuk memperoleh gambaran mengenai persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis pada 14–15 September 2026. Hasil analisis menjadi dasar dalam menentukan prioritas masalah sekaligus menyusun berbagai program unggulan, media pendukung, dan instrumen evaluasi.
Dari Skrining Siswa hingga Penguatan UKS
Pada periode 16–28 September 2026, masing-masing mahasiswa menjalankan dua program unggulan sesuai bidang peminatannya.
Pada bidang Epidemiologi, Braina Brilliana melaksanakan skrining faktor risiko penyakit terhadap siswa kelas V dan VI. Selain itu, dilakukan analisis terhadap faktor risiko yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih siswa. Hasilnya dituangkan dalam laporan analisis serta policy brief yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah.
Dari bidang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Zaenal Abidin menyusun standar operasional prosedur (SOP) kesehatan sekolah serta rancangan kebijakan kantin sehat. Sementara itu, Luna Anisa Purnomo melakukan audit manajemen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus menyusun standar pelayanan UKS.

Pada peminatan Biostatistik dan Kependudukan, Safira Ni’matul Ulya melakukan analisis status gizi siswa kelas IV, V, dan VI. Program tersebut dilengkapi dengan penyusunan buku profil demografi sekolah sebagai salah satu sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk perencanaan kegiatan sekolah.
Di bidang Kesehatan Lingkungan, Shafira Al-Fatin Salsabila melakukan audit sanitasi lingkungan sekolah dan menginisiasi program sekolah bebas jentik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih dan sehat.
Sementara itu, dari bidang Promosi Kesehatan, Irene Mayzi Colline Br Manurung melaksanakan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di lingkungan sekolah. Program tersebut turut mencakup gerakan sarapan sehat dan aktivitas fisik guna mendorong pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.
Dorong Program Kesehatan yang Berkelanjutan
Seluruh capaian program kemudian diukur dan dievaluasi pada 29–30 September 2026. Evaluasi dilakukan untuk melihat ketercapaian kegiatan sekaligus mengetahui aspek yang masih dapat dikembangkan oleh pihak sekolah.
Puncak kegiatan berlangsung pada 1 Oktober 2026 melalui penyampaian hasil serta serah terima berbagai luaran program kepada pihak SDN Plalangan 01.
Selanjutnya, pada 2 Oktober 2026, mahasiswa bersama pihak sekolah menyusun rencana tindak lanjut sekaligus menutup rangkaian kegiatan. Langkah tersebut dilakukan agar berbagai program yang telah dilaksanakan tidak berhenti setelah masa Praktik Kerja Lapangan berakhir, melainkan dapat diteruskan dan dikembangkan secara mandiri oleh sekolah.
Selain menghasilkan berbagai luaran individu sesuai bidang peminatan, Tim SKM Penggerak 23 juga menyusun luaran kelompok berupa artikel media massa sebagai dokumentasi pelaksanaan program pendidikan kesehatan di SDN Plalangan 01.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap warga SDN Plalangan 01 semakin mandiri dalam menjaga kesehatan serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan aman.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sekolah dasar juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu langkah membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Tim/Kelompok: SKM Penggerak 23
Institusi: Universitas Negeri Semarang (UNNES)
Lokasi Kegiatan: SDN Plalangan 01, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang
Periode Kegiatan: 7 September–2 Oktober 2026
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda