Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Wabup Barru Terima Kunker Komisi B DPRD Sulsel, Bahas DBH hingga BPJS Kesehatan

Wabup Barru Terima Kunker Komisi B DPRD Sulsel, Bahas DBH hingga BPJS Kesehatan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
24 Juni 2026, 10.04 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Kunker Komisi B

Barru, JurnalPost.com - Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Selasa (23/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Abustan menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., yang tidak dapat hadir karena sedang mengikuti agenda nasional.

IKLAN

Abustan kemudian memaparkan kondisi umum Kabupaten Barru. Ia menyebut Barru merupakan kabupaten kedua terkecil di Sulawesi Selatan dengan luas wilayah sekitar 1.100 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 196 ribu jiwa.

Bupati Barru Andi Ina Kartika
Baca Juga

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Kabupaten Barru juga memiliki garis pantai sepanjang 78 kilometer. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu karakteristik utama daerah sekaligus tantangan dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Abustan, sektor perikanan selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Barru. Sektor tersebut berkontribusi sekitar 32 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun, kapasitas fiskal daerah masih tergolong rendah.

"PAD Kabupaten Barru saat ini sekitar Rp60 miliar, namun sebagian besar berasal dari layanan kesehatan rumah sakit dan puskesmas. PAD murni yang benar-benar dapat digunakan untuk pembangunan daerah hanya sekitar Rp38 miliar," jelas Abustan.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini menghadapi tekanan fiskal yang cukup berat. APBD Barru yang sebelumnya berada di atas Rp1 triliun, kini tersisa sekitar Rp769 miliar akibat kebijakan efisiensi anggaran dan berbagai kewajiban belanja yang harus dipenuhi.

dr. Audya Cahya K
Baca Juga

Dilema Penjaminan JKN di IGD: Memisahkan Tanggung Jawab Klinis Dokter dari Beban Administratif BPJS

Salah satu dampak yang dirasakan daerah adalah berkurangnya dana transfer pusat sekitar Rp131 miliar. Di sisi lain, pemerintah daerah tetap dituntut mendukung berbagai program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

"Untuk Sekolah Rakyat kami sangat bersyukur karena Barru mendapat alokasi pembangunan yang cukup besar dan menjadi salah satu yang terbesar di Sulawesi Selatan. Ini tentu menjadi program yang harus kita dukung bersama," katanya.

Dalam pertemuan itu, Abustan juga menyoroti persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Saat ini, Kabupaten Barru memiliki sekitar 860 PPPK penuh waktu dan lebih dari 2.300 PPPK paruh waktu yang pembiayaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

"Kami harus menyiapkan anggaran kurang lebih Rp18 miliar hanya untuk pembiayaan PPPK. Sementara status dan skema pembiayaan PPPK paruh waktu hingga saat ini masih belum memiliki kepastian yang jelas," ungkapnya.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari
Baca Juga

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Abustan turut menyampaikan sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah provinsi. Di antaranya tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diperkirakan mencapai Rp15 miliar hingga Rp16 miliar.

Selain itu, ia juga menyoroti perubahan kebijakan sharing pembiayaan BPJS Kesehatan yang dinilai berdampak pada kemampuan daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kami berharap jika memang ada perubahan kebijakan, dapat dikomunikasikan dengan baik kepada pemerintah daerah. Sebab pelayanan kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kepastian dukungan pembiayaan tersebut," tegasnya.

Abustan menambahkan, tantangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Barru juga masih cukup besar. Saat ini, tingkat kemantapan jalan kabupaten diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen sehingga masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan.

IKLAN

"Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dapat terus diperkuat. Daerah membutuhkan dukungan agar pelayanan publik dan pembangunan dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A. Azizah Irma Wahyudiyanti, S.AP., M.Si., menyampaikan kunjungan ke Kabupaten Barru merupakan kunjungan kerja perdana Komisi B DPRD Sulsel sejak dilantik kurang lebih satu tahun lalu.

"Kunjungan ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga bertujuan membahas sejumlah hal strategis, khususnya terkait tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2025," ujarnya.

Azizah menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Meski demikian, capaian tersebut tetap disertai sejumlah catatan penting dari BPK yang perlu menjadi perhatian bersama.

"Salah satu catatan yang diberikan BPK adalah terkait Dana Bagi Hasil. Kami memahami bahwa di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini, DBH sangat diharapkan oleh pemerintah kabupaten dan kota untuk mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Menurut Azizah, persoalan DBH menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat pelaksanaan program pembangunan di daerah.

Selain DBH, persoalan sharing pembiayaan BPJS Kesehatan juga menjadi salah satu poin penting dalam catatan BPK. Karena itu, dibutuhkan kebijakan yang lebih jelas dan terukur agar tidak menimbulkan kendala bagi pemerintah kabupaten dan kota dalam menjalankan pelayanan kesehatan.

"Kami berharap ke depan ada kebijakan yang lebih baik dan lebih jelas sehingga pemerintah daerah memiliki kepastian dalam penganggaran, khususnya untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Azizah juga menyinggung pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Aset yang saat ini tengah dibahas Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Barru dapat membantu memberikan data dan informasi terkait aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di wilayah Kabupaten Barru. Data tersebut dinilai penting untuk mendukung inventarisasi dan penataan aset yang sedang dilakukan.

"Kami berharap aset-aset milik Pemerintah Provinsi yang berada di Kabupaten Barru dapat terdata dengan baik. Jika terdapat aset yang potensial untuk dikembangkan dan menghasilkan nilai ekonomi, tentu hal tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah, baik bagi Kabupaten Barru maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Azizah berharap kunjungan kerja tersebut semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi antara DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendukung pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga pertemuan ini tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten demi kemajuan Sulawesi Selatan secara bersama-sama," tutupnya.

Kunjungan kerja Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang menyamakan persepsi terhadap berbagai tantangan pembangunan, khususnya terkait pengelolaan fiskal daerah, pelayanan kesehatan, pengelolaan aset, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bersama rombongan, Asisten I Setda Barru, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas PTSP, Sekretaris Dinas Pertanian, Sekretaris Dinas Perikanan, perwakilan Inspektorat, perwakilan BKAD, serta perwakilan Kabag Ekonomi.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/wabup-barru-terima-kunker-komisi-b-dprd-sulsel-bahas-dbh-hingga-bpjs-kesehatan/94843/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.16 WITA

  • #BPJS Kesehatan
  • #Berita Barru

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Pilihan Editor

  1. 1 Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru
  2. 2

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  3. 3

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  4. 4

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  5. 5

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.