BOJONEGORO, JurnalPost.com — Kemudahan pembayaran digital kini semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk saat membeli jajanan kaki lima. Di Bojonegoro, pelanggan Pentol Cik Gun dapat menikmati kemudahan transaksi nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi perbankan, salah satunya BRImo dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kehadiran metode pembayaran QRIS menjadi alternatif bagi pelanggan yang ingin membeli jajanan tanpa harus menyiapkan uang tunai. Cukup menggunakan ponsel, transaksi dapat diselesaikan dengan memindai kode QR yang disediakan pedagang.
Layanan ini juga memberikan pilihan pembayaran yang lebih fleksibel bagi masyarakat, terutama ketika tidak membawa uang pecahan kecil atau tidak memiliki uang pas saat berbelanja.
Salah seorang pelanggan Pentol Cik Gun sekaligus nasabah BRI, Sholeh, mengaku terbantu dengan tersedianya fasilitas pembayaran digital tersebut. Menurutnya, penggunaan QRIS membuat transaksi pembelian jajanan menjadi lebih sederhana dan praktis.
“Sekarang kalau membeli pentol tidak harus selalu menggunakan uang tunai. Kalau tidak membawa uang kecil, bisa membayar menggunakan QRIS. Caranya juga praktis, tinggal memindai kode QR melalui aplikasi di ponsel,” ujar Sholeh.
Ia mengatakan, kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi mulai mengalami perubahan seiring semakin luasnya penggunaan layanan perbankan digital.
Pembayaran melalui QRIS dinilai membantu pelanggan karena dapat memanfaatkan saldo rekening secara langsung tanpa harus terlebih dahulu melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM.
Selain itu, proses pembayaran dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana, mulai dari membuka aplikasi BRImo, memilih fitur pembayaran QRIS, memindai kode QR pedagang, memastikan nominal transaksi, hingga melakukan konfirmasi pembayaran.
QRIS BRI Permudah Transaksi Pedagang Jajanan
Tidak hanya memberikan kemudahan kepada pelanggan, penggunaan QRIS juga menjadi salah satu pilihan bagi pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menerima pembayaran secara digital.
Pedagang Pentol Cik Gun, misalnya, dapat melayani pelanggan yang ingin bertransaksi menggunakan uang tunai maupun pembayaran melalui aplikasi digital.
Pilihan tersebut memungkinkan pelanggan menyesuaikan cara pembayaran dengan kebutuhan dan kebiasaan masing-masing.
Bagi pelaku usaha kuliner skala kecil, tersedianya fasilitas pembayaran nontunai juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada uang kembalian dalam setiap transaksi.
Cik Gun menilai penggunaan QRIS merupakan bagian dari perkembangan layanan pembayaran yang kini semakin mudah dijangkau oleh pelaku usaha kecil.
“Penggunaan QRIS menjadi bagian dari perkembangan digitalisasi transaksi yang menjangkau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pedagang makanan ringan hingga usaha kuliner dapat menyesuaikan layanan pembayaran dengan kebiasaan konsumen,” ungkap Cik Gun.
Menurutnya, metode pembayaran digital dapat menjadi alternatif dalam melayani pelanggan yang semakin terbiasa menggunakan ponsel untuk berbagai kebutuhan, termasuk membeli makanan dan minuman.
Pembayaran Digital Semakin Dekat dengan UMKM
Penggunaan QRIS pada pedagang jajanan seperti Pentol Cik Gun menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pembayaran tidak lagi terbatas pada pusat perbelanjaan, restoran besar, atau toko modern.
Usaha kuliner sederhana juga dapat menyediakan layanan pembayaran digital untuk memberikan kemudahan kepada konsumennya.
QRIS sendiri merupakan standar kode QR pembayaran yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran. Melalui standar ini, masyarakat dapat melakukan transaksi menggunakan berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.
Dengan demikian, pelanggan tidak selalu harus menggunakan aplikasi dari bank yang sama dengan penyedia layanan QRIS milik pedagang.
Bagi nasabah BRI, pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi BRImo selama saldo mencukupi dan transaksi memenuhi ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, pelanggan tetap perlu memastikan nama penerima dan nominal pembayaran sebelum memberikan persetujuan transaksi agar terhindar dari kesalahan transfer atau pembayaran.
Kehadiran layanan QRIS di Pentol Cik Gun menjadi salah satu contoh penerapan pembayaran digital dalam kegiatan ekonomi masyarakat di Bojonegoro.
“Pembayaran menggunakan QRIS BRI menjadi salah satu pilihan praktis bagi pelanggan maupun pedagang untuk mendukung transaksi yang lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan perkembangan kebiasaan masyarakat,” jelas Cik Gun.
Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang menyediakan pilihan pembayaran digital, masyarakat memiliki keleluasaan dalam bertransaksi tanpa harus selalu mengandalkan uang tunai.
Bagi pelanggan Pentol Cik Gun, kemudahan tersebut menjadi nilai tambah saat menikmati jajanan sehari-hari, sementara bagi pedagang, penggunaan QRIS dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan pelayanan kepada pembeli.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda