Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Tubuhku Milikku: Mahasiswa UPI Kenalkan Pendidikan Seksualitas bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Sukapura Bandung

Tubuhku Milikku: Mahasiswa UPI Kenalkan Pendidikan Seksualitas bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Sukapura Bandung

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
29 Juni 2025, 14.24 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Mahasiswa UPI
Bandung, JurnalPost.com — Enam mahasiswa Pendidikan Khusus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2022 memperkenalkan program edukasi seksualitas dan kesehatan reproduksi untuk anak berkebutuhan khusus di SLB Sukapura, Bandung. Program bertajuk “Tubuhku Milikku” ini dirancang khusus bagi siswa tunagrahita dan tunarungu, menggunakan media video interaktif serta manekin sebagai alat bantu pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung sejak Maret hingga Juni 2025 ini digagas oleh Arra Syafa Maura, Dea Pitaloca, Hafizhah Nurkhalishah, Nasywa Iedha K.A, Nida Nur Azizah, dan Sabrina Mufidatul Ummah. Tujuannya, membekali para siswa dengan pemahaman tentang batasan sentuhan tubuh dan cara melindungi diri dari perilaku yang tidak pantas.

Edukasi Seksualitas sebagai Langkah Perlindungan

Pentingnya edukasi ini didukung oleh fakta bahwa siswa penyandang disabilitas tergolong kelompok yang rentan terhadap kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Menurut data SIMFONI-PPA KemenPPPA, sepanjang tahun 2021 tercatat 987 kasus kekerasan terhadap anak penyandang disabilitas, dan 591 di antaranya merupakan kekerasan seksual—hampir 60% dari total kasus. Komnas Perempuan juga menyoroti bahwa anak dengan disabilitas, khususnya disabilitas intelektual, mengalami kerentanan berlapis akibat keterbatasan dalam memahami konsep privasi, rendahnya literasi kesehatan reproduksi, serta minimnya akses terhadap informasi dan perlindungan. Oleh karena itu, edukasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus sangat dibutuhkan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Program ini diawali dengan asesmen terhadap seorang siswa laki-laki berinisial S, yang saat ini duduk di kelas 8 SMPLB dan diketahui kerap menunjukkan perilaku menyentuh area pribadi teman tanpa izin. Berdasarkan hasil asesmen bersama guru dan orang tua, tim kemudian merancang pembelajaran mengenai jenis sentuhan yang boleh dan tidak boleh, dengan menggunakan media video edukatif serta metode demonstratif seperti role-play.

Tiga Zona Sentuhan: Hijau, Kuning, Merah

Lewat program “Tubuhku Milikku”, siswa diajarkan konsep tiga zona sentuhan: ● Zona Hijau: Aman disentuh, seperti tangan ● Zona Kuning: Hanya boleh disentuh dengan izin, seperti perut ● Zona Merah: Area pribadi seperti dada dan organ reproduksi yang tidak boleh disentuh kecuali oleh orang tua atau dokter dengan izin Video interaktif yang ditayangkan juga menyajikan berbagai situasi sehari-hari, lengkap dengan contoh cara menolak sentuhan dan mengenali interaksi yang melampaui batas. {"source_type":"hypic","data":{"activityName":"","playId":"","enter_from":"enter_launch","pictureId":"F258D7DE-49FA-4A6D-B637-8D921DD4F3AB","imageEffectId":"6511853","product":"retouch","stickerId":"","filterId":"","infoStickerId":"","os":"ios","appversion":"6.5.1"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"awgvo7gzpeas2ho6","capability_extra_v2":{"imageeffect":[{"effect_id":"6511853","resource_id":"7152847078622761473","origin":"heycan"}]},"capability_key":["imageeffect"],"template_id":"","filter_id":[]}"}

Respons Siswa dan Tantangan di Lapangan

Pembelajaran dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama diikuti oleh siswa SMP dan SMA berkebutuhan khusus. Para siswa menunjukkan ketertarikan, meskipun beberapa masih kesulitan memahami konsep meminta izin. Pada pertemuan kedua, peserta berasal dari jenjang SD dan SMP, dengan dominasi siswa tunarungu. Selain menonton ulang video, siswa diajak menempelkan simbol zona pada manekin sebagai latihan konkret. Tantangan muncul karena beberapa siswa tunarungu kelas bawah belum sepenuhnya memahami SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), sehingga tim harus menyesuaikan bahasa.

Evaluasi dan Hasil

Secara keseluruhan, program berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif. Siswa S yang menjadi subjek utama dalam kegiatan ini telah menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait batasan sentuhan yang boleh dan tidak boleh. Ia mulai mampu mengenali area tubuh pribadi dan memahami pentingnya menjaga jarak fisik yang sesuai dengan orang lain. Meski demikian, untuk memastikan perubahan perilaku yang konsisten, diperlukan pemantauan lebih lanjut oleh wali kelas dan guru pendamping dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Manfaat program juga terlihat pada siswa lainnya. Kesadaran siswa terhadap bagian tubuh pribadi, area yang harus dijaga, serta etika dalam berinteraksi sosial mulai tumbuh. Mereka juga menunjukkan kemampuan dalam membedakan situasi yang aman dan tidak aman, serta mulai memahami pentingnya meminta izin sebelum melakukan sentuhan.

Harapan ke Depannya

Setelah program ini dilaksanakan, diharapkan edukasi kesehatan reproduksi dan seksualitas bagi siswa berkebutuhan khusus dapat terus dikembangkan di lingkungan SLB. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan mereka, pembelajaran ini menjadi upaya penting untuk membekali siswa agar mampu melindungi diri secara mandiri serta menjaga etika dalam berinteraksi. Harapan serupa juga disampaikan oleh salah satu guru di SLB Sukapura. “Program ini sangat bermanfaat. Kami berharap pendekatan seperti ini dapat terus diadopsi dalam kegiatan belajar sehari-hari dan menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan di sekolah,” tuturnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tubuhku-milikku-mahasiswa-upi-kenalkan-pendidikan-seksualitas-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-di-slb-sukapura-bandung/82966/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.36 WITA

  • #Anak Berkebutuhan Khusus
  • #Berita Mahasiswa
  • #Mahasiswa UPI
  • #UPI

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han
  2. 2

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  3. 3

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  4. 4

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  5. 5

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.