Surabaya, JurnalPost.com — Di tengah geliat usaha kecil yang berjuang bertahan pascapandemi, sekelompok barber di Surabaya mendapat suntikan semangat baru. Yayasan Baitul Maal PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (YBM PLN UIP JBTB) bersama Taman Zakat menginisiasi program “Barber Cahaya Berdaya”, pelatihan lanjutan bagi tukang cukur dan pemilik barbershop agar lebih mandiri secara ekonomi.
Selama sepekan, 30 September hingga 6 Oktober 2025, para peserta digembleng di One Way Barbershop Surabaya. Mereka bukan pemula. Sebagian besar sudah memiliki usaha sendiri, namun membutuhkan dorongan untuk naik kelas — dari sekadar memotong rambut menjadi wirausaha yang mampu membangun merek dan mengelola bisnis dengan lebih profesional.
Program ini tidak berhenti di pelatihan teknis. Peserta mendapatkan materi personal branding, manajemen usaha, dan strategi pengembangan layanan. Pendampingan dari mentor profesional juga diberikan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di ruang kelas.

“Memberdayakan keterampilan adalah salah satu jalan untuk membuka lapangan rezeki yang berkelanjutan,” kata Rozi, Manager YBM PLN UIP JBTB. “Kami ingin para barber ini tidak hanya mahir memangkas, tetapi juga mampu mengelola usahanya dan membangun daya saing.”
Perwakilan Taman Zakat menilai program ini sebagai bentuk nyata kolaborasi sosial yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Keterampilan dan tata kelola usaha yang baik akan memperkuat ekonomi keluarga serta memperluas peluang kerja di komunitas,” ujarnya.
Selain pelatihan, YBM PLN dan Taman Zakat menyiapkan pendampingan pascapelatihan agar para barber tidak kehilangan arah setelah kembali ke tempat usaha masing-masing. Model pembinaan berkelanjutan ini menjadi ciri khas program pemberdayaan YBM PLN dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi Rozi, keberhasilan program bukan diukur dari seberapa banyak peserta hadir, tetapi dari perubahan nyata yang mereka ciptakan. “Zakat dan kolaborasi sosial bukan sekadar membantu, tapi memberdayakan,” katanya.
Program “Barber Cahaya Berdaya” diharapkan menjadi inspirasi bagi inisiatif serupa di sektor ekonomi mikro lainnya — mengubah keterampilan menjadi peluang, dan peluang menjadi kemandirian.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda