Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Bukan Tabu, Tapi Perlu : Pendidikan Seks bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB YPLAB ABC Lembang

Bukan Tabu, Tapi Perlu : Pendidikan Seks bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB YPLAB ABC Lembang

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
25 Juni 2025, 16.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
SLB YPLAB ABC

Penulis : Naila Rahma, Amelia Rahmadhania, Linatus Sururoh, Raisa Aqila, Sri Azhari, Yulia Hana

JurnalPost.com - Kekerasan seksual bukan hanya isu yang sering kita lihat di media atau berita saja, namun merupakan ancaman nyata yang bisa terjadi di manapun: sekolah, rumah, bahkan tempat ibadah. Dan mirisnya lagi, anak-anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu kelompok yang paling rentan. Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, pada tahun 2024 saja, terdapat 105 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan disabilitas.

IKLAN

Data dari WHO pada 2021 juga mengungkapkan bahwa penyandang disabilitas memiliki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami kekerasan seksual dibandingkan non-disabilitas. Selain karena perbedaan kondisi mental, fisik ataupun tingkat kecerdasan hal ini pun diperparah oleh tantangan struktural seperti minimnya akses terhadap layanan kesehatan seksual yang inklusif, serta stigma masyarakat yang menganggap perempuan disabilitas tidak mampu mengurus diri sendiri (Rainy M Hutabarat, Komisioner Ketua Advokasi Internasional Komnas Perempuan pada HDI 2024).

Mahasiswa UPI
Baca Juga

Tubuhku Milikku: Mahasiswa UPI Kenalkan Pendidikan Seksualitas bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Sukapura Bandung

Lewat mata kuliah Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas, kami, enam mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Pendidikan Indonesia merancang program edukasi seksual yang adaptif dan interaktif untuk anak-anak tunagrahita kelas 9 di SLB ABC YPLAB Lembang. Program ini berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari bulan April hingga Juni 2025. Kami ingin anak-anak ini bukan hanya tahu soal tubuh mereka, tapi juga berani berkata "tidak!" pada hal-hal yang membuat tidak nyaman.

Sebelum program dimulai, kami melakukan asesmen pada tiga siswi untuk mengetahui pemahaman awal mereka terkait anatomi tubuh, pubertas, dan kekerasan seksual. Hasilnya, pada aspek pubertas, ketiga siswi sudah menunjukkan pengetahuan serta keterampilan yang cukup, misalnya dalam merawat diri saat menstruasi. Pada aspek anatomi tubuh, kemampuan siswi masih kurang, mereka belum memahami fungsi alat reproduksi mereka.

Namun yang paling mengkhawatirkan, aspek dengan capaian terendah, adalah pemahaman mengenai kekerasan seksual dan perlindungan diri. Para siswi belum memahami konsep dasar seperti persetujuan, sentuhan yang boleh dan tidak boleh, serta belum mampu menyebutkan cara melindungi diri atau siapa saja orang dewasa yang dapat dipercaya ketika berada dalam situasi tidak nyaman. Bahkan, sebagian besar dari mereka belum dapat membedakan antara bentuk kekerasan seksual dan interaksi biasa yang bersifat aman.

IKLAN

Menanggapi kondisi tersebut, kami merancang pembelajaran dalam tiga pertemuan. Di pertemuan pertama, anak-anak diajak mengenal perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, memahami bagian tubuh pribadi, dan belajar membedakan sentuhan yang boleh dan tidak boleh. Pada pertemuan kedua dan ketiga, fokus pembelajaran diarahkan pada aspek perlindungan diri: memahami bentuk kekerasan seksual, mengenal konsep persetujuan, strategi menolak, melapor, serta mengenali siapa saja orang dewasa yang dapat dipercaya untuk dimintai bantuan. Pembelajaran menggunakan berbagai metode serta media yang konkret dan interaktif seperti boneka anatomi laki-laki dan perempuan, video edukatif, lagu "Mengenal Sentuhan" ciptaan Sri Seskya Situmorang, juga permainan peran.

Quiet Girl Waiting in School Corridor
Baca Juga

Suka Sama Suka Bukan Alasan: Child Grooming pada Anak di Bawah Umur Harus Diusut Tanpa Menunggu Laporan Korban

Selama program berlangsung, tentu saja ada beberapa kendala yang kami hadapi. Beberapa siswi kadang terlihat pasif dan malu-malu. Waktu pelaksanaan yang terbatas juga menjadi hambatan tersendiri. Dengan hanya dua hingga tiga sesi pembelajaran, materi yang seharusnya disampaikan secara bertahap dan berulang akhirnya harus diringkas dalam waktu yang singkat. Padahal, berdasarkan karakteristik siswa, pengulangan dan simulasi konkret sangat dibutuhkan agar konsep benar-benar tertanam.

Meski berbagai keterbatasan masih terlihat, para siswi menunjukkan kemajuan, yang juga menunjukkan bahwa terdapat potensi yang lebih besar dalam diri siswi-siswi tersebut, apalagi jika diasah dengan waktu yang lebih banyak.

Untuk itu, kami merekomendasikan agar pendidikan seksualitas bagi anak berkebutuhan khusus dilakukan secara berkelanjutan dan tematik. Pemerintah diharapkan lebih aktif dan inklusif, misalnya dalam pengambilan kebijakan dan penyediaan akses terhadap layanan kesehatan seksual, misalnya dengan memfasilitasi guru-guru SLB untuk mendapatkan pelatihan khusus mengenai pendidikan seksual. Orang tua pun perlu dilibatkan agar pembelajaran tidak berhenti di sekolah. Dengan sinergi antara sekolah dan rumah, anak-anak akan lebih terlindungi dari ancaman yang mungkin terjadi di sekitar mereka.

Pendidikan seksualitas tidak seharusnya menjadi hal yang tabu. Karena setiap anak berhak merasa aman, mandiri, dilindungi, dan punya kendali atas tubuhnya sendiri.

KKN Universitas Warmadewa
Baca Juga

KKN Universitas Warmadewa Perkuat Smart Village di Desa Mekar Bhuwana

Ditulis oleh : Naila Rahma Rashida, dkk. Program Studi Pendidikan Khusus UPI 2025.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bukan-tabu-tapi-perlu-pendidikan-seks-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-di-slb-yplab-abc-lembang/82784/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Kemajuan Sekolah
  • #Komnas Perempuan
  • #UPI

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI
  2. 2

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  3. 3

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  4. 4

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  5. 5

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.