Jakarta, JurnalPost.com — Nama Uciha Masbro perlahan mulai mencuri perhatian di dunia konten digital. Kreator yang banyak menghadirkan konten gaming dan hiburan ini terus membangun eksistensinya lewat YouTube dan TikTok.
Di YouTube, kanal Uciha Masbro telah mengumpulkan sekitar 32 ribu subscriber. Sementara di TikTok, akun miliknya juga sudah diikuti sekitar 30 ribu followers.
Angka tersebut tentu tidak datang begitu saja. Perjalanan Uciha di dunia konten sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.
Kanal YouTube Uciha Masbro tercatat dibuat pada 3 Januari 2019. Namun, aktivitas sebagai kreator awalnya masih dijalani secara bertahap. Baru pada 2024, Uciha mulai semakin serius mengembangkan konten dan membangun audiensnya.
Gaming Jadi Identitas Utama
Kalau melihat kanalnya, gaming menjadi salah satu identitas yang cukup kuat dari Uciha Masbro. Namun ia tidak hanya sekadar memainkan game.
Unsur hiburan turut menjadi bagian penting dari setiap konten yang dibuat. Tujuannya sederhana, membuat penonton tidak hanya datang karena game yang dimainkan, tetapi juga menikmati karakter dan pembawaan sang kreator.
“Awalnya saya bikin konten karena memang suka main game dan ingin berbagi keseruannya. Lama-lama ternyata ada yang mengikuti dan menikmati konten saya. Dari situ saya mulai berpikir untuk lebih serius,” ujar Uciha Masbro.
Menurutnya, dunia kreator bukan hanya soal mengejar jumlah penonton atau followers. Konsistensi dan hubungan dengan orang-orang yang mengikuti kontennya juga menjadi bagian penting.
“Saya senang ketika ada orang yang menunggu konten baru atau ikut berkomentar. Buat saya itu berarti konten yang dibuat bisa menghibur orang lain,” lanjutnya.
Mulai Lebih Serius Sejak 2024
Meski kanal YouTube miliknya sudah ada sejak 2019, Uciha mengaku perjalanan membangun konten tidak langsung berjalan mulus.
Ia membutuhkan waktu untuk menemukan pola dan jenis konten yang ingin dikembangkan.
“Kalau dulu mungkin masih sekadar upload. Mulai 2024 saya mencoba lebih serius, belajar konsisten, melihat respons penonton, dan memahami konten seperti apa yang mereka suka,” ungkapnya.
YouTube kemudian menjadi ruang bagi Uciha untuk menghadirkan konten gaming dengan durasi yang lebih panjang. Sementara TikTok dimanfaatkan untuk menjangkau pengguna melalui video-video singkat yang lebih cepat dikonsumsi.
Kehadiran di dua platform tersebut sekaligus membuka kesempatan baginya untuk bertemu dengan karakter audiens yang berbeda.
“Setiap platform punya penontonnya sendiri. Jadi saya mencoba menyesuaikan kontennya tanpa kehilangan ciri khas yang sudah saya bangun,” katanya.
Tak Cuma Mengejar Angka
Memiliki puluhan ribu subscriber dan followers tentu menjadi pencapaian tersendiri. Meski demikian, Uciha masih melihat perjalanan sebagai kreator sebagai sebuah proses panjang.
Ia tak ingin cepat puas dengan pencapaian yang sudah diperoleh.
“Pasti senang melihat subscriber atau followers bertambah. Tapi saya tidak mau cuma melihat angka. Yang paling penting bagaimana saya terus berkembang dan membuat konten yang lebih menarik,” tuturnya.
Interaksi dengan audiens juga dianggap penting. Komentar, respons, hingga masukan dari pengikut menjadi salah satu bahan untuk mengevaluasi konten berikutnya.
Hal tersebut pula yang membuat komunitas memiliki peran besar dalam perjalanan seorang kreator.
“Kadang ide justru datang dari komentar penonton. Ada yang meminta main game tertentu, bikin konten tertentu, atau memberi saran. Saya cukup terbuka dengan masukan seperti itu,” ucap Uciha.
Masih Mau Terus Berkembang
Persaingan dunia kreator saat ini memang tidak sederhana. Tren bergerak cepat dan jenis konten yang diminati audiens bisa berubah dalam waktu singkat.
Uciha menyadari hal tersebut. Karena itu, ia memilih untuk terus belajar dan beradaptasi tanpa meninggalkan gaming dan hiburan sebagai identitas utamanya.
“Ke depannya tentu ingin channel ini berkembang lebih besar. Saya ingin mencoba lebih banyak konsep, meningkatkan kualitas konten, dan mudah-mudahan bisa menjangkau penonton yang lebih luas,” katanya.
Uciha juga berharap perjalanan yang sedang dibangunnya bisa menjadi penyemangat bagi orang lain yang ingin mulai berkarya di media sosial.
“Kalau memang suka membuat konten, mulai saja dulu. Jangan terlalu memikirkan harus langsung ramai. Saya sendiri juga melalui proses dari awal. Yang penting terus belajar dan jangan gampang menyerah,” pungkasnya.
Perjalanan Uciha Masbro menunjukkan bahwa membangun audiens di dunia digital membutuhkan proses. Dari kanal YouTube yang dibuat pada 2019 hingga mulai lebih serius pada 2024, gaming dan hiburan kini menjadi bagian yang melekat pada identitas kontennya.
Dengan sekitar 32 ribu subscriber di YouTube dan 30 ribu followers di TikTok, Uciha masih terus mengembangkan komunitas sekaligus mencari ruang baru untuk memperluas eksistensinya sebagai kreator digital.
Catatan redaksi: jumlah subscriber dan followers dapat berubah sewaktu-waktu.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda