MAGELANG, JurnalPost.com – Dalam upaya membangun karakter generasi muda serta menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman dan bebas dari kekerasan, Kelompok 56 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar program psikoedukasi bertajuk "Gerakan Anti Perundungan". Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di Dusun Kenangkan, Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Program ini diusung sebagai langkah pencegahan terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) yang sering kali terjadi di lingkungan anak-anak maupun remaja tanpa disadari. Antusiasme masyarakat setempat terlihat sejak awal acara, terbukti dengan hadirnya anak-anak dan remaja yang berada pada rentang usia 4 hingga 19 tahun. Rentang usia peserta yang cukup beragam menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa dalam mengemas materi agar tetap komunikatif, mudah dipahami, serta menyenangkan.

Dalam sesi pemaparan, mahasiswa KKN PPM UMBY menjelaskan secara rinci mengenai pengertian perundungan, faktor penyebab, hingga jenis-jenis bullying yang kerap terjadi. Materi mencakup perundungan fisik seperti memukul atau merusak barang, perundungan verbal seperti mengejek atau memberi julukan negatif, perundungan sosial seperti mengucilkan teman, hingga perundungan digital (cyberbullying) yang kini marak di media sosial. Selain itu, dipaparkan pula dampak psikologis yang serius bagi korban, pelaku, maupun saksi yang melihat tindakan perundungan tersebut.
Apresiasi dan perhatian peserta semakin meningkat ketika mahasiswa menyajikan metode edukasi yang interaktif. Di sela-sela penyampaian materi, Kelompok 56 KKN PPM UMBY memperagakan simulasi peran (roleplay). Melalui roleplay ini, para mahasiswa memeragakan langsung situasi nyata yang sering terjadi sehari-hari, baik contoh tindakan perundungan maupun respons tepat yang harus dilakukan untuk menghadapinya.
Pendekatan visual dan praktis lewat roleplay ini terbukti efektif menarik perhatian anak-anak. Peserta diajak untuk secara langsung mengidentifikasi mana tindakan yang tergolong candaan biasa dan mana yang sudah mengarah pada tindakan perundungan. Melalui simulasi tersebut, anak-anak dilatih untuk tidak menjadi penonton yang acuh (bystander), melainkan berani bertindak dengan cara melapor kepada orang dewasa yang dipercaya, seperti guru, orang tua, atau pengurus dusun setempat.

Tak berhenti pada sesi teori dan simulasi, kegiatan psikoedukasi ini ditutup dengan aktivitas kreatif berupa mewarnai bersama yang mengusung tema "Aku Teman yang Baik". Lembar mewarnai yang disediakan dirancang khusus memuat pesan-pesan positif tentang indahnya persahabatan, pentingnya sikap saling menghargai, serta ajakan untuk saling menolong sesama teman.
Melalui kegiatan mewarnai ini, anak-anak usia dini hingga remaja diajak mengekspresikan pemahaman mereka secara visual dan menyenangkan. Pesan-pesan kebaikan yang tertuang dalam gambar diharapkan dapat terserap dengan baik ke dalam alam bawah sadar mereka, sehingga membentuk perilaku sosial yang empati dan toleran di kehidupan sehari-hari.
Ketua Kelompok 56 KKN PPM UMBY berharap kegiatan psikoedukasi ini tidak hanya menjadi program formalitas sesaat, melainkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembentukan karakter anak-anak di Dusun Kenangkan. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, tokoh masyarakat, dan warga lokal, diharapkan Dusun Kenangkan, dapat menjadi lingkungan yang ramah anak, harmonis, serta sepenuhnya bebas dari segala bentuk aksi perundungan.
Penulis Kelompok 56 KKN PPM UMBY 2026 : Haidar Dafa Putra Arandi Maria Teofani Ema Tokan Fathiyah Ayu Salma Devira Cantika Muftia Amytha Marsya Rasendriya Orista Yusrizal Alfian Hermawan Wahyu Gilang Rifkianto Rukmana Dewanti Kezia Thalia Pariury M Ilham Hasan Kurnia
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda