SURABAYA, JurnalPost.com – Tim peneliti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menguji kemampuan mangrove sebagai penyaring alami mikroplastik. Bibit mangrove ditanam di dalam reaktor mini berkonsep constructed wetland atau lahan basah buatan, lalu dialiri air yang sengaja diberi partikel plastik.
Mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter. Partikel ini sulit terurai dan kini ditemukan di laut, sedimen, hingga kawasan mangrove. Limbah domestik dan industri yang bermuara ke pesisir menjadi salah satu sumbernya.
“Akar mangrove secara alami menahan partikel yang terbawa air. Kami ingin tahu apakah kemampuan itu bisa dimanfaatkan dalam sistem pengolahan air limbah yang terkendali,” kata ketua tim peneliti, R. Mohammad Alghaf Dienullah, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik dan Sains UPN “Veteran” Jawa Timur.
Penelitian dimulai dengan tahap aklimatisasi pada 17–31 Juli 2026. Tiga spesies mangrove, yaitu Avicennia alba, Rhizophora mucronata, dan Bruguiera cylindrica, diadaptasikan pada air yang salinitasnya dinaikkan secara bertahap. Hasilnya, hanya R. mucronata yang tetap sehat hingga akhir pengamatan, sedangkan dua spesies lain kehilangan seluruh daun sehatnya setelah salinitas meningkat.
“Pemilihan spesies menjadi kunci. Sistem ini tidak akan bekerja kalau tanamannya tidak mampu bertahan,” ujar Alghaf.

R. mucronata kemudian ditanam di delapan reaktor batch pada 16–27 Oktober 2026. Reaktor berisi air artifisial yang mengandung mikroplastik jenis polipropilena (PP), polietilena densitas tinggi (HDPE), dan polietilena tereftalat (PET), dengan variasi media kerikil, pasir silika, dan adsorben. Kondisi tanaman serta kualitas air, termasuk pH dan TDS, dipantau setiap hari.
Selama sepuluh hari pengamatan, seluruh tanaman di reaktor bertahan hidup meski terpapar mikroplastik. Pertumbuhan tertinggi, hingga 2,7 sentimeter, tercatat pada reaktor yang diberi media kerikil dan pasir silika.
Tahap berikutnya adalah analisis kandungan mikroplastik pada air, sedimen, dan akar menggunakan mikroskop dan FTIR. Analisis ini akan menunjukkan berapa banyak partikel plastik yang tertahan di dalam sistem. Tim juga menargetkan pengembangan ke skala pilot untuk instalasi pengolahan air limbah komunal di kawasan pesisir.
Penelitian ini didanai melalui Hibah Penelitian Internal UPN “Veteran” Jawa Timur Tahun 2026 skema Penelitian Tematik. Selain Alghaf, tim beranggotakan Ariesta Sulistyo Asih, S.T., M.T. , Ir. Pertiwi Andarani, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., IPP dari Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, serta mahasiswa dari UPN “Veteran” Jawa Timur Dinda Surya Inayah dan Bagaskara Irsyad Prasetya. Hasil riset ini akan dipamerkan dalam ajang RISE-2026 UPN “Veteran” Jawa Timur pada 4–5 November 2026.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda