BANDUNG, JurnalPost.com - Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) melaksanakan dua operasi tanggap darurat secara bersamaan di dua wilayah terdampak bencana, yakni tanah longsor di Pondok Pesantren At-Thohiriyah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan banjir di Perumahan Genuk Indah, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Peristiwa longsor terjadi pada Ahad, 26 Oktober 2025 pukul 17.40 WIB, menimpa sebagian bangunan Pondok Pesantren At-Thohiriyah yang berada di lereng bukit Kampung Pasir Buleud RT 02/RW 04 Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.
Akibat kejadian tersebut, asrama santri putri mengalami rusak berat, serta mengakibatkan satu santri muslimah bernama Nuri (15) meninggal dunia akibat tertimbun material longsor saat hendak berwudlu di kamar mandi. Beberapa santri lain mengalami luka dan trauma.
Pesantren yang dipimpin oleh Asep Kurnia, Penghulu KUA Sindangkerta sekaligus pengurus MWC NU Kecamatan Rongga, menampung 94 jiwa terdiri atas 84 santri dan 10 tenaga pendidik.
Asesmen Lapangan dan Penyaluran Bantuan
Tim UAR Jawa Barat turun langsung ke lokasi sejak Selasa, 28 Oktober 2025 untuk melakukan asesmen lapangan dan pendataan kondisi bangunan. Kemudian Pada Rabu, 29 Oktober 2025 melaksanakan penyaluran bantuan tahap pertama berupa 100 mushaf Al-Qur’an, 20 buku Iqra kepada pihak Pesantren dan santunan kepada keluarga santri yang meninggal dunia.
“Ini ada sedikit santunan untuk keluarga, mudah-mudahan dapat membantu meringankan kesedihan bapak/Ibu,” kata Abah Encep, Ketua UAR Korwil Jawa Barat saat memberikan bantuan kepada orang tua Nuri, santri muslimah yang menjadi korban tanah longsor,
Tim UAR Jawa Barat juga memberikan arahan kepada pihak pesantren terkait keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM). Berdasarkan hasil asesmen, lokasi pondok dinyatakan zona merah rawan longsor dan disarankan relokasi sementara ke lokasi yang lebih aman.
“Santunan Mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra ini semoga dapat membantu kelangsungan proses belajar mengajar di Pondok Pesantren At-Thohiriyah,” ucap Iip Nurwendi salah seorang personel UAR Korwil Jawa Barat.
Selain Abah Encep Zarkasih dan Iip Nurwendi, personel UAR yang turun ke lokasi bencana adalah Aep Saefudin, Muhammad Ihsan, dan Lili Adriani (Relawan asal Cililin).
UAR merekomendasikan langkah tindak lanjut meliputi relokasi sementara, pendirian posko pendidikan dan dapur umum, serta koordinasi dengan BPBD, Dinsos, dan Kemenag Kabupaten Bandung Barat.

Evakuasi Korban Banjir di Perumahan Genuk
Sementara itu, Tim UAR Jawa Tengah melaksanakan Operasi SAR Banjir Semarang di Perumahan Genuk Indah, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, pada Rabu, 28 Oktober 2025 pukul 09.30 WIB.
Menurut laporan Surasno, Koordinator Wilayah UAR Jawa Tengah, banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi selama beberapa hari yang menyebabkan meluapnya air di kawasan Semarang Timur, termasuk wilayah Genuk Indah yang merupakan daerah rawan genangan.
Tim UAR bersama Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) melakukan evakuasi warga yang terjebak di rumah-rumah dengan ketinggian air mencapai 80 cm. Proses evakuasi menggunakan perahu karet dan difokuskan di kawasan yang belum terjamah bantuan sama sekali.
“Evakuasi masih dilakukan karena genangan air belum sepenuhnya surut di beberapa titik. Operasi SAR melibatkan 3 personel UAR dan 3 personel FKM dengan dukungan satu unit perahu kare,” ujar Abdur Rasyid, staf UAR Korwil Jawa Tengah.[AM]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda