Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Tumbler, Gaya Hidup dan Konsumtif

Tumbler, Gaya Hidup dan Konsumtif

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
02 Desember 2025, 00.40 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Tumbler

Penulis : Meike Kurniawati Dosen Fakultas Psikologi – UNTAR

“Hilangnya sebuah tumbler di KRL, menjadi viral. Tumbler menjadi bahan meme, memunculkan berbagai isu dan polemic dan menjadi bahan perbincangan di berbagai lini massa”

IKLAN

Belakangan gaya hidup hijau banyak dianut oleh masyarakat terutama di kota-kota besar. Gaya hidup hijau adalah gaya hidup yang berfokus pada keberlanjutan dan upaya untuk mengurangi dampak negative bagi lingkungan. Berusaha untuk membuat keputusan yang lebih ramah lingkungan, baik dalam hal konsumsi, energi, maupun sumber daya alam. Gaya hidup ini tidak hanya mengutamakan kelestarian lingkungan, tapi juga menciptakan kehidupan yang lebih sehat, hemat, dan seimbang. Seperti mengurangi sampah plastic, mengurangi emisi karbon, menggunakan kembali barang-barang, alih-alih membuangnya, hingga memilih produk-produk yang diproduksi secara etis dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Kemerdekaan
Baca Juga

Kemerdekaan Belum Usai di Ruang Kelas

Minat terhadap produk ramah lingkungan di Indonesia menunjukkan tren yang semakin kuat. Survei GoodStats dan Snapcart mencatat bahwa 84 persen konsumen Indonesia pernah menggunakan produk ramah lingkungan. Studi PWC Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa 80 persen konsumen bersedia membayar lebih untuk merek yang memiliki komitmen ESG. Jelas ini adalah pasar yang besar.

IKLAN

Salah satu contoh gaya hidup hijau adalah mengurangi pengunaan botol plastik sekali pakai diganti dengan membawa minum sendiri dalam tumbler. Tumbler sudah jamak ditemukan menjadi barang bawaan wajib. Tumbler kini juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan terkadang menjelma menjadi simbol status, symbol trend, penanda kelas social. Pierre Bourdieu (dalam Bakti & Situmorang, 2024) menjelaskan bahwa preferensi (pilihan) konsumsi adalah penanda kelas.

Fungsi Tumbler yang “tidak hanya” sekedar produk hijau membuat ada saja orang yang kemudian memiliki banyak tumbler diluar yang dibutuhkan, berlomba-lomba membeli Tumbler berbagai merek mahal dan sebagainya. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya perilaku konsumtif.

Perilaku konsumtif adalah suatu perilaku yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional, melainkan karena keinginan yang sudah tidak mencapai taraf tidak rasional lagi (Adiputra & Moningka, 2012). Perilaku konsumtif melekat pada seseorang bila orang tersebut membeli diluar kebutuhan rasional, dan pembelian tidak lagi didasarkan pada faktor kebutuhan (need) tetapi sudah pada faktor keinginan (want). Konsumtif juga mengacu pada sifat mengkonsumsi, memakai, dan menggunakan sesuatu secara berlebihan atau mendahulukan.

El Niño
Baca Juga

El Niño Sangat Kuat, Sultra Tak Boleh Menunggu Sawah Mengering

Perilaku konsumtif memiliki sejumlah dampak negative seperti dapat membuat seseorang mengalami krisis financial, gaya hidup hedonis, dan menimbukan permasalahan di masa yang akan datang (terkait financial, sosial, dll). Meskipun di satu sisi, tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku konsumtif juga berdampak positif. Dampak positif dari pihak penjual atau produsen. Jika seseorang konsumtif maka penjual mendapat keuntungan, mendapat pemasukan lebih banyak, membantu menyeimbangkan stabilitas ekonomi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, menumbuhkan daya saing perusahaan, dll. Membantu memutar roda perekonomian.

Namun tentunya, konsumen harus bijak sehingga tidak terjebak dalam perilaku konsumtif. Jangan menjadi paradoks: di balik niat baik hidup ramah lingkungan, terselip dorongan konsumsi baru. Belum lagi sampah yang tercipta ketika produk tersebut menjadi rusak atau tidak terpakai.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tumbler-gaya-hidup-dan-konsumtif/88625/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.16 WITA

  • #Berita Dosen
  • #Opini Dosen
  • #Tumbler

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pilihan Editor

  1. 1 Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?
  2. 2

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  3. 3

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  4. 4

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  5. 5

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.