Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

  2. HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

  3. Bagaimana SerpNames Membantu Pembeli Menemukan Koleksi Aged Domain Terbaru

  4. Masjid sebagai Pusat Pendidikan Islam: Antara Semangat Mendirikan Lembaga dan Tantangan Manajemen

  5. 80 Mahasiswa UNTAG Surabaya dan UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pelatihan Migas di Cepu

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Udara Panas di Sulsel, Ini Daerah Rawan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Udara Panas di Sulsel, Ini Daerah Rawan

Foto profil Rina Maharani
Penulis: Rina Maharani
21 September 2026, 21.09 WITA Editor: Alvin Pradana
21 Sep 2026, 21.09 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
Ekstrem dan Udara Panas di Sulsel

Makassar, JurnalPost.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sulawesi Selatan untuk mewaspadai kombinasi angin kencang dan udara terasa panas dalam beberapa hari ke depan. Peringatan dini tiga harian berlaku pada 21–23 September 2026 dengan wilayah terdampak yang berbeda setiap harinya.

Kondisi ini muncul ketika sebagian besar Sulsel masih berada dalam periode kemarau. Cuaca cerah hingga cerah berawan membuat pemanasan permukaan berlangsung lebih maksimal, sementara pada saat bersamaan penguatan angin timuran dapat meningkatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah.

IKLAN

Untuk Senin (21/9/2026), BMKG memprakirakan suhu udara di Sulsel berada pada kisaran 19–37 derajat Celsius dengan kelembapan 45–100 persen. Angin secara umum bertiup dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan sekitar 10–40 kilometer per jam.

Malam Tahun Baru 2016, Makassar Diprediksi Berawan dan Hujan
Baca Juga

Malam Tahun Baru 2016, Makassar Diprediksi Berawan dan Hujan

Angin kencang berpotensi mencapai 46 km/jam

Dalam peringatan dini tiga harian BBMKG Wilayah IV Makassar, potensi angin kencang berstatus waspada berada pada kisaran 20–25 knot atau sekitar 37–46 kilometer per jam.

Pada Senin, wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang meliputi Barru, Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, dan Takalar.

Peringatan serupa berlanjut pada Selasa (22/9/2026) untuk Barru, Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.

Sementara pada Rabu (23/9/2026), wilayah yang masih perlu waspada meliputi Barru, Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Soppeng, dan Takalar.

Tim Pengmas Telkom University
Baca Juga

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami, sebelumnya menjelaskan bahwa penguatan angin timuran menjadi salah satu faktor utama yang memicu peningkatan kecepatan angin di Sulsel.

“Potensi angin kencang di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari ke depan dipengaruhi oleh angin timuran yang semakin kuat,” kata Nur Asia.

Selain pola angin regional, menurut BMKG, perbedaan tekanan udara serta kondisi topografi dapat membuat angin menguat secara lokal. Fenomena tersebut juga bukan otomatis menjadi tanda Sulsel telah memasuki pergantian musim.

Makassar hingga Pangkep masuk peringatan udara panas

Selain angin kencang, perhatian juga tertuju pada udara terasa panas. Untuk Senin, kategori waspada mencakup Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Makassar, Maros, Palopo, Pangkep, Parepare, Sinjai, dan Takalar.

Kondisi bangunan Bank NTT
Baca Juga

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Flores dan Merusak Sejumlah Bangunan

Sementara Bone, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, dan Wajo masuk kategori siaga udara terasa panas.

IKLAN

Kategori ini perlu dibaca secara hati-hati. Peringatan “udara terasa panas” tidak sama dengan menyatakan suhu termometer di seluruh wilayah tersebut akan mencapai 40–45 derajat Celsius.

BMKG Wilayah IV Makassar sebelumnya menjelaskan bahwa indikator udara panas mempertimbangkan lebih dari sekadar suhu yang tercatat pada termometer. Kelembapan serta kondisi angin ikut menentukan seberapa panas udara dirasakan tubuh.

Ketua Tim Bidang Meteorologi sekaligus Subkoordinator Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan minimnya tutupan awan membuat radiasi Matahari lebih maksimal mencapai dan memanaskan permukaan bumi.

“Karena kondisi cuaca yang cerah, sehingga tutupan awan berkurang bahkan nihil,” kata Rizky.

Secara nasional, BMKG mencatat musim kemarau dan kondisi atmosfer kering masih dominan. Pada pertengahan September, suhu maksimum lebih dari 36 derajat Celsius juga tercatat di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Selatan. Kondisi kering tersebut diperkuat El Niño kategori sangat kuat yang diprakirakan masih berpengaruh hingga awal 2027.

Hujan lokal tetap mungkin terjadi

Meski udara panas menjadi perhatian utama, peluang hujan belum sepenuhnya hilang. Pada Senin siang hingga sore, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian Enrekang, Gowa, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo.

Pada malam hari, potensi hujan ringan lebih terbatas, terutama di sebagian Luwu Timur dan Luwu Utara. Sementara wilayah lain umumnya berada dalam kondisi berawan.

Prospek nasional BMKG untuk periode 21–24 September juga menempatkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan intensitas sedang. Namun, Sulsel tidak tercantum dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode tersebut.

Artinya, masyarakat tetap perlu mengantisipasi perubahan cuaca lokal. Kondisi panas dan cerah pada siang hari tidak menutup kemungkinan terbentuknya awan hujan di wilayah tertentu.

BMKG minta masyarakat kurangi paparan panas

BMKG mengimbau masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi mereka yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Penggunaan pelindung dari paparan langsung sinar Matahari juga dianjurkan untuk mengurangi dampak cuaca panas.

Kewaspadaan terhadap angin kencang juga penting. Dahan atau pohon yang rapuh, papan reklame, atap bangunan ringan hingga benda yang tidak terpasang kuat berpotensi terdampak ketika kecepatan angin meningkat.

Masyarakat juga diminta terus memantau pembaruan prakiraan dan peringatan dini BMKG karena kondisi cuaca serta wilayah terdampak dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer.

Dengan kemarau yang masih dominan, perhatian tidak hanya diarahkan pada angin dan panas. Kondisi kering yang berlangsung lama turut meningkatkan risiko kekurangan air serta kebakaran lahan. Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas pembakaran terbuka dan lebih berhati-hati terhadap sumber api di area kering.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bmkg-peringatkan-cuaca-ekstrem-dan-udara-panas-di-sulsel-ini-daerah-rawan/97787/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 07.51 WITA

  • #Angin
  • #BMKG
  • #Ekstrem
  • #Kondisi
  • #Luwu
  • #Panas
  • #Peringatkan
  • #Udara
  • #Wilayah
  • #cuaca

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya
  2. 2

    Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

  3. 3

    Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

  4. 4

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. 5

    Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.