JurnalPost.com - Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh tayangan video yang memperlihatkan sekelompok pria nekat meminum oli mesin 2 tak. Narasi yang beredar di media sosial mengklaim bahwa aksi ekstrem tersebut merupakan bentuk "terapi kesehatan" hingga peningkat stamina. Sontak, fenomena ini memicu kehebohan publik serta menuai kecaman keras dari pakar medis dan otoritas keagamaan.
Dalam rekaman yang beredar luas, tampak sejumlah pria duduk melingkar dan secara bergantian meminum cairan kental pelumas kendaraan tersebut. Mereka membukanya menggunakan tang, menuangkannya ke tutup botol, lalu memindahkannya ke gelas plastik air mineral untuk diminum bersama-sama. Peristiwa meresahkan ini diketahui terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menanggapi fenomena berbahaya ini, dr. M. Jabal Nur, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS Hermina Makassar, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, membeberkan sejumlah pandangan tegas:
1. Klaim Kesehatan Murni Hoaks dan Sangat Beracun dr. Jabal dengan tegas menepis klaim yang menyebutkan pelumas mesin memiliki khasiat pengobatan atau penambah stamina. Ia menekankan bahwa narasi tersebut adalah misinformasi fatal yang sangat membahayakan nyawa jika sampai ditiru masyarakat.
"Tidak ada satupun literatur atau dasar ilmiah yang menyebutkan minum oli berdampak baik bagi kesehatan," tegas dr. Jabal pada Rabu (8/4/2026). Oli diracik secara spesifik untuk melumasi mesin mekanik, bukan untuk dikonsumsi manusia. Di dalamnya terkandung senyawa hidrokarbon, logam berat, dan berbagai zat aditif kimia yang beracun.
2. Ancaman Gagal Hati hingga Kerusakan Ginjal Meskipun efek destruktif dari menelan pelumas mesin mungkin tidak langsung terasa seketika karena adanya masa laten, racun tersebut akan secara perlahan menghancurkan organ-organ vital di dalam tubuh.
Hati dan ginjal adalah dua organ yang paling terancam karena berfungsi menyaring racun. "Beban kerja hati dan ginjal akan melonjak drastis. Pada akhirnya, kondisi ini bisa memicu gagal hati hingga disfungsi ginjal," papar dr. Jabal. Bahaya lain yang mengintai adalah risiko cairan tersedak masuk ke paru-paru yang dapat memicu *pneumonia aspirasi*, sesak napas akut, hingga kematian.
3. MUI Sulsel Keluarkan Fatwa Haram Merespons keresahan masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan turut turun tangan dan menegaskan bahwa mengonsumsi oli hukumnya adalah haram.
Pihak pengurus MUI Sulsel menjelaskan bahwa dalam pandangan agama Islam, manusia dilarang mengonsumsi sesuatu yang mendatangkan kebinasaan atau *mudarat* (keburukan) bagi tubuh. Karena oli terbukti secara medis dapat merusak kesehatan dan mengancam jiwa, maka meminumnya sangat dilarang. MUI Sulsel juga menilai dalih minum oli untuk stamina adalah hal yang menyesatkan dan mendesak pihak yang ada di dalam video untuk segera melakukan klarifikasi agar tidak menjadi contoh buruk di masyarakat.
4. Desakan agar Masyarakat Lebih Kritis Mengibaratkan misinformasi ini seperti "bom waktu", dr. Jabal dan pihak otoritas mengimbau warganet untuk lebih cerdas dalam menyaring konten di media sosial. Jangan mudah tergiur oleh metode pengobatan atau tren tak masuk akal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Jangan pernah mengonsumsi oli. Tidak ada untungnya sama sekali, justru berbahaya. Kalau ada keluhan kesehatan, sebaiknya periksa ke dokter dan terapkan pola hidup yang sehat," pungkas dr. Jabal memberikan peringatan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda