Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Angka di Balik Bungkus Makanan: Kenapa Nilai Gizi Itu Penting?

Angka di Balik Bungkus Makanan: Kenapa Nilai Gizi Itu Penting?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
16 Oktober 2025, 00.04 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Nilai Gizi
Sumber: shutterstock.com

Penulis: Fatma Emilia Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

JurnalPost.com - Setiap kali beli makanan kemasan, entah itu biskuit, sereal, atau minuman kekinian, pasti di bagian belakang bungkusnya ada tabel kecil berisi angka-angka. Ada tulisan kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan sebagainya. Tapi pernah gak kamu mikir, dari mana semua angka itu berasal?

IKLAN

Label gizi sering dianggap cuma formalitas, padahal angka di situ hasil dari proses panjang dan pengujian yang serius di laboratorium. Di balik satu baris “protein 8 gram” atau “lemak 5 gram”, ada penelitian dan perhitungan detail yang dilakukan supaya kita tahu apa yang sebenarnya kita makan.

FK UPN
Baca Juga

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Label itu bukan sekadar pajangan di kemasan, tapi hasil kerja ilmiah yang penting banget: evaluasi nilai gizi pangan. Lewat proses inilah setiap kandungan dalam makanan diuji, dihitung, dan diverifikasi supaya produk yang sampai ke tangan konsumen bukan cuma enak, tapi juga aman dan benar sesuai klaim gizinya.

Apa Itu Evaluasi Nilai Gizi? Evaluasi nilai gizi adalah tahap pengujian untuk mengetahui berapa banyak zat gizi yang terkandung dalam suatu bahan atau produk makanan. Tujuannya bukan hanya untuk memenuhi aturan pelabelan, tapi juga memastikan bahwa makanan tersebut benar-benar punya nilai gizi yang sesuai dengan yang tertera di kemasan.

Sebelum angka-angka gizi tercantum di label kemasan, semuanya lebih dulu melewati proses pengujian di laboratorium. Setiap komponen diuji dengan cara yang berbeda, mulai dari kadar air, lemak, protein, karbohidrat, sampai mineral. Semua pengujian ini dilakukan dengan tujuan yang sama: memastikan data yang nanti muncul di label gizi bukan hasil perkiraan, tapi angka yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.

Dalam prosesnya, digunakan berbagai metode sesuai jenis zat gizinya. Misalnya, menurut Yenrina (2015), karbohidrat dapat diuji dengan metode By Difference atau Luff Schoorl untuk mengetahui kadar gula, lemak dianalisis melalui Soxhlet atau Babcock, protein ditentukan dengan metode Kjeldahl, sedangkan mineral diuji menggunakan teknik Spektrofotometri setelah proses pengabuan.

Peduli Gizi
Baca Juga

Saatnya Peduli Gizi: Karena Makanan Enak Belum Tentu Sehat dan Kenyang Belum Tentu Bergizi

Kenapa Harus Dievaluasi? Bayangin kalau sebuah produk ngaku “tinggi protein” tapi ternyata setelah diuji kadarnya jauh di bawah klaimnya. Atau minuman yang ditulis “rendah gula”, padahal kadar gulanya masih tinggi. Hal-hal seperti ini bisa bikin konsumen salah pilih, bahkan berisiko buat kesehatan kalau dikonsumsi terus-menerus.

Nah, di sinilah pentingnya evaluasi nilai gizi. Proses ini jadi jembatan antara kejujuran produsen dan kepercayaan konsumen. Dengan hasil uji yang akurat, produsen bisa memastikan produknya sesuai standar, sementara konsumen bisa tahu apa yang sebenarnya mereka makan. Evaluasi juga membantu menjaga kualitas, keamanan, dan nilai gizi pangan agar tetap konsisten dari waktu ke waktu.

Menurut Bisma et al. (2022), gizi berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup manusia. Konsumsi makanan bergizi membantu tubuh memperoleh energi, zat pembangun, dan zat pengatur yang diperlukan. Namun, di era modern dengan gaya hidup yang sibuk, banyak orang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi secara optimal, sehingga rentan terhadap kekurangan gizi, obesitas, dan penyakit kronis. Oleh karena itu, menghitung kandungan gizi makanan menjadi langkah penting untuk memastikan tubuh memperoleh zat gizi dalam jumlah yang sesuai.

Dari Lab ke Label Hasil evaluasi nilai gizi yang dilakukan di laboratorium kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk tabel nilai gizi yang kamu lihat di kemasan produk. Menurut Linnasiputri dan Anisfatus (2024), jenis zat gizi yang perlu dicantumkan meliputi lemak total, lemak jenuh, energi, karbohidrat, protein, garam (natrium), dan gula. Pencantuman label gizi bertujuan memberikan informasi kepada konsumen mengenai asal, kandungan, dan keamanan produk sebelum pembelian. Selain itu, label gizi berfungsi sebagai sarana edukasi agar konsumen memahami kualitas gizi produk, dampaknya terhadap kesehatan, serta dapat membandingkan pilihan makanan, menyesuaikan dengan pola diet, dan mengatur asupan nutrisi yang diperlukan.

Mahasiswi Poltekkes
Baca Juga

Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Gagas Program BUNIKA D’SANAK: Cegah Stunting melalui Edukasi Gizi Keluarga

Prosesnya panjang dan penuh ketelitian, mulai dari persiapan sampel, pengujian kimia, hingga perhitungan nilai akhir yang sesuai dengan standar nasional dan internasional. Semua itu dilakukan supaya informasi di label gizi bukan cuma angka, tapi data yang bisa dipercaya.

IKLAN

Kalau Tidak Dievaluasi, Apa Akibatnya? Tanpa evaluasi nilai gizi yang benar, makanan bisa berisiko mengandung gizi yang tidak sesuai dengan klaim, bahkan bisa menimbulkan masalah kesehatan. Misalnya, kadar lemak yang terlalu tinggi bisa memicu penyakit jantung, atau kadar protein yang terlalu rendah bisa mengurangi nilai gizi produk yang seharusnya menjadi sumber energi dan zat pembangun tubuh.

Badriyah dan Syafei (2019) memaparkan bahwa membiasakan diri membaca label pada kemasan pangan merupakan salah satu anjuran dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Informasi yang tercantum pada label membantu konsumen memahami bahan yang digunakan serta memperkirakan potensi risiko bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, penting untuk selalu memperhatikan informasi kandungan gizi sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan kemasan.

Selain itu, produk yang gagal memenuhi standar uji bisa kehilangan kepercayaan konsumen dan dilarang beredar di pasaran. Karena itu, evaluasi gizi bukan hanya urusan laboratorium, tapi juga bagian dari tanggung jawab produsen terhadap kesehatan masyarakat.

Sadar Gizi Mulai dari Diri Sendiri Evaluasi nilai gizi memang dilakukan oleh produsen dan laboratorium, tapi kesadaran untuk memperhatikannya datang dari kita. Dengan membaca label gizi, kita bisa tahu makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi dan mana yang sebaiknya dibatasi.

Menurut Dewi et al. (2023), tujuan utama pelabelan gizi adalah membantu konsumen mengetahui kekurangan atau kelebihan asupan zat gizi yang dapat memicu masalah kesehatan, serta memudahkan dalam memilih makanan yang aman dikonsumsi. Setiap produsen pangan kemasan juga wajib mencantumkan label berisi informasi kalori, lemak, protein, gula, dan natrium pada produknya.

Gak perlu jadi ahli pangan untuk peduli gizi. Mulai aja dari hal kecil: biasakan baca label, perhatikan takaran saji, dan sesuaikan pilihan makanan dengan kebutuhan tubuh. Dari sana, kita bisa belajar untuk makan lebih bijak dan lebih sehat tanpa harus ribet.

Penutup Angka di tabel gizi mungkin terlihat sederhana, tapi di baliknya ada proses ilmiah yang panjang dan tanggung jawab besar. Evaluasi nilai gizi bukan sekadar kewajiban industri, tapi langkah penting untuk memastikan makanan yang kita konsumsi benar-benar aman dan bergizi.

Jadi, lain kali kamu beli makanan kemasan, coba baca labelnya sebentar. Dari situ kamu bisa tahu apa yang sebenarnya kamu makan, dan seberapa besar manfaatnya buat tubuh. Karena pada akhirnya, makanan yang baik bukan cuma yang enak, tapi juga yang benar-benar bermanfaat untuk gizi yang diperlukan tubuhmu sesuai klaimnya.

REFERENSI Badriyah, L. U., dan Syafei, A. 2019. Persepsi dan Perilaku Membaca Label Pangan dan Informasi Gizi pada Siswa SMK Wijaya Kusuma. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. Vol. 8(04): 167-174.

Bisma, R., Nerisafitra, P., dan Utami, A. W. 2021. Perancangan Sistem Perhitungan Kebutuhan Kalori Sebagai Pendamping Gaya Hidup Sehat. Journal of Emerging Information System and Business Intelligence (JEISBI). Vol. 2(4).

Dewi, N. T., Yunita, L., Sukanty, N. M. W., dan Ariani, F. 2023. Edukasi Label Informasi Nilai Gizi sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Membaca Label Gizi Siswa di SMAN 5 Mataram. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat. Vol. 4(1): 246-252.

Linnasiputri, C. A., dan Anisfatus, L. 2024. Correlation between Knowledge and Nutritional Status with Reading Behavior of Packaged Food Nutrition Labels Cosmetology Students Unesa. Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas. Vol. 5(1): 164-173.

Yenrina, R. 2015. Metode Analisis Bahan Pangan dan Komponen Bioaktif. Padang: Andalas University Press.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/angka-di-balik-bungkus-makanan-kenapa-nilai-gizi-itu-penting/86929/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.19 WITA

  • #Gizi Keluarga
  • #Nilai Gizi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pilihan Editor

  1. 1 Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian
  2. 2

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  3. 3

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  4. 4

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  5. 5

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.