SUMATERA UTARA, JurnalPost.com— Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Sumatera Utara menerima kunjungan Direktorat Jaringan dan Kemitraan BMH Pusat Jakarta selama sepekan, mulai 18 hingga 24 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BMH Perwakilan Sumatera Utara dengan organisasi induk, yayasan, serta organisasi pendukung yang berada di wilayah Sumatera Utara.
Dalam agenda tersebut, BMH Pusat menugaskan Ust. Abdul Aziz, SE., yang mendapat amanah sebagai pendamping BMH wilayah Sumatera. Salah satu fokus utama pendampingan adalah memperluas jaringan layanan BMH ke sejumlah daerah yang telah memiliki kepengurusan DPD Hidayatullah di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Pengembangan jaringan tersebut dilakukan melalui pembentukan Gerai Layanan Zakat (GLZ) dan Unit Layanan Zakat (ULZ).
Setelah melalui sejumlah pertemuan dan koordinasi bersama berbagai unsur Hidayatullah Sumatera Utara, berhasil dibentuk empat GLZ yang berada di Kampus Utama, Kampus Madya, Mushida, dan Darul Hijrah.
Selain itu, sebanyak sembilan ULZ juga dibentuk di sejumlah DPD Hidayatullah yang tersebar di Sumatera Utara. Seluruh unit tersebut rencananya akan segera diresmikan setelah struktur kepengurusannya lengkap.
Pelantikan para pengurus nantinya direncanakan dilakukan langsung oleh Direktur Utama BMH Pusat, Ust. Supendi.
Tidak hanya memperluas jaringan layanan zakat, BMH Pusat dan BMH Sumatera Utara juga menyusun sejumlah program kolaborasi yang akan dikampanyekan di lingkungan Kampus Utama dan Kampus Madya Hidayatullah Sumatera Utara.

Beberapa program yang telah diverifikasi untuk dijalankan antara lain pembangunan sumur bor, gedung sekolah dai, dapur santri, toilet santri, serta rumah dai. Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan pelayanan sosial, pendidikan, dan dakwah di wilayah Sumatera Utara.
Ust. Abdul Aziz menilai Sumatera Utara memiliki potensi zakat dan kedermawanan masyarakat yang sangat besar. Karena itu, menurutnya, pengelolaan potensi tersebut harus dilakukan secara sistematis dan terukur.
“Potensi zakat di Sumut ini sangat besar. Untuk memaksimalkan penghimpunan di Sumut maka harus menggali potensi kedermawanan secara sistematis dan terukur. Agar semua itu bisa terwujud, BMH Sumut akan membangun ekosistem kemitraan yang luas dan strategis untuk memperkuat pencapaian target,” ujar Abdul Aziz.
Sebelum melakukan pendampingan di Sumatera Utara, Abdul Aziz juga telah menjalankan agenda serupa di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatera.
Dengan kapasitasnya di Direktorat Jaringan dan Kemitraan BMH Pusat, program pendampingan tersebut direncanakan akan terus dilakukan terhadap seluruh BMH Perwakilan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Perwakilan BMH Sumatera Utara, Ust. Abdul Wahid Mokodompit, menyambut positif agenda pendampingan dan penguatan jaringan yang dilaksanakan selama sepekan tersebut.
Ia berharap seluruh program yang telah disusun dapat direalisasikan secara optimal sehingga target penghimpunan, penguatan jaringan, serta perluasan manfaat BMH di Sumatera Utara dapat tercapai.
Kunjungan Direktorat Jaringan dan Kemitraan BMH Pusat ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarlembaga sekaligus memperluas jangkauan pelayanan zakat, infak, sedekah, dan berbagai program sosial kepada masyarakat di Sumatera Utara.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda