Barito Kuala, JurnalPost.com — Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan RPL Angkatan 2024/2025 menggagas program inovatif bertajuk BUNIKA D’SANAK (Kebun Gizi Keluarga dan Dapur Sehat Anak) sebagai upaya edukatif dan preventif dalam mencegah stunting berbasis keluarga di Desa Karya Baru, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala.
Program ini digagas oleh Kelompok 4 mahasiswi angkatan 2024/2025, yang terdiri dari: Devi Monica, Eka Febriati, Elia Ris Rotua Lumban Batu, Fitriana, Khairiah, Nor Laila, Noor Laila Azizah, Nuril Lailani, Siti Rahayu, dan Yuyun Setyaningsih. Mereka dibimbing oleh dosen pembimbing akademik Vonny Khresna Dewi, S.Si.T., M.Kes dan Rusmilawaty, S.KM., M.PH, serta mendapat dukungan dari Ketua TP-PKK Desa Karya Baru dan para kader posyandu.
Penyuluhan berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025 di Posyandu Balita Desa Karya Baru, diikuti oleh 25 ibu yang memiliki bayi dan balita. Inovasi ini dirancang sebagai respon terhadap data stunting April 2025, yang menunjukkan angka stunting sebesar 13,2% atau 7 dari 53 balita — masih berada di atas standar minimal meskipun sudah di bawah target nasional sebesar 18%.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, peserta diperkenalkan pada praktik langsung pemanfaatan pekarangan rumah tangga untuk ketahanan pangan keluarga. Beberapa menu sehat yang diajarkan antara lain: penanaman sayuran di polybag, pembuatan jus wortel pisang, nugget tempe, klepon ubi ungu, dan puding labu kuning. Olahan-olahan tersebut merupakan alternatif MP-ASI lokal bergizi yang mudah dibuat dengan bahan yang tersedia di sekitar rumah.
Salah satu tanaman yang disoroti dalam kegiatan ini adalah daun kelor, yang dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan zat besi. Kombinasi kedua zat gizi tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah risiko stunting.
Materi disampaikan secara interaktif melalui leaflet "Ayo CES (Cegah Stunting)", demonstrasi masak, dan media visual untuk memudahkan pemahaman peserta. Program ini juga mencakup edukasi tambahan mengenai konsumsi tablet tambah darah (TTD) bagi ibu, pentingnya sanitasi dapur, serta pemanfaatan vertical garden sebagai solusi keterbatasan lahan.
Meskipun beberapa ibu membawa anak sehingga belum aktif bertanya, suasana kegiatan tetap hangat dan partisipatif. Peserta merasa terbantu karena materi mudah dipahami dan aplikatif.
Sebagai upaya keberlanjutan, tim menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa penyediaan media edukatif tambahan seperti poster, video tutorial, contoh menu sehat harian, hingga penciptaan sudut bermain anak untuk mendukung kenyamanan ibu selama kegiatan posyandu.
Program BUNIKA D’SANAK membuktikan bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari rumah, dengan edukasi sederhana namun konsisten. Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi pondasi kuat dalam menciptakan generasi sehat dan bebas stunting.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda