BOJONEGORO, JurnalPost.com – Pembayaran jasa dokter kini semakin praktis dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Melalui layanan pembayaran digital ini, pasien dapat menyelesaikan transaksi setelah mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menyiapkan uang tunai.
Penggunaan QRIS menjadi salah satu alternatif pembayaran yang mendukung kemudahan transaksi di tengah meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan digital. Pasien cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, kemudian memasukkan nominal pembayaran sesuai tagihan.
Cara tersebut dapat membantu pasien yang tidak membawa uang tunai ketika berkunjung ke tempat praktik dokter. Selain itu, pembayaran digital juga memberikan alternatif transaksi bagi penyedia layanan kesehatan yang telah menyediakan fasilitas QRIS BRI.
Sebelum melakukan pembayaran, pasien perlu memastikan nama merchant atau penerima yang muncul pada aplikasi sesuai dengan tujuan transaksi. Setelah memasukkan nominal pembayaran, pasien dapat memeriksa kembali detail transaksi sebelum melakukan konfirmasi.
Bukti pembayaran digital yang muncul setelah transaksi berhasil juga dapat disimpan sebagai dokumentasi. Dengan demikian, pasien memiliki catatan pembayaran yang dapat diperiksa kembali apabila diperlukan.
Rudianto salah seorang pasien di Bojonegoro menilai pembayaran menggunakan QRIS memberikan kemudahan, terutama ketika tidak membawa uang tunai dalam jumlah yang cukup.
“Menurut saya, pembayaran menggunakan QRIS cukup praktis. Ketika selesai diperiksa dokter, saya tidak perlu repot mencari uang tunai atau menunggu kembalian. Pembayaran bisa dilakukan melalui ponsel,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan metode pembayaran digital juga membuat proses transaksi terasa lebih sederhana. Pasien hanya perlu memastikan saldo atau sumber dana mencukupi serta koneksi internet tersedia apabila aplikasi yang digunakan membutuhkannya.
“Kalau pembayaran bisa dilakukan secara digital, tentu lebih mudah. Apalagi sekarang banyak orang sudah terbiasa menggunakan ponsel untuk transaksi sehari-hari. Yang penting, kita tetap mengecek nominal dan memastikan pembayaran berhasil,” katanya.
Meski demikian, ketersediaan pembayaran QRIS bergantung pada kebijakan masing-masing tempat praktik dokter atau fasilitas kesehatan. Pasien sebaiknya memastikan terlebih dahulu apakah penyedia layanan menerima pembayaran menggunakan QRIS BRI.
Penggunaan QRIS juga perlu disertai kehati-hatian. Pasien disarankan memeriksa nama penerima, nominal tagihan, serta status transaksi sebelum meninggalkan tempat praktik. Apabila transaksi belum menunjukkan status berhasil, pasien dapat mengonfirmasikannya kepada petugas untuk menghindari pembayaran ganda.
Melalui layanan QRIS, BRI turut menghadirkan alternatif pembayaran digital yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan penyedia jasa, termasuk praktik dokter yang telah mengadopsinya.
Kemudahan ini diharapkan dapat mendukung transaksi nontunai dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.Bagi pasien, pembayaran digital bukan sekadar soal kepraktisan, tetapi juga memberikan pilihan transaksi yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda