- Specific (spesifik / khusus). Artinya visi, target atau impian pribadi harus jelas. Tentukan apa yang benar-benar diinginkan. Prinsip pertama dalam perencanaan sebuah visi wirausaha adalah membuat rencana tersebut secara terperinci dan spesifik. Dengan mengacu target-target yang lebih spesifik, kita dapat memiliki pandangan yang jelas dan terarah tentang harapan yang diinginkan serta punya tindakan. Buat target secara detail, jelas, dan dapat dipaparkan dengan baik. Contoh visi yang bersifat umum: Saya ingin punya usaha sendiri, saya harus lebih sering investasi, saya ingin bisa mengendarai mobil. Contoh visi yang bersifat khusus atau spesifik: Saya ingin punya usaha sendiri di bidang penerbitan dan penyewaan buku; saya harus melakukan investasi agar memiliki rumah dalam 5 tahun yang akan datang; saya ingin bisa mengendarai mobil tipe minibus setelah ikut kursus intensif.
- Measurable (dapat diukur). Apabila sudah menentukan visi yang spesifik, maka langkah selanjutnya adalah mengukur progres dari tujuan spesifik yang sudah dibuat. Dalam hal ini, peranan angka menjadi sangat penting sebagai gambaran nilai target yang menjadi impian wirausaha. Dapat berupa waktu, kualitas, uang, dan lainnya sesuai dengan keperluan. Pertanyaan yang menjadi patokan: how many, how much, atau menetapkan indikator untuk mengetahui target tersebut telah tercapai? Tujuan lainnya ialah untuk menentukan langkah selanjutnya dari fakta-fakta yang sudah ada. Contoh visi yang bersifat spesifik dan dapat diukur: Saya ingin punya usaha sendiri di bidang penerbitan dan penyewaan buku dengan modal sebanyak 5 juta; saya harus berinvestasi agar memiliki rumah harga 500 juta dalam 5 tahun yang akan datang (berarti saya perlu mendapatkan uang sebesar 100 juta pertahun atau 8,3 juta perbulan); saya bisa mengendarai mobil tipe minibus setelah ikut kursus intensif selama dua minggu.
- Achievable (dapat dicapai). Artinya visi yang akan dibuat ini tidak boleh terlalu mudah, namun juga tidak boleh terlalu sulit, karena perlu untuk dapat menilai apakah visi yang telah dibuat tersebut dapat dicapai atau tidak. Bila visi yang akan dibuat itu tidak dapat dicapai, maka sebaiknya ditetapkan tujuan lainnya. Contoh visi yang bersifat spesifik, dapat diukur, dan dapat dicapai: Saya ingin punya usaha sendiri di bidang penerbitan dan penyewaan buku di daerah tempat tinggal saya saat ini dengan modal sebanyak 5 juta (karena saya memiliki hobi membaca dan mengoleksi buku, saya sudah menerbitkan beberapa buku ciptaan sendiri dan memiliki beberapa teman yang juga memiliki usaha penerbitan buku, saya juga sudah punya modal sebanyak 3 juta hasil tabungan); saya harus berinvestasi agar memiliki rumah harga 500 juta dalam 5 tahun yang akan datang (berarti saya perlu mendapatkan uang sebesar 100 juta pertahun atau 8,3 juta perbulan, dan ini berarti saya perlu menyisihkan 40% pendapatan dari yang tadinya hanya 10%. Namun, bila menyisihkan 40% pendapatan sangat berat dilakukan maka saya harus menyesuaikan visi dengan menambah waktu durasi capaian target misalnya dari 5 tahun menjadi 8 tahun); saya bisa mengendarai mobil tipe minibus setelah ikut kursus intensif selama dua minggu (sampai toleransi waktu latihan sampai 1 bulan karena adanya kesibukan kantor).
- Relevant (sesuai). Visi dibuat dengan spesifik, dapat diukur dan dapat dicapai supaya dapat dikerjakan sesuai dengan kemampuan atau kesibukan sendiri. Artinya visi atau target yang ditentukan harus bersifat realistis, jangan menentukan target yang terlalu tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Saat visi yang sudah ditetapkan relevan, maka tentu akan menjawab semua pertanyaan yang ada seperti apakah visi ini dapat diperjuangkan? Apakah visi ini sesuai dengan kebutuhan dan target lainnya? Apakah visi ini sudah sesuai dengan waktu yang tepat? Contoh visi yang bersifat spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, dan relevan: Saya ingin punya usaha sendiri di bidang penerbitan dan penyewaan buku di daerah tempat tinggal saya saat ini dengan modal sebanyak 5 juta (karena saya memiliki hobi membaca dan mengoleksi buku, saya sudah menerbitkan beberapa buku ciptaan sendiri dan memiliki beberapa teman yang juga memiliki usaha penerbitan buku, saya juga sudah punya modal sebanyak 3 juta hasil tabungan, selain itu visi tersebut sesuai dengan program pemerintah yang saat ini terus mengajak masyarakat gemar membaca buku, serta sesuai dengan tren saat ini generasi milennial yang marak menjadi penulis dan endorser buku di media sosial mereka); saya harus berinvestasi agar memiliki rumah harga 500 juta dalam 8 tahun yang akan datang (sesuai dengan tujuan saya yang lainnya yaitu memiliki rumah sebelum usia 35 tahun dan menikah).
- Time-bound (waktu tertentu). Sebaiknya harus bisa menetapkan kapan tujuan tersebut harus dicapai. Dengan adanya batasan waktu, kita akan terpacu untuk segera memulai melakukan tindakan. Dengan batasan dan perhitungan waktu juga, seseorang bisa lebih fokus dalam mengambil langkah dalam mencapai target visi tersebut. Batas waktu ini yang realistis diperlukan agar dapat terfokus dan dapat mempersiapkan sumber dana yang diperlukan sedini mungkin. Contoh visi yang bersifat spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan dalam waktu tertentu: Saya ingin punya usaha sendiri di bidang penerbitan dan penyewaan buku di daerah tempat tinggal saya saat ini dengan modal sebanyak 5 juta (dengan target omzet 2 juta perbulan setelah 3 tahun); saya harus berinvestasi 5 juta perbulan agar memiliki rumah harga 500 juta di daerah Pondokgede - Bekasi dalam 8 tahun yang akan datang; saya bisa mengendarai mobil tipe minibus setelah ikut kursus intensif selama dua minggu (sampai toleransi waktu latihan sampai 1 bulan karena adanya kesibukan kantor).
Visi dan Eksekusi Wirausaha
JurnalPost.com - Menjadi pribadi berprestasi ialah harapan atau impian semua orang, namun masih banyak orang sulit mewujudkannya dalam hidup. Sebagai manusia dewasa, pada dasarnya kita dituntut menjadi pribadi yang telah dapat menentukan pilihan yang terbaik bagi diri dan keluarga. Manusia dewasa wajib bertanggung jawab dan bekerja sebaik-baiknya di tempat pilihan masing-masing, baik itu sebagai karyawan perusahaan maupun sebagai wirausaha (membuka usaha sendiri). Dalam hidup terdapat prinsip bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang besar juga membutuhkan keberanian dan pengorbanan yang juga besar.
Mengejar mimpi secara umumnya harus menjalani suatu metode seperti membutuhkan perencanaan, aksi, dan evaluasi. Tahapan ini dapat berulang terus-menerus sampai kita mewujudkan mimpi kita dalam bentuk sempurna yang kita inginkan. Banyak orang yang sudah melakukan hal ini dengan maksimal, tetapi banyak juga yang masih gagal lalu menyerah. Di antara banyak orang itu ada juga sedikit yang tetap berupaya lagi dan tetap masih gagal. Akibatnya banyak orang yang gagal atau menyerah itu lalu pasrah dan melepaskan mimpi mereka. Mereka belum tahu bahwa sangat sedikit orang yang berhasil melalui tantangan hebat dalam mewujudkan mimpi, banyak orang lupa bahwa di atas semua proses mengejar mimpi itu juga membutuhkan suatu hal yang kuat, yang berasal dari dalam diri maupun dari luar dirinya. Hal itu disebut visi.
Hal menarik bila berbicara tentang kegagalan ialah dari salah satu tokoh besar wirausaha di era modern ini, yaitu Jack Ma. Jack Ma lahir di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China pada 10 September 1964 (saat ini berusia 58 tahun). Jack Ma, dirilis oleh Forbes.com merupakan orang terkaya nomor 5 di China tahun 2021 dan ke-67 terkaya di dunia tahun 2022, berasal dari keluarga miskin dan mengalami sederetan kegagalan dalam hidupnya. Dalam sebuah wawancara, Jack Ma mengaku pernah ditolak 10 kali saat mendaftar ke kampus bergengsi Harvard University. Ia juga pernah berkali-kali ditolak saat melamar pekerjaan. Jack Ma juga dua kali gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi sebelum akhirnya diterima di Hangzhou Teachers College. Jack Ma lulus kuliah pada tahun 1988 dan berkarier sebagai guru bahasa Inggris selama beberapa tahun. Kegagalan Jack Ma lainnya, yaitu ketika KFC membuka cabang di Hangzhou, dari 24 pelamar hanya dia yang gagal. Ia juga pernah gagal menjadi polisi.
Visi dan Wirausaha
Konsep visi secara umum dijelaskan dengan cara melihat jauh di masa depan (have vision) bagaimana diri kita 5, 10, 20, hingga 30 tahun atau lebih ke depan, lalu merancang cara dan strategi, memulai dari sekarang untuk mengusahakan hal tersebut. Dengan konsep ini menjadi wajar bagi seseorang untuk melakukan hal yang lebih dari orang lain, karena telah memiliki motivasi besar untuk maju, melakukan hal baik bagi dirinya, keluarganya, dan masa depannya. Visi setiap orang berbeda satu sama lain. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, didikan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan tempatnya dibesarkan, serta inteligensi. Namun, karena sifatnya yang abstrak, maka visi dapat dihilangkan, diubah dan dibuat baru. Visi yang baik mendorong terwujudnya aksi nyata. Visi juga dapat ditularkan kepada orang lain dan menggerakkannya untuk bertindak. Seseorang yang memiliki visi hidup yang besar dapat membuat lingkungan dan komunitasnya menjadi lebih kuat dan produktif. Memiliki visi besar penting bagi seorang wirausahawan, walaupun dapat juga bermanfaat secara positif bagi seorang karyawan perusahaan, baik untuk jabatan pimpinan maupun bawahan.
Seorang Jack Ma juga memiliki visi besar, yaitu saat memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai guru, ia kemudian meminjam uang beberapa ribu dollar AS untuk meluncurkan China Pages, salah satu laman e-commerce pertama di China. Selanjutnya, Jack Ma mewujudkan salah satu visi besarnya yaitu saat mendirikan perusahaan Alibaba pada tahun 1999 dengan modal awal 60.000 dollar AS. Dana yang diperoleh dari beberapa temannya dan investor. Jack Ma dan rekannya kemudian terus mengembangkan Alibaba dan menciptakan sistem pembayaran lewat situs Alipay. Yan Anthea Zhang, seorang profesor strategi manajemen dari Rice University, Amerika Serikat, mengatakan sukses Alibaba terletak pada ketersediaan aneka produk dan kecanduan konsumen berbelanja karena merasa nyaman. Lewat Alibaba, ada 800 juta transaksi di seluruh dunia perhari.
Puncak kesuksesan serta mulai tenarnya seorang Jack Ma ialah saat Alibaba melakukan IPO (Initial Public Offering) di bursa saham New York Stock Exchange pada September 2014. Dari aksi korporasi tersebut, Alibaba berhasil mendapatkan dana sebesar US$ 25 miliar. Kesuksesan Jack Ma sebagai wirausahawan merupakan buah dari visi besar serta kerja keras untuk membangun perusahaan Alibaba menjadi raksasa e-commerce kelas dunia.
Wirausaha dan Ketidakpastian diluar Zona Nyaman
Proses menjalani dan mewujudkan suatu visi identik dengan istilah “keluar dari zona nyaman”. Proses ini selalu tidak mudah karena memerlukan tekad dan niat yang kuat, usaha yang lebih, serta doa yang terus-menerus. Meninggalkan kebiasaan atau gaya hidup lama selalu sulit, contohnya bila seseorang yang ingin berpindah dari karyawan menjadi wirausahawan. Namun, menjalankan kebiasaan baru yang baik dapat dimulai sejak dini dan dengan bekerja lebih keras terhadap suatu tugas untuk melewati batas kemampuan pribadi.
Terdapat dua tipe orang berdasarkan persepsinya dalam menghadapi masalah, yaitu: risk taker dan calculated risk taker. Risk taker ialah orang yang kurang berpikir panjang saat menghadapi masalah, yang juga diibaratkan sebagai seorang yang memberikan semua hartanya dalam undian, sementara calculated risk taker ialah seorang yang selalu berupaya mengurangi risiko dan mendapatkan peluang yang sebesar-besarnya dari setiap masalah yang dihadapi. Risk taker juga umumnya orang yang tidak hidup dalam perjuangan untuk masa depan. Mereka banyak membuang kesempatan. Sementara calculated risk taker ialah seseorang yang mempertimbangkan saran dan selalu bertanya, “Bagaimana mendapatkan cara yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik dari apa yang telah direncanakan”.
Ketidakpastian diluar zona nyaman ialah suatu hal identik dengan kehidupan wirausaha. Untuk dapat bertahan dan melewatinya dengan sukses, seorang wirausahawan harus memiliki sikap menginspirasi diri sendiri (self-inspired). Suatu sikap yang juga berkaitan dengan motivasi (motivation), komitmen (high commitment), dan kerja keras untuk peningkatan performa (high performance). Inspirasi penting bagi wirausahawan karena untuk mendatangkan berbagai peluang baik. Menginspirasi diri ialah kemampuan untuk menggerakkan diri sendiri dari keadaan bosan menjadi berhasrat, dari diam menjadi aktif, dari kurang bersemangat menjadi antusias. Sebagai seorang yang ingin sukses, menginspirasi diri harus dilakukan setiap saat dan dimana saja. Terdapat 2 cara untuk menginspirasi diri sendiri, yaitu: dengan selalu berfokus pada hasil positif dan menghilangkan rintangan.
Kadang orang tidak menyadari seberapa besar potensi yang terdapat pada dirinya. Orang tidak mau bermimpi atau memiliki visi besar karena sudah pesimis duluan terhadap mimpi yang dia idamkan terlalu muluk, sulit digapai, sulit diwujudkan. Namun jangan membandingkan hidup kita dengan orang lain, karena orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita. Kita juga tidak boleh ragu atau khawatir saat berada di posisi diuji jatuh atau ketidakpastian diluar zona nyaman, karena kita harus yakin bahwa rencana Tuhan selalu terbaik bagi hidup kita.
Menetapkan Visi SMART dalam Wirausaha
Setiap orang menginginkan setiap visi maupun target pribadinya menjadi terwujud nyata. Membuat rencana yang baik adalah awal dari sebuah kesuksesan. Walaupun bagi beberapa orang, merumuskan pernyataan visi merupakan hal yang tidak mudah, belum banyak diketahui, bahwa menetapkan kalimat visi memiliki pengaruh yang besar dalam mendorong mudahnya setiap impian menjadi eksekusi atau terlaksana. Menuliskan atau merumuskan visi yang baik memerlukan metode yang disebut SMART (singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), antara lain:
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda