PANGKEP, JurnalPost.com – Bambu dan lidi kelapa sawit yang terlihat sederhana ternyata dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai guna. Hal itu dilakukan warga binaan Rutan Kelas IIB Pangkep melalui kegiatan keterampilan yang digelar pada Rabu (7/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan membuat sejumlah produk kerajinan, di antaranya tudung saji dan penutup bosara. Mereka terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, merangkai, membentuk, hingga menyelesaikan produk dengan pendampingan petugas.
Kegiatan kerajinan menjadi salah satu aktivitas produktif yang dijalani warga binaan selama masa pembinaan. Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, keterampilan tersebut juga menjadi sarana untuk melatih ketelitian, kreativitas, dan kemampuan menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.
Bahan seperti bambu dan lidi dipilih karena relatif mudah diperoleh serta dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan. Produk yang dihasilkan tidak hanya bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga berpotensi memiliki nilai ekonomis apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Kasubsi Pelayanan Rutan Kelas IIB Pangkep, Djufri, mengatakan kegiatan keterampilan diarahkan agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan keterampilan kami arahkan agar warga binaan memiliki kemampuan yang bisa terus dikembangkan. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha dan mendukung kemandirian mereka setelah bebas,” ujar Djufri.
Menurutnya, keterampilan praktis menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan karena dapat memberikan pengalaman yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya belajar menghasilkan produk, tetapi juga memahami proses kerja mulai dari pengolahan bahan hingga menghasilkan kerajinan siap digunakan.
Rutan Kelas IIB Pangkep berencana terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian dengan menyesuaikan keterampilan yang diajarkan dengan potensi warga binaan serta sarana yang tersedia.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan bekal tambahan bagi warga binaan sehingga mereka lebih siap beradaptasi dan menjalani kehidupan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda