ACEH TAMIANG, JurnalPost.com -- Tim Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus menorehkan amal sholih di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Sejak awal Desember 2025, relawan UAR hadir mendampingi masyarakat dengan beragam aksi kemanusiaan, mulai dari penyaluran sembako, pendampingan psikososial, layanan kesehatan, hingga pembersihan lingkungan, rumah warga, sarana pendidikan, dan tempat ibadah.
Salah satu hasil nyata dari kerja kemanusiaan tersebut adalah rampungnya pembersihan Maunasah Asy Syura, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah dibersihkan selama 20 hari, Maunasah tersebut resmi diserahterimakan oleh Tim UAR kepada Pemerintah Desa Tanjung Karang pada Jumat (16/1/2026).
Serah terima dilakukan langsung di Maunasah Asy Syura oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Tim UAR, Ir. Edi Wahyudi, kepada Kepala Desa Tanjung Karang, Dato Angga. Selain membersihkan bangunan, UAR juga menyerahkan satu unit mesin genset dan doorsmeer untuk menunjang operasional dan perawatan Maunasah.
Dalam sambutannya, Datuk Angga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue dalam melaksanakan tugas amal sholih di wilayah bencana.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue atas bantuan dari awal hingga akhir selama 20 hari membersihkan Maunasah Asy Syura Tanjung Karang. Alhamdulillah mushala sudah kembali bersih dan jamaah mulai berdatangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihak desa akan duduk bermusyawarah bersama DKM dan imam desa untuk menyusun program bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba.
“Insya Allah menyambut Ramadhan nanti masyarakat lebih istiqamah dan semangat karena mushala sudah kembali bisa digunakan untuk ibadah. Nanti kami akan bermusyawarah menyusun program Ramadhan. Sekali lagi jazakumullah khair kepada Relawan UAR dan semua pihak yang telah meluangkan tenaga dan waktunya,” lanjutnya.
Pembina UAR, Imaam Yakhsyallah Mansur, melalui pesan suara whatsapp turut menyampaikan rasa syukur atas perubahan signifikan kondisi Maunasah Asy Syura Tanjung Karang.
“Alhamdulillah berbahagia sekali melihat kondisi Maunasah Asy Syura yang sekarang sudah jauh berbeda dengan ketika kami ke sini beberapa waktu lalu. Tampak bersih dan sangat layak digunakan untuk ibadah seperti shalat, taklim, baca Al-Qur’an, dan aktivitas keislaman lainnya,” tuturnya.
Imaam Yakhsyallah Mansur juga menyampaikan apresiasi kepada aparat desa, DKM, dan masyarakat setempat, sekaligus permohonan maaf apabila selama proses pendampingan, bergaul dengan masyarakat Tanjung Karang terdapat kekurangan atau kesalahan.
“Kepada Kepala Desa, DKM Maunasah dan Imam Desa kami mengucapkan selamat atas berfungsinya Maunasah Asy Syura kembali. Semoga dapat difungsikan secara maksimal untuk ibadah dan kemaslahatan umat. Kami sebagai pembina UAR juga mohon maaf apabila para relawan dalam bergaul dengan masyarakat terdapat kesalahan,” ujar Imaam.
Tak ketinggalan kepada para relawan UAR Imaam Yakhsyallah juga menyampaikan ucapan banyak terima kasih serta mendoakan mereka. ”Kepada para relawan UAR kami sampaikan jazakumullah khairan katsira, semoga menjadi amal jariyah semua,” ujarnya.
Sementara itu, hingga kini relawan muslimin dan muslimat UAR masih terus bergerak membantu warga Aceh dan Sumatera Utara. Layanan kesehatan berbasis thibbun nabawi seperti bekam, totok, dan akupunktur terus diberikan. Tim kebersihan juga masih membersihkan rumah dan lingkungan warga yang tertutup lumpur banjir.
Di sektor rehabilitasi dan rekonstruksi, Tim UAR melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah. Beberapa unit telah rampung, dan ditargetkan dalam dua pekan ke depan sebanyak delapan unit huntara dapat diserahkan kepada warga terdampak, guna meringankan beban mental dan material pascabencana.[am]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda