Menurut Syawir, apa yang di beritakan saat ini adalah tidak seperti yang terjadi di lapangan. Kegiatan itu adalah pengerukan Sungai yang mulai dangkal akibat material saat banjir kemarin dan di mana material yang diambil di pakai untuk pengerjaan bahu jalan di jalan Desa Biring Ere.
" Alhamdulillah dari material yang kita ambil di sungai bisa membantu pengerjaan bahu jalan desa sepanjang 3 Km dengan bantuan Semen 350 zakir dari PT. Semen Tonasa, jadi tidak lagi membebani anggaran desa dan daerah." tegasnya.
Selain itu, Syawir menyampaikan bahwa pengerukan sungai tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP), itu karena kegiatan ini bukan aktivitas tambang konvensional atau komersil melainkan pemanfaatan potensi sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat Desa Biring Ere.
" Potensi ini di manfaatkan untuk membangun Biring Ere, juga untuk mendukung pembangunan destinasi wisata yang nantinya membuat perekonomian masyarakat bisa meningkat. " Harapnya.
Sementara untuk aktivitas pengerukan sendiri di rencana lokasi destinasi wisata, Kepala Desa yang sangat peduli warganya ini menyampaikan, bahwa sebelum melakukan pengerukan pemerintah Desa Biring Ere sudah menyampaikan secara Administrasi ke Balai Besar wilayah sungai Pompengan Jeneberang.
" Kami sudah menyampaikan ke Balai besar wilayah sungai terkait kegiatan ini dan rencana pembangunan destinasi wisata di area sungai Biring Ere ini. " tegasnya.
Dari kejadiannya ini, Kepala Desa Biring Ere ini mengakui bahwa saat ini kegiatan pengerjaan destinasi wisata yang di gagas nya agak terhambat, akibat 2 unit kendaran dan 1 alat berat sementara di larang beroperasi.
" Jadi sementara pengerjaan terhambat, tapi terkait laporan ini insya Allah kami siap bertanggung jawab dan warga Biring Ere siap bersama sama untuk mendukung pengembangan desa ini." Tutupnya.
(Adm).
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda