Kediri, JurnalPost.com – Kualitas kopi yang berdaya saing tidak hanya ditentukan oleh jenis varietas, tetapi juga oleh praktik budidaya yang tepat dan berkelanjutan. Untuk itu, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Universitas Islam Kadiri (Uniska) dan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri menggelar program penguatan kapasitas petani kopi melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Program ini menyasar dua gapoktan yaitu Subur Makmur dan Harapan Jaya, sebagai mitra utama yang memiliki potensi besar dalam komoditas kopi robusta lereng Kelud.
Tim pelaksana terdiri dari Pambudi Handoyo, Ika Nurjannah, Rindu Puspita Wibawa, dan Ratna Dewi Mulyaningtiyas. Fokus utama kegiatan adalah pelatihan GAP meliputi teknik budidaya kopi yang ramah lingkungan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, serta praktik pemangkasan dan sambung pucuk untuk regenerasi tanaman kopi.
Dokumentasi diskusi kelompok petani kopi dan penyuluh Dispertan Kediri
Pelatihan GAP disampaikan secara interaktif melalui metode demonstrasi plot (demplot), diskusi kelompok, dan kunjungan lapangan ke kebun kopi milik petani. Materi disusun secara aplikatif dan mudah dipahami oleh petani dengan berbagai latar belakang pendidikan.
“GAP adalah fondasi utama untuk memastikan hasil panen konsisten, sehat, dan memenuhi standar industri. Ini penting untuk meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai pasok kopi,” ujar Pambudi Handoyo dari Unesa, koordinator tim pelaksana.
Disamping pelatihan teknis, program juga mendorong petani untuk mulai melakukan pencatatan usaha secara sederhana sebagai bekal dalam pengelolaan dan pengembangan agribisnis. Hal ini menjadi nilai tambah dalam proses sertifikasi dan kerja sama dengan mitra dagang ke depan.
Keterlibatan aktif Dispertan Kabupaten Kediri memperkuat legitimasi dan keberlanjutan kegiatan. Dinas memberikan dukungan teknis lapangan dan memfasilitasi jejaring antar kelompok tani. Program PM-UPUD ini mempertegas posisi perguruan tinggi sebagai penggerak inovasi pertanian. Kolaborasi antara Unesa, Uniska, dan pemerintah daerah menjadi contoh nyata pengabdian berbasis sains dan kebutuhan lapangan.
Melalui GAP, para petani kopi di lereng Kelud diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan tuntutan pasar.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda